
...----------------...
Setelah selesai sarapan, semuanya berkumpul di lapangan tempat latihan para prajurit, Xio menyuruh Ellisa untuk mentelrport kan semuanya karena hanya Ellisa yang tahu betul tempat bangunan-bangunan yang ada di istana kerajaan iblis.
"Sayang apa kamu pernah masuk keruangan tempat tahanan sebelumnya?" tanya Xio.
"Aku pernah masuk hanya sampai lorongnya saja karena ruangan tahanan sangat besar" jawab Ellisa.
"Tidak apa-apa itu juga bagus, sekarang kamu pakai kalung ini" Xio memakaikan sebuah kalung ke leher Ellisa.
"Baiklah semuanya dengarkan, aku dan Ellisa akan langsung keruang bawah tanah untuk menemui ayah Ellisa, dan kalian berteleport diluar kerajaan untuk memastikan keadaan dan juga tangkap semua orang-orang yang telah berkhianat dan temukan malaikat yang sudah bersekongkol itu, karena Uriel dan Asmodeus pernah kesana maka kalian akan berteleport bersama mereka berdua" Jelas Xio.
"Apa kalian paham?" ucap Xio, tapi para bawahannya malah seperti mengkhawatirkan sesuatu.
"Yang mulia kami khawatir terjadi sesuatu pada anda jika yang mulia hanya berdua keruang tahanan" Ucap Mikhael memberanikan diri untuk berbicara.
"Apakah kalian meragukan kekuatanku?" tanya Xio, dan para bawahannya hanya menundukkan kepala mereka.
"Kalian tidak perlu khawatir dengan tuan, benarkan tuan?!" ucap Azco tiba-tiba.
"Nah kalian bisa mendengarnya langsung dari naga tukang tidur inii, bahkan dia tidak mencemaskan ku sedikit pun!" jawab Xio tersenyum menyeramkan kearah Azco.
"T-tidak tuan, tentu saja aku juga cemas, tapi aku sudah melih kekuatan tuan secara langsung jadi aku yakin tuan dapat menanganinya" ucap Azco tersenyum canggung dengan tubuh gemetar.
"Hahh baiklah, sekarang ayo kita berangkat. Sebas, Dulux kalian uruslah istanaku" ucap Xio.
"Baik yang mulia!" jawab Sebas dan Dulux serentak.
"Sayang bagaimana cara menggunakan kalung teleportasi ini?" tanya Ellisa.
"Kamu tinggal bayangkan tempat yang ingin kamu tuju kemudian alirkan mana kedalam kalung tersebut" jelas Xio, saat ini Xio sudah merangkul pinggang Ellisa.
Ellisa langsung melakukan apa yang diucap kan Xio. tak lama kemudian mereka berdua sudah berada di lorong gelap dan hanya memiliki pencahayaan dari obor yang jaraknya berjauhan, tembok tembok sekeling mereka terbuat dari bata yang tersusun dan udara di sana sangat lembap.
"Sayang apakah benar ini tempatnya?" tanya Xio dengan suara kecil.
"Benar aku yakin" jawab Ellisa.
"Baiklah tunggu sebentar" Xio kemudian menyebarkan para shadow soldiernya agar lebih cepat menemukan ayah ellisa.
Xio menyebarkan semua shadow soldiernya ke setiap ruangan sel yang ada.
"Sayang bagaimana ciri-ciri ayahmu?" tanya Xio karena dirinya belum oenah bertemu dengan ayah ellisa.
"Ayahku memili mata berwarna emas dan rambutnya agak panjang" jawab Ellisa. setelah mendengar ciri-cirinya Xio kembali melihat setiap orang yang ada didalam sel menggunakan para bayangannya.
"Baiklah sudah ketemu tapi kondisinya. " ucapan Xio terhenti ketika melihat keadaan ayah Ellisa.
"kondisinya kenapa?" tanya Ellisa penasaran.
"kamu lihat saja sendiri nanti, sekarang kita harus cepat. sayang kamu pegang tanganku" perintah Xio dan Ellisa langsung menggenggam tangan Xio.
Setelah Ellisa menggenggam tangan Xio, Xio langsung menggunakan skil shadow teleportation nya untuk bertukar posisi dengan shadow soldiernya. Xio dan Ellisa muncul diruangan yang gelap dan hanya memiliki pencahayaan 1 lentera disana, Xio dan Ellisa juga dapat melihat seorang pria yang sedang dirantai dengan tubuh penuh luka pecutan.
"Ayahh!!" teriak Ellisa tangsung berlari kedekat pria tersebut yang ternyata ayahnya, ayah Ellisa langsung mendongakkan kepalanya ketika mendengar suara Ellisa.
