
...----------------...
"Nenek!!" Teriak Ellisa karena ternyata Orang yang keluar dari helikopter tersebut adalah Rose.
Rose pun Menghampiri Mereka dan memeluk Ellisa, "Maaf Nenek datang terlambat. Dan selamat atas pernikahan kalian, Kalian berdua terlihat sangat cantik dan tampan." Kata Rose kemudian melepas pelukannya.
"Tidak apa-apa, aku juga mengerti nenek pasti sibuk. Terimakasih juga sudah mau menyempatkan datang kemari." Jawab Ellisa.
Rose melihat kesekitar, "Xio, Dimana Jhonatan?." Tanyanya. Xio Melihat Kesampingnya karena tadi Jhonatan berdiri disampingnya tapi sekarang sudah tidak ada, "Tadi ada disini." Kata Xio.
"Sudah mulai berani yah anak satu itu." Ucap Rose, Membuat Xio bingung sebenarnya apa yang terjadi diantara mereka berdua. "Ayo nenek, kita mengobrol nya didalam saja." Xio mempersilahkan Rose masuk kedalam rumah.
Mereka pun Langsung masuk dan duduk di sofa. "Nenek mau aku buatkan minum?" Tanya Ellisa. "Tidak usah kamu duduk saja, Nenek sudah punya pelayan pribadi." Jawab Rose. "Jhonatan!, Kalau kamu tidak keluar dalam 3 detik aku akan menceritakan semua ceritamu." Lanjutnya dengan memanggil nama Jhonatan agak keras.
Brak!!
Pintu kamar Jhonatan Langsung terbuka agak kencang dan Jhonatan pun Langsung berlari kearah Rose, "Yes Ma'am!" Kata Jhonatan berdiri dengan tegap menghadap Rose.
"Buatkan Aku minuman seperti biasa." Ucap Rose.
"Tapi ma'am, anggur itu sudah habis." Jawab Jhonatan gelagapan.
"Jangan berbohong aku tahu kamu selalu menyimpan nya, Atau kamu ingin aku ceritakan Semua tentang kamu dimasa lalu?" Ujar Rose membuat Jhonatan Langsung buru-buru ke kamarnya dan kembali ketempat rose dengan membawa satu botol anggur kemudian menuangkan ke gelas yang ada dihadapan Rose.
Rose menyesap sedikit anggur tersebut dan berkata. "Anggur seratus juta dollar memang tidak mengecewakan." katanya dengan wajah seakan puas berbeda dengan Jhonatan yang menjadi Lesu karena anggur kesayangan yang ia dapatkan dari pelelangan dengan harga yang sangat tinggi harus di berikan pada orang lain.
Xio penasaran apa yang pernah terjadi sampai-sampai Jhonatan patuh seperti itu, "Ayah Kenal dengan Nenek Rose?" Tanya Xio.
"Yah ayah tidak mengira kalo Rose yang diceritakan Erick Adalah orang yang sama dengan Rose yang ayah kenal." Jawab Jhonatan.
"Sebenarnya dulu ketika Jhonatan masih seumuran dengan kamu, Jhonatan sering datang ke Cassino dengan temannya tapi di-" Belum Selesai Rose mengucapkan kalimat nya sudah di potong Oleh Jhonatan.
"Ma'am Tolong jangan ceritakan hal itu!" Kata Jhonatan. "Haha baiklah karena aku juga pasti akan malu kalau jadi kamu, apalagi kalau anak cucumu tahu hahaha.. " Rose tertawa.
Rose Memperhatikan sekitar dan kemudian ia menghela nafas, "Hahhh... rumah ini sedikit berubah karena sekarang jadi lebih ramai, Aku jadi ingat ketika masih tinggal berdua dengan Azril." Kata Rose. "Untuk malam ini mungkin aku akan menginap di sini. Bolehkan?" Lanjutnya bertanya.
"Tentu Saja boleh, lagi pula kan ini masih rumah milk Nenek dan kakek." Jawab Xio. Mereka pun melanjutkan obrolan mereka mengenai Ellisa yang sudah baik-baik saja dan juga Xio memberitahu kalau Ellisa sedang mengandung Anak kembar yang membuatmu mereka semua ikut senang.
"Kalau begitu aku akan kekamar Azril sekarang, aku penasaran apakah pria mesum itu masih menyimpan barang-barang pribadiku yang aku tinggalkan disini." Kata Rose Langsung beranjak dari sofa dan berjalan meninggalkan mereka.
"Anak papah sudah tidur ternyata." Kata Xio ketika melihat Leon dan Lena yang tertidur di paha Ellisa. "Sayang kamu tolong bawa Lena, aku akan membawa Leon." Xio langsung mengangkat Leon begitupun dengan Ellisa yang mengangkat Lena. Mereka berdua pun langsung berjalan kekamar Leon dan Lena untuk menidurkan mereka.
Mereka pun sampai di kamar Leon dan Lena dan langsung menidurkan mereka dikasur yang terpisah karena Xio sudah mengganti kasur mereka menjadi dua tapi masih dalam satu kamar. "Oh iya sayang, apakah kamu sudah tahu apa jenis Kelamin bayi yang ada didalam perutku?" Tanya Ellisa.
"Selamat kamu 100% benar!" Seru Xio, "Dan Ini sebagai hadiahnya." Xio langsung memepet Ellisa ke dinding kemudian menciumnya.
"Heyy kita masih dikamar anak-anak." kata Ellisa dan langsung di pangku Oleh Xio keluar dari kamar tersebut menuju kamarnya tanpa melepaskan ciumannya.
Malam tersebut pun menjadi malam penuh keringat untuk Mereka berdua karena berolahraga raga semalaman sampai akhirny Ellisa tertidur karena kelelahan.
'Kasihan Ellisa kalau selalu kelelahan seperti ini, apa lagi kita harus melakukannya setiap hari.' Pikir Xio ketika melihat wajah Ellisa yang sudah tertidur. 'System apakah di toko ada sesuatu yang bisa membuat sesorang tidak akan lelah atau selalu dalam bertenaga?' Tanya Xio dalam hati.
[Memulai pencarian....]
[ Pil Thurbot :
Sebuah Pil yang terbuat dari Dari campuran darah paus albino dengan intisari madu pelangi yang di produksi oleh Lebah Eritque arcus atau yang biasa di sebut lebah pelangi.
Pil Thurbot dapat membuat orang yang mengkonsumsinya tidak akan kehilangan tenaga selama 24 Jam, Pil Thurbot juga aman dikonsumsi setiap hari.
Harga: 10.000 PS/1 ]
'Agak mahal juga yah harga persatu nya dan lagi akan butuh waktu 7 bulan lagi sampai Ellisa melahirkan yang berarti aku harus membeli sebanyak 210 pil dan jika ditotalkan maka akan menghabiskan sebanyak 2.100.000 (Dua juta seratus ribu) PS. Yah tidak apa-apa lah demi Kebaikan Ellisa juga, lagian Aku bisa mengumpulkan Poin sistem lagi nanti.' Pikir Xio dan tanpa basa basi langsung membeli pil tersebut Sebanyak 260 buah karena Xio berpikir sisanya juga pasti akan berguna. Sehingga yang tadinya ia memiliki 13.100.000 PS, Sekarang tersisa 10.500.000 PS.
Xio mencoba mengeluarkan satu pil tersebut untuk melihat bentuknya. Muncul satu pil kecil di telapak tangan Xio, pil tersebut memiliki warna seperti pelangi dan ukuran oil itu sangatlah kecil hanya sebesar biji jagung. 'Mulai besok aku akan menyuruh Ellisa untuk mulai meminum pil ini setiap hari.' Batin Xio, kemudian memasukkan kembali pil tersebut kedalam inventory nya.
Xio segera memejamkan matanya sambil memeluk dan membenamkan wajahnya di dada Ellisa untuk membuat segera tertidur karena terasa sangat nyaman tidur dengan posisi seperti itu pikir Xio.
********
Sementara itu Di dunia Flix atau Lebih tepatnya di Kerajaan Regalia terlihat Setiap sudut Kota sudah dihiasi dengan berbagai ornamen-ornamen yang sangat meriah seperti akan ada sebuah Festival yang sangat besar.
Semua Orang yang berada di Kerajaan Regalia tidur tidak nyenyak karena sudah tidak sabar menunggu akan datangnya hari Esok untuk merayakan sesuatu.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG