Cross The World With System

Cross The World With System
Panti asuhan



...----------------...


Setelah menitipkan pesan pada sebas untuk memberi tahu Leon dan Lena kalau Xio dan Ellisa mungkin akan akan pulang malam hari. Xio dan Ellisa pun langsung berangkat ke bumi.


Singkat Cerita Mereka berdua pun sudah sampai di Mall, dan langsung turun dari mobil. Xio berjalan kedalam Mall dengan menggandeng tangan Ellisa, Kemudian langsung berjalan ke tempat toko peralatan bayi selama dia masih memiliki Ps atau Mata uang dunia flix.


Tidak butuh waktu lama mereka berjalan, akhirnya sudah sampailah mereka di toko tersebut. Nampak lah dihadapan mereka seperti pakaian, mainan, keranjang dan segala sesuatu yang berhubungan dengan bayi.


Xio sebenarnya ingin membeli semua nya tapi ia terpaksa harus mengurungkan niatnya karena Ellisa pasti akan melarangnya karena berlebih-lebihan.


"Jangan berpikir untuk membeli semua nya!" Kata Ellisa seaakan tahu apa yang sedang Xio pikirkan.


"Hahhh baiklah..." Jawab Xio menghela nafas pasrah.


Mereka berdua pun langsung berjalan untuk mencari sesuatu yang sekiranya mereka sukai serta sepasang perempuan dan laki-laki.


Sekitar 1 jam lebih mereka berkeliling di dalam toko tersebut, Yang membuat lama yaitu karena Xio. Setiap dia melihat sesuatu yang di matanya imut dan lucu pasti langsung membungkus nya sampai-sampai sudah banyak banyak sekali pakaian serta mainan bayi yang mereka beli.


"Kalau begini sih sama saja." Ellisa menepuk jidatnya sendiri.


"Ayolah sayang ini juga kan buat anak-anak kita nanti." Kata Xio.


"Baiklah-baiklah" Jawab Ellisa.


Seketika wajah Xio langsung terlihat gembira dan kemudian mencium pipi Ellisa.


"Baiklah tolong kirimkan semuanya ke alamat ini." Ucap Xio pada beberapa pekerja disana yang dari tadi mengikuti mereka karena membawa barang yang Xio beli.


"Baik Tuan!" Jawab mereka.


Xio pun langsung menggandeng Ellisa ke luar dari toko tersebut meninggal para pekerja yang saat ini sangat iri dengan kemesraan mereka berdua apalagi saat tadi Xio mencium Ellisa membuat wanita dapat iri dengan Keromantisan Xio.


Xio mengajak Ellisa untuk makan siang dulu di tempat makan yang masih ada di mall itu. Mereka duduk di sebelah meja yang di isi oleh beberapa orang yang sepertinya para mahasiswa dari Universitas yang berada di dekat mall.


Saat mereka berdua sedang memakan makanannya, Ellisa melihat Xio pandangan terlihat sedang memikirkan sesuatu. Ellisa melihat ke samping dan ia pun tahu akhirnya tahu apa yang sedang Xio lamunkan ketika melihat para mahasiswa disampingnya yang sedang asik bercanda.


Ellisa langsung menggenggam tangan Xio. "Sayang, aku tahu apa yang ada dipikiranmu. kenapa kamu juga tidak melanjutkan pendidikanmu saja?" Ucap Ellisa karena ia berpikir kalau Xio juga saat ini harusnya dalam masa seperti mereka bermain dengan teman-temannya. Tapi Xio malah harus mengambil tanggung jawab yang berat yang seharusnya tidak di emban oleh seusianya seperti menjadi Raja, CEO, dan juga harus menjadi suami sekaligus seorang ayah.


Xio tersenyum dan menggelengkan kepala nya, "Tidak apa-apa, aku lebih suka menjadi diriku seperti saat ini. Lagi pula aku tidak membutuhkan yang namanya teman karena aku sudah punya kamu yang menemaniku." Kata Xio mencium tangan Ellisa sehingga membuat Ellisa tersipu. Xio memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikannya karena sudah tidak ada lagi yang bisa ia pelajari apalagi ia harus mengurus perusahaan serta kerajaannya dan tinggal beberapa bulan lagi Ellisa juga akan melahirkan.


"Baiklah kalau memang itu sudah jadi keputusanmu. aku juga akan mendukungmu kalau semisalnya kamu berubah pikiran." Ucap Ellisa membalas senyuman Xio. "Terimakasih sayang." kata Xio.


"Oh ya sehabis ini, kita ke toko kue yang tadi kita lewati." Ujar Ellisa dijawab anggukan oleh Xio.


Selesai makan, Merekapun kembali ke parkiran kemudian langsung berangkat ke toko kue yang Ellisa tunjukkan.


Ellisa membeli banyak sekali kue dan roti di toko tersebut membuat Xio bingung untuk apa kue sebanyak itu, Xio hanya membiarkan nya saja asalkan Ellisa senang maka ia akan mengabulkannya.


"Sayang biar aku yang menyetir." Kata Ellisa dan Xio pun menyerahkan kunci mobilnya.


Saat dalam perjalanan Xio di buat bingung karena jalan yang diambil Ellisa bukanlah jalan menuju rumah, sampai tibalah mereka di sebuah bangunan yang memiliki tulisan "Panti Asuhan Cahaya Mentari" di depan gerbang bangunan itu.


Xio tersenyum karena akhirnya tahu kenapa Ellisa membeli banyak sekali kue.


Ellisa dan Xio turun dari mobilnya kemudian berjalan memasuki gerbang.


Anak-anak yang kebetulan sedang bermain dihalam depan langsung berlarian kearah Ellisa, "Kak Ellisa!" Seru mereka dan langsung saja Ellisa menjadi serbuan anak-anak karena ternyata Ellisa pernah berkunjung kesini sebelumnya bersama dengan Leon dan Lena juga ketika Xio sedang di perusahaan.


"Halo anak-anak sudah lama tidak bertemu yah." Kata Ellisa dengan wajah tersenyum memesona.


"Kakak kemana saja?, kami kira kakak tidak akan berkunjung kesini lagi." Ucap Seorang anak kecil perempuan.


"haha maafkan kakak, kakak waktu itu ada urusan." Jawab Ellisa.


"Oh iya kakak, siapa paman yang bersama dengan kakak?, apakah pacar kakak?" tanya salah seorang anak.


"paman?" bingung Ellisa kemudian melirik kesampingnya dan melihat Xio yang wajahnya sedang cemberut. "Oh Perkenalkan Paman ini adalah suami kakak, namanya Xio." Kata Ellisa.


"Sayang... kenapa kamu juga memanggilku paman?, Apakah aku memang terlihat setia itu?" Rajuk Xio karena ia juga pernah dipanggil paman oleh Leon dan Lena. Tapi memang benar juga dilihat dari manapun, Xio tidak terlihat seperti anak umur 17 tahun pada umumnya dan malah terlihat seperti sudah umur 20-24 tahun.


Ellisa tertawa terbahak-bahak sampai mengeluarkan air mata. "Hahaha...maafkan aku barusan aku hanya bercanda." kata Ellisa.


"Anak-anak kalian tidak boleh tidak sopan." Ucap seorang wanita yang terlihat agak tua dan mungkin berumur 40-an tahun.


"Tuan dan nona, maaf atas ketidak sopanan anak-anak." Kata wanita tersebut.


"Oh ya bi tolong panggilkan semua anak-anak kemari." Lanjut Ellisa.


"Baik non tunggu sebentar." Jawab Lina kemudian kembali masuk kedalam panti.


"Sayang apakah kami pernah kesini sebelumnya?" Tanya Xio.


"Yah sesekali, ketika kamu sedang berada di perusahaan biasanya aku mengajak Leon dan Lena bermain dengan anak-anak disini." Jawab Ellisa, karena panti asuhan ini menampung banyak sekali anak-anak dari berbagai usia, bahkan ada yang masih bayi dan juga ada yang sudah dewasa.


"Kenapa kamu tidak pernah mengajaku?" Tanya Xio.


"karena aku pikir kamu tidak akan suka kalau di kerubuni oleh anak-anak." Jawab Xio.


"Kamu salah, aku sangat suka sekali dengan anak-anak dan bahkan aku pernah berencana untuk membuat anak sebanyak-banyaknya dengan kamu." Ucap Xio.


"baiklah kalau itu yang kamu inginkan hehe." kata Ellisa tersenyum manis membuat wajah Xio tersipu dan tanpa sadar langsung ingin mencium bibir Ellisa tapi Ellisa berhasil menahan mulut Xio dengan Telunjuknya.


"Eits, apakah kamu tidak lihat banyak anak-anak yang memperhatikan kita." Ucap Ellisa menn geleng-geleng kan kepalanya.


"Hehe suka kebablasan kalau melihat kamu senyum." Kata terkekeh sambil menngaruk kepalanya yang tidak gatal.


tak lama menunggu akhirnya semua anak-anak pun sudah berkumpul semua dan Ellisa mulai membagikan kue yang tadi dibelinya pada setiap anak serta Ellisa juga memberikan sebuh amplop pada mereka yang Kira-kira isinya adalah uang.


Xio tersenyum ketika melihat Ellisa yang sedang membagikan kotak kue dan juga karena melihat wajah Ellisa yang terlihat sangat bahagia sekali.


'Memang tidak salah aku menjadikan Ellisa pasangan hidupku, sidah cantik, baik hati, dermawan dan juga sayang dengan anak-anak. Setiap harinya Ellisa selalu saja membuatku semakin mencintainya, aku bersumpah akan selalu menjaga dan tidak akan pernah membuat senyum bahagia Ellisa pudar sedikitpun.' Batin Xio sambil terus memandangi wajah Ellisa.


Selesai membagikan semuanya, Ellisa dan Xio tidak langsung tapi mereka bermain dengan anak-anak yang ada disana terlebih dahulu. Xio dan Ellisa juga mencoba memangku bayi yang ada disana satu persatu Itung-itung belajar agar mereka tahu bagaimana cara menggendong bayi yang baik dan benar.


tidak terasa mereka berdua berada di panti tersebut sampai sore hari, sebelum pulang mereka berpamitan terlebih dahulu dengan Bibi Lina dan juga dengan anak-anak.



"Oh ya bi, ini Itung-itung untuk panti asuhan ke depannya." Ucap Xio menyerah sebuah kertas seperti kertas cek.


Bi Lina melihat apa yang Xio berikan, dan alangkah terkejutnya ia ketika melihat nominal uang yang tertulis didalam cek tersebut. "Tapi tuan uang segini terlalu banyak." Kata Bi Lina ketika melihat nominal sebesar 100 juta rupiah tertera di cek tersebut.


"Ambil saja bi, agar anak-anak juga bisa mendapatkan kehidupan dan pendidikan yang tercukupi dan juga untuk memperbesar panti asuhan ini. Setiap bulan aku juga akan mengirimkan sejumlah untuk donasi kesini." Kata Xio.


"Baiklah saya sangat berterima kasih atas bantuan tuan dan nona." Ucap bi Lina walaupun sebenarnya ia masih agak sungkan menerima uang tersebut karena pan juga sudah mendapatkan bantuan dana dari pemerintah. Apalagi barusan Xio juga berkata kalau ia akan mengirimkan uang setiap bulannya untuk panti asuhan tersebut.


"Kalau begitu kita pamit dulu bi, dadah anak-anak sampai ketemu lagi nanti." Ucap Ellisa melambai-lambai kan tangannya begitupun dengan Xio, kemudian masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya untuk kembali kerumah mereka.


Sesampainya dirumah, ada seorang bawahan Xio yang memberitahukan kalau tadi ada mobil yang mengantarkan barang-barang bayi yang tadi mereka beli.


Xio dan Ellisa pun langsung masuk kedalam rumah dan langsung masuk kekamar mereka untuk membersihkan diri. Sebelum masuk kamar mandi Ellisa mengajak Xio foto bersama untuk memposting nya di sosial media milik Ellisa.



Baru saja beberapa detik Ellisa mengupload nya sudah jutaan like dan komen yang ia dapatkan. Xio pun langsung mengecek sebenarnya sudah berapa banyak followers yang Ellisa punya, dan ternyata Ellisa sudah memiliki lebih dari 300 juta followers dengan akun yang baru sja dibuat beberapa bulan yang lalu. Serta Ellisa juga hanya baru Mengaupload dua foto saja yaitu ketika ia sedang di Jepang dan foto yang baru saja mereka ambil.


"Sayang kenapa hampir semua komenannya malah menanyakan siapa kamu?" tanya Ellisa. "Apakah kamu tidak punya Sosial media?" Tanyanya lagi.


"Mungkin karena ketampanan ku, aku juga tidak punya sosial media karena tidak mau wajahku terekspos pada publik saja." Jawab Xio.


"Terus apa sih maksud dari komenan ini?, mereka tahu kalau kamu adalah seorang ayah?" tanya Ellisa menunjukkan layar handphone pada Xio. Xio menepuk jidatnya sendiri ketika melihat komenan tersebut yang ternyata bertuliskan "Yasshh daddy🄵🄵".


'Ellisa ini sungguh polos' pikir Xio. "Hemm ya mungkin mereka tahu kalau aku adalah seorang ayah." Jawab Xio.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG


Kalau ada yang gak suka leave aja ya šŸ˜, saya menulis novel ini karena ingin memuaskan imajinasi saya 😊😊.