"Ellisa kenapa kamu disini?. cepat keluar dari sini, akan berbahaya kalau mereka mengetahuimu ada disini" ucap ayah Ellisa khawatir.
"Tenanglah ayah mertua, selama ada aku disini tidak akan ada yang bisa melukai Ellisa" ucap Xio tiba-tiba.
"Sayang kamu minumkan ini untuk ayahmu" Xio memberikan sebotol HP Potion pada Ellisa, Ellisa langung mengambil potion tersebut dan menghancurkan rantai yang melilit ayahnya dengan mudah kemudian meminumkan potion tersebut ke ayahnya. tak lama kemudian luka-luka luar yang terdapat di tubuh ayah Ellisa mulai menghilang hingga benar-benar menghilang.
"Apakah sudah selesai sayang?" tanya Xio memastikan.
"sudah" jawab Ellisa memapah ayahnya berjalan mendekat Xio.
"Ellisa siapa dia?" tanya ayah Ellisa.
"Ayah mertua nanti saja perkenalannya, sekarang kita harus keluar dari sini" sahut Xio dan langsung menggenggam tangan Ellisa.
Tiba-tiba saja Xio,Ellisa dan ayahnya Ellisa sudah berada di tanah lapang yang sepertinya halaman istana.Xio juga dapat melihat para bawahannya yang sudah berdiri disana dengan membawa tali yang mengikat beberapa orang yang agak babak-belur.
"Ayah mertua perkenalkan namaku Xio Archon" ucap Xio sopan menghadap ayah Ellisa sambil tersenyum.
(ARTHUR VANDERWALL / AYAH ELLISA)
"Dan kenapa kamu memanggilku ayah mertua?" lanjut Arthur bertanya.
"Kalau itu nanti saja sebaiknya ayah mertua mengurus mereka terlebih dahulu!" jawab Xio menunjuk orang-orang yang terikat oleh tali. Arthur langsung melirik kearah yang di tunjuk oleh Xio dan wajahnya langsung berubah menyeramkan .
"Semuanya bawa mereka kemari!" perintah Xio dan para bawahan Xio lansung menyeret orang-orang tersebut kedekat Xio. Arthur melirik kearah Xio sebentar.
"ayah mertua, anda bebas melakukan apapun pada mereka" ucap Xio tersenyum.
"Ternyata istriku sudah kembali" tiba-tiba terdengar suara seorang pria dari atas, dan tak lama kemudian munculah seorang pria tampan tapi berbed jauh dengan ketampanan Xio.
Pria tersebut langsung mendekat kearah Ellisa dan berniat menyentuh Ellisa tapi tiba-tiba.
Slashh!
.
.
Crassh!
tangan pria tersebut terpotong.
"Arghhh…S*ialan siapa yang berani menyakitiku?" teriak pria tersebut kesakitan.
'System cek status pria tersebut!' ucap Xio dalam hati.
[Nama: Erden Vouch
Ras: Malaikat
Level: 6.300. ]
Xio tersenyum melihat level malaikat tersebut yang bernama Erden.
"Aku memangnya kenapa?" sahut Xio tersenyum meremehkan.
"Beraninya kau!!" Teriak Erden dan lansung melesat kearah Xio menggunakan sayapnya.
Crassh!
Crassh!
Belum sampai Erden didekat Xio, dirinya sudah tersungkur ketanah karena sayapnya sudah terpisah dari tubuhnya. Xio berjalan mendekat kearah Erden dan menginjakan kakinya di kepala Erden.
"S*alan lepaskan" Erden berusaha bangkit tapi kesusahan karena kaki Xio menahan kepalanya ditanah.
"Jadi kamu yang sudah berani meracuni istriku dengan racun rumput naga, tapi terimakasih juga berkatmu aku bisa bertemu dengan ellisa" ucap Xio kembali menekankan kakinya.
"Apakah ini yang dinamakan malaikat?, hahh sungguh lemah sekali" ejek Xio, sedangkan Erden dari tadi sudah berusaha memberontak tapi pijakan Xio semakin kencang hingga membuat Erden susah untuk berbicara.
Xio melepaskan pijakannya dan mengeluarkan pedang dark abbyy dari inventorynya. kemudian Xio memotong tangan dan kedua kaki milik Erden. orang-orang yang sudah bersekongkol dengan Erden tadinya mereka merasa sedikit secercah harapan saat Erden tiba karena mereka berpikir kalau Erden tidak ada yang bisa mengalahkannya, tapi saat ini harapan mereka telah lenyap sirna setelah melihat harapan terakhir mereka sedang disiksa oleh Xio.
Xio mencengkeram kepala Erden untuk menggali informasi darinya, tapi yang Xio temukan........
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG