
...----------...
Acara ulng tahun Leon dan Lena selesai pada waktu sore hari, Xio memutuskan untuk memberikan hadiahnya saat di dunia Flix saja karena jika orang-orang melihatnya mereka akan curiga dengan hewan-hewan tersebut.
Sampai dengan acara selesai dan para tamu sudah hampir pulang semuanya, Namun Jhonatan dan baswara masih belum berbaikan dan masih tidak ada yang mau membuka percakapan. Sampai akhirnya Jhonatan memberanikan dirinya untuk membuka percakapan karena memang tujuannya mengundang Baswara untuk berbaikan.
(BASWARA DARMA)
"Emm Baswara aku ingin berbicara sebentar." Ucap Jhonatan sedikit gugup setelah mengingat tadi juga baswara mencampakkan nya.
"Aku tidak ingin mendengarkan omong kosong dari seorang pengkhianatan." Balas Baswara ketus, Xio yang dari tadi Memperhatikan mereka pun akhirnya berjalan mendekati keduanya.
"Paman tolong dengarkan ayah sebentar saja, biarkan ayah menjelaskan semuanya." Ucap Xio.
"Baiklah." Kata Baswara, Xio tersenyum kemudian pergi meninggalkan mereka agar mereka bisa berbicara berdua sajasaja. Setelah Xio pergi Jhonatan pun kembali berbicara.
"Aku tahu ini semua salahku, Kamu bebas memanggilku dengan sebutan pengkhianat, B*jingan,Aku akan menerimanya."
"Aku juga tahu kalau kamu sangat menyayangi Nadia dan telah mempercayakannya padaku namun aku malah mengecewakanmu."
(NADIA ALEXANDER)
"Aku sungguh tidak bermaksud Membiarkan Nadia meninggalkan kita, Tapi aku memperbaiki semua kesalahanku dan aku berjanji akan menjaga peninggalan terakhir Nadia Yaitu Xio. Jadi aku mohon kamu memaafkanku agar kita dapat kembali berteman." Jelas Jhonatan dengan tatapan serius.
Baswara berpikir sejenak, ia juga merasa bersalah karena saat Nadia sedang sakit sakitan, Baswara saat itu sedang fokus dengan pekerjaannya namun ia juga memang tidak tahu kalau waktu itu Nadia sedang Sakit.
Baswara saat ini sedang bimbang antara harus memaafkan Jhonatan atau tidak, setelah apa yang di pebuat Jhonatan sehingga menyebabkan adik kesayangannya meninggal dunia. Namun ia kembali berpikir memang tidak ada gunanya juga kalau dirinya terus tidak memaafkan Jhonatan karena baswara yakin kalau saat ini Jhonatan benar-benar serius.
"Aku pegang kata-kata mu, Jika sampai kamu tidak memenuhi janjimu sekali lagi, aku tidak akan segan-segan Memghajarmu." Ucap Baswara berjalan meninggalkan Jhonatan.
"Terimakasih!" Teriak Jhonatan agar Baswara mendengarnya.
"Aku Berjanji tidak akan mengecewakamu lagi!" Teriaknya lagi.
Baswara berjalan menuju Xio yang sedang beribicara dengan Leon dan Lena.
"Paman apakah sudah mau pulang?" Tanya Xio.
"Maafkan paman tidak bisa berlama-lama, Paman berjanji kalau ada waktu paman akan berkunjung lagi kesini, Kamu juga kalau membutuhkan sesuatu hubungi saja paman." Jawab Baswara menepuk pundak Xio kemudian berjalan pergi.
Setelah Baswara pergi, Xio mendekati Jhonatan.
"Bagaimana ayah?" Tanya Xio.
"Emm untunglah Baswara sudah memaafkan ayah." Jawab Jhonatan.
"Baguslah kalau begitu." kata Xio.
"Papah ayo kita berlatih Skill yang baru saja kakek berikan." Ucap Lena dengan wajah bersemangant.
"Tapi sekarang kan sudah mau malam." Jawab Xio, membuat wajah Lena cemberut.
"Besok saja ya, sekalian papah akan memberikan hadiah ulang tahun dari papah." Ucap Xio sambil mengelus kepala lena.
"Emm baiklah, ayo kakak kita buka kado kado nya." Ucap Lena menarik tangan Leon. Xio dan Jhonatan hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Lena.
"Oh iya ayah, besok tolong gantikan aku dulu di perusahaan." Ucap Xio karena besok ia sudah berjanji untuk memberikan hadiah dan mengajarkan Leon dan Lena Skill baru.
"Baiklah kamu bisa mempercayakan perusahaan pada ayah." Jawab Jhonatan.
Xio menemani Leon dan Lena membuka buka hadiah, dan ternyata banyak sekali hadiah yang di dapatkan dimulai dari tas, sepatu, dan pakaian-pakaian bermerk lainnya. Yang membuat Xio bingung adalah wajah Leon yang datar seperti tidak senang.
'Apakah aku yang dulunya seorang pemulung pantas mendapatkan semua ini, jika ini semua hanya mimpi tolong jangan bangunkan aku, karena aku ingin terus melihat adikku yang tersenyum. dan jika ini bukan mimpi tolong jangan datangkan badai lagi kecuali jika memang akan ada pelangi setelahnya.' Batin Leon yang dapat didengar oleh Xio.
'Ternyata pemikiran Leon sudah dewasa.' Batin Xio, kemudian ia pun memikirkan sesuatu agar Leon senang.
"Leon bagaimana kalau besok kita berburu monster." Ujar Xio, karena mengingat Leon suka berpedang.
"Yayyy berburu monster!!" Teriak Leon kegirangan.
"Papah Lena juga ingin Ikut!!" Ucap Lena dijawab Xio dengan anggukan.
"Yayyy lena sudah tidak sabar ingin meledakan monster-monster lagi seperti ini." Ucap Lena dan saking senangnya tanpa sengaja ia mnegeliarkan Waterball miliknya. Namun Xio dengan Sigap menyerap Waterball tersebut dengan Blackhole nya karena Xio tau kalau Waterball tersebut menyentuh permukaan akan menimbulkan ledakan yang besar.
"Hufft untung saja masih keburu." gumam Xio menghela nafas.
"Hehe maaf, Lena tidak sengaja." Ucap Lena cengengesan.
"tidak apa-apa, tapi lain kali harus hati-hati." Kata Xio.
"Oh iya Kalian pakailah ini." ucap Xio memberikan cincin penyimpanan untuk Leon dan Lena.
"Cincin ini untuk menyimpan barang barang ini." Lanjutnya menunjuk barang-barang hadiah yang mereka dapatkan karena banyak sekali.
"Siap papah!" jawab Leon dan Lena karena mereka sudah tahu cara penggunaannya.
...----------------...
Keesokan harinya sesuai janji Xio mengajak Leon dan Lena ke dunia Flix, Leon dan Lena mengambil cuti dari sekolahnya dahulu walaupun sebenarnya mereka berdua bisa sanja loncat kelas.
"Papah apakah masih lama?" Tanya Leon karena saat ini mata Leon dan lena ditutupi oleh kain dan mereka berdua berjalan dituntun oleh Xio.
"Tunggu sebentar lagi." Ucap Xio, dan ketika sudah sampai taman Xio membuka kain penutup mata mereka.
"Tadaa!!, ini hadiah dari papah." Ucap Xio menunjukan 2 binatang Shinwa di hadapannya.
"Woaah Lucu sekali!" Teriak Lena langsung memeluk hewan tersebut dan hewan tersebut juga membalas pelukan Lena.
"Papah berapa umur mereka?" Tanya Leon.
"Umur mereka baru 10 bulan." Jawab Xio karena sebelumnya ia sudah di beri tahu oleh Ramiel.
"Lali bagimana dengan induk mereka bukankah mereka seharusnya bersama dengan induknya?" Tanya Lena. Xio yang bingung harus menjawab apa kemudian ia menatap tajam para bawahannya agar membantu menjelaskannya.
"Tuan putri, sebenarnya mereka sudah tidak memiliki orang tua lagi karena induk mereka sudah meninggal." Jelas Mikhael.
"Kasihan sekali, papah bolehkah Lena merawatnya?" Tanya Lena.
"Tentu saja Boleh, papah memang berniat untuk menjadikan mereka hewan kontrak untuk Leon dan Lena karena kedua hewan tersebut memiliki elem yang sama dengan kalian yaitu cahaya dan kegelapan." Jawab Xio.
"Lalu bagaimana caranya untuk mengikat kontrak?" tanya Leon.
"Kalian tinggal memberikan mereka nama, dan kalau mereka setuju maka akan muncul tanda di tubuh kalian yang melambangkan hewan kontrak kalian." Jelas Xio.
"Kalau begitu aku akan memberikan mu nama Erebos" Ucap Leon kemudian di lehernya muncul cayaha yang perlahan meredup dan menampilkan tato yang berbentuk bulan.
Dan Selanjutnya adalah Lena, Lena memberikan nama hewan kontraknya dengan nama Lux, dan kali ini giliran leher lena yang bercahaya kemudian muncul tato bergambarkan matahari.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG