Cross The World With System

Cross The World With System
Berpisah



...----------------...


Chris: tuan muda a-ayah anda ingin bertemu dengan anda (Chris berbicara dengan suara kecil)


Xio: Biarkan dia kemari!


Chris: Baik!


Xio membiarkan Jhonatan bertemu dengannya akrena ingin tahu apa yang akan dilakukan Jhonatan.


"Bagaimana?, apakah aku boleh berjumpa dengannya?" Tanya Jhonatan.


"tuan muda memperboleh anda bertemu dengannya, mari saya antarkan" jawab Chris kemudian mengantar Jhonatan keruangan Xio berada, saat sudah sampai didepan pintu Chrispun mengetuk pintunya.


Tokk tok tokk!


"Masuklah!" Ucap Xio yang sedang duduk di sofa bersama dengan Ellisa,Leon dan Lena di hadapannya.


Chris membukakan pintunya dan lansung masuk kedalam, sedangkan Jhonatan terlihat seperti memperhatikan sekitar ruangan mencari orang yang dicarinya hingga matanya tertuju pada empat orang yang sedang duduk di sofa dan matanya terfokus pada pria yang sedang menyesap teh dengan rambut berwarna putih yaitu Xio. Jhonatan langsung berlari menghampiri Xio dan memeluknya.


"Nak tolong maafkan kan ayah, apa yang harus ayah lakukan agar kamu memaafkan ayah?!" Lirih Jhonatan.


"Maaf kamu bilang!?" Xio mendorong Jhonatan agar melepas pelukannya.


"Sebaiknya kamu minta maaf kepada ibu, ibu sangat mencintaimu tapi apa yang kamu lakukan?, kamu malah mengecewakannya, dan apakah kamu tahu bagaimana kehidupanku disekolah setelah kamu mengeusirku?, saat ibu sedang sakit bahkan kamu tidak pernah menjenguknya, apa yang harus dimaafkan dari orang biadab sepertimu" Mata Xio berkaca-kaca karena mengingat kenang-kenangan bersama ibunya serta saat-saat terakhir ibunya sebelum meninggal. Jhonatan menunduk merasa terpukul serta merasa sangat bersalah telah menyia-nyiakan orang yang tulus cinta padanya.


"papah…" Lena mendekati Xio.


"apakah papah tidak apa-apa?" ucap Leon memegang tangan Xio.


"papah Tidak apa-apa sayang" ucap Xio memaksakan senyumnya dan mengelus kepala Lena dan Leon.


"Sayang kita pulang saja, paman batalkan saja pertemuannya" Xio berjalan keluar dengan menggendong Leon dan Lena serta diikuti oleh Ellisa. Sedangkan Jhonatan masih duduk disofa sembari memegang kepalanya.


'Kenapa?,kenapa semua ini terjadi?, semua ini adalah salahku. Nadia (ibu xio) tolong maafkan aku ,aku tidak tahu apa yang harus kulakukan sekarang untuk mendapatkan maaf dari anak kita, aku juga baru saja melihat kalau Xio sudah memiliki 2 anak yang sangat lucu, andaikan saja kamu masih ada disini maka kita akan menjadi kakek dan nenek' Batin Jhonatan meratapi semua kesalahannya.


"Sebaiknya anda memikirkan bagaimana caranya agar tuan muda memaafkan anda" Ucap Chris.


"Apa yang harus kulakukan?!, memang benar apa yang dikatakan oleh Xio aku merupakan orang tua yang biadab" lirih Jhonatan.


Kembali ke posisi Xio, saat ini Xio sedang mengendarai mobil bersama dengan Ellisa dan juga anak-anaknya, di sepanjang perjalanan menujuruang rumah tidak ada yang membuka pembicaraan karena melihat wajah Xio yang seperti tidak mood untuk berbicara. Saat sampai rumah Xio langsung masuk kekamarnya dan membaringkan tubuhnya.


"Mamah papah kenapa?" tanya Lena.


"Tidak apa-apa, kalian bermain sendiri dulu yah mamah akan melihat papah!" ucap Ellisa dan diangguki oleh Leon dan Lena.


Ellisa langsung pergi menuju kamar Xio, tapi sebelum masuk dia mengetuk pintu terlebih dahulu karena takutnya mengganggu Xio.


Tokk tokk!


"Sayang apakah aku boleh masuk?" ujar Ellisa.


"masuklah" jawab Xio, Ellisa pun membuka pintu dan dapat melihat Xio yang sedang tengkurap. Ellisa mendekati Xio dan memijat bahu tubuh Xio.


"Sayang apakah kamu tidak mau memaafkan ayahmu?" tanya Ellisa.


"Aku hanya belum bisa memaafkannya karena telah menyakiti ibu" jawab Xio.


"Sebaiknya kamu segera pikirkan, aku akan selalu mendukungmu!" ucap Ellisa.


"Hemm…Terimakasih sayang" Xio membalikkan tubuhnya menghadap Ellisa dan langsung memeluknya Ellisa juga membalas pelukan Xio. Merekaoun tertidur hingga pukul 7 malam.


Tok tokk tok!


Ellisa pun membuka matanya perlahan karena mendengar suara ketukan pintu.


"Papah, mamah!, Lena dan kakak sudah menyiapkan makan malam, sebaiknya papah dan mamah makan dulu!" ucap Lena.


"Iya sebentar sayang mamah bangunin papah dulu!" jawab Ellisa dan kangsung membankan Xio, setelah Xio bangun mereka pun langsung menuju ruang makan.


"Kenapa kalian tidak membangunkan mamah saja, biar mamah yang masak" Ucap Ellisa.


"Tidak apa-apa kita tidak ingin mengganggu mamah dan papah" jawab Leon, Ellisa dan Xio merasa bangga memiliki anak yang mandiri serta pintar.


"Baiklah, lain kali kalian bangunkan mamah saja ok?" ucap Ellisa.


"ok!" sahut Leon dan Lena, sedangkan Xio ternyum melihat melihat mereka. setelah berbicara singkat mereka pun memulai makan malam mereka dengan senyap.


Setelah selesai makan mereka berkumpul diruang keluarga untuk menonton televisi bersama, setelah menonton televisi merekapun kembali kekamar karena hari sudah malam.


Sebelum tidur Xio memikirkan bagaimana caranya agar tidak dicurigai saat pindah kedunia Flix , karena jika ingin pindah maka harus pindah bersama rumahnya sedangkan jika tiba-tiba rumahnya hilang di bumi maka akan banyak orang yang mencurigainya.


[Bisa]


'Baguslah, sebaiknya besok sepulang sekolah aku mencari media baru yang jauh dari pemukiman' batin Xio, Xio melirik kesamping nya ternyata Ellisa sudah tertidur, Xiopun segera menutup matanya sambil memeluk ellisa untuk menyusul kealam mimpi.


Hari sudah berganti, hari ini adalah hari terakhir ujian sekolah Xio. Xio saat ini pergi kesekolah menggunakan mobil karena Xio harus buru-buru pulang untuk mencari media baru serta untuk menitipkan Leon dan Lena pada chris.


Sekolahan menjadi heboh Karena Xio membawa mobil kesekolah dan banyak juga yang mencoba mendekati Xio kembali tapi Xio hanya mengacuhkannya karena sudah tahu bagaimana sifat mereka. hingga akhirnya bel pulang pun terdengar.


Xio segera pulang untuk menjemput Ellisa serta anak-anak,


Saat Xio sampai rumah ternyata mereka sudah menyiapkan kebutuhannya disana juga sudah ada Adam dan Chris membawa koper milik Leon dan Lena.


"Paman aku titipkan Leon dan Lena bersama paman serta tolong masukan mereka kesekolah, aku dan Ellisa akan pergi keluar kota untuk bertemu dengan ayah ellisa, kemungkinan kami akan agak lama diluar kota" Ucap Xio.


"Tidak masalah tuan muda kami akan menjaga anak-anak" Jawab chris dan diangguki oleh Adam.


"Terimakasih paman, anak-anak kalian jangan nakal dan jangan merepotkan paman yah!" ucap Xio menatap Leon dan Lena.


"huum!" Leon dan Lena mengangguk dengan wajah sedih.


"Tidak apa papah dan mamah akan selalu mengabari kalian kok!" Xio memeluk mereka berdua dan diikuti oleh Ellisa memeluk Leon dan Lena.


cup!


cup!


Xio mencium kedunya secara bergantian.


cup!


cup!


Ellisa juga mencium Leon dan Lena secara bergantian.


"kalau begitu papah dan mamah berangkat sekarang, sampai jumpa lagi" Xio berjalan meninggalkan mereka diikuti oleh Ellisa masuk kedalam mobil dan Xio langsung melajukan mobilnya pergi menjauh.


"Leon,Lena kalian tidak perlu sedih. papah dan mamah kalian pasti akan kembali, sekarang kan ada paman dengan paman chris yang menemani kalian" ucap chris menghibur Leon dan Lena.


"Baiklah!" tegas Leon dan Lena.


"nah begitu dong, setelah kita menyimpan barang-barang kalian, kita akan berbelanja kebutuhan sekolah kalian ok?" ucap Adam.


"Ok paman" jawab mereka bersamaan.


"sekarang ayo kita berangkat kerumah paman" Adam dan chy menggendong Leon dan Lena menuju mobil, kemudian melajukan mobilnya meninggalkan rumah Xio.


Sementara itu saat ini Xio sedang mencari hutan untuk tempat perpindahannya sedangkanuntuk medianya Xio akan menggunakan mobilnya saja. Xio dan Ellisa sudah sampai dihutan yang minim pepohonannya serta jauh dari pemukiman warga.


'System guanakan mobil ini sebagai media dan pindahkan kami sekarang, oh iya dan tolong setting waktunya menjadi 1:1' Ucap Xio dalam hati.


[Memulai pemindahan]


[Mengatur setting waktu menjadi 1:1]


[1%…25%…50%…75%…100%]


[Pemindahan berhasil]


[Setting waktu berhasil diterapkan mengurangi 1.000.000 Ps]


Setelah terdengar suara dari System Xio melihat sekelilingnya.


'System kenapa kita tidak berada di istana?' tanya Xio karena saat ini dirinya sedang berada dihutan yang di penuhi .


pepohonan.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG