Cross The World With System

Cross The World With System
Pernyataan



...----------------...


Di Dalam kamar yang disana terdapat sebuah ranjang besar berantakan, Terlihat seorang pria berwajah tampan rupawan dengan rambutnya yang basah, dan hanya mengenakan handuk saja di pinggangnya. Pria tersebut duduk di tepi ranjang sambil memperhatikan seorang wanita yang sedang memakai pakaian dihadapannya.


Pupil matanya yang biru cerah pria itu terus menikmati pemandangan dari tubuh wanita dengan bodi mulus dan seksi luar biasa di hadapannya tanpa berkedip. Setiap pergerakan tangan wanita tersebut ketika mengenakan **********, dan ketika wanita tersebut menyibakkan rambut putih dan juga sedikit basah tersebut.


Pria dan juga wanita yang tampan dan cantik tersebut adalah Xio dan Ellisa yang baru saja keluar dari kamar mandi. setelah melakukan hal intim di dalamnya sekaligus juga membersihkan tubuh dari bau keringat.


"Istriku sangat sempurna…" Gumam Xio melontarkan kalimat yang keluar dengan sendirinya.


"Sayang tolong bantu aku menarik resleting yang ada dibelakang ini!" Kata Ellisa kesusahan untuk memasangkan resleting dress-nya yang ada di belakang dan harus dibantu seseorang.


Xio berdiri dan kemudian berjalan ke belakang Ellisa sangat dekat dengan tubuhnya yang masih setengah basah.


"Yang ini?" Tanya Xio.


"Ya Iyalah yang itu, kan disitu hanya ada satu resleting saja." Jawab Ellisa.


"Oh benar juga hehe…" Xio tertawa pelan berpikir kenapa harus menanyakan pertanyaan yang jawabannya sudah jelas. Mungkin itu karena dirinya terlalu fokus memperhatikan kecantikan Ellisa yang bak Dewi itu.


Zipp! Xio menarik resleting dress Ellisa keatas.


Saking dekatnya Xio berdiri di belakang Ellisa, membuat dia bisa merasakan gesekan antara bokong Ellisa bersama dengan naga perkasanya yang tadi sebenarnya sudah tertidur, tapi seketika langsung bangkit kembali dan berdiri tegak terpicu oleh lembutnya tekanan bokong Ellisa.


Ellisa yang menyadari ada sesuatu yang keras menekan bokongnya, dan di pun tahu kalau benda itu adalah sang tuan pemberi kenikmatan yang terbangun dari istirahatnya.


"Emm...sayang...apa kamu masih belum puas dengan yang baru saja kita lakukan beberapa menit lalu?" Tanya Ellisa tangannya menjulur ke belakang memegang punya Xio.


"Tidak perlu dipikirkan istriku…" Ucap Xio melepaskan tangannya Ellisa dari mend miliknya dengan lemah lembut.


Xio memutar tubuh Ellisa agar menghadap dirinya. Dan kemudian…


Cup!


Xio mengecup bibir Ellisa sekilas. "Kamu temani saja dulu bayi kita. Aku bisa menunggu nanti malam." Ucap Xio tersenyum.


Ellisa melirik terlebih dahulu ke bawah ke arah benda Xio yang masih tegang. "Emm.." Kembali memandang wajah Xio, "Baiklah kalau begitu kamu juga segera pakai baju dan turun kebawah." Kata Ellisa dibalas dengan senyuman oleh Xio.


Ellisa pun berjalan keluar dari kamar dengan mencium pipi Xio terlebih dahulu.


Setelah Ellisa keluar dari kamar, Xio terlihat mengetuk-ngetuk kepalanya sendiri.


"Bodoh... kenapa kamu tegang lagi?! Padahal beberapa waktu yang lalu aku sudah puas!!" Xio menggerutu mengutuk dirinya sendiri karena malu.


"Hahh...mungkin tubuh istriku yang terlalu merangsang." Xio menghela nafas sambil mengusap wajahnya sendiri.


"Tidak apa-apa, walaupun tidak bisa melakukannya setiap saat karena istriku harus mengurus anak-anak. Setidaknya kita bisa melakukannya setiap hari di waktu senggang." Xio terlihat menyunggingkan bibirnya merasa menjadi pria terberuntung di dunia karena memiliki istri yang cantik luar biasa, seksi, dan juga berbakti pada suaminya.


Setelah berbicara dengan dirinya sendiri, Xio pun mulai memakai pakaiannya. Kemudian keluar dari kamar dan turun kelantai bawah untuk berkumpul dengan keluarganya.


Setibanya di ruangan berkumpul, Dia disana hanya melihat Rose yang sedang duduk kursi di depan perapian, dan di sofa hanya ada Ellisa yang sedang menyusui Nathan dan Tassa.


"Nek...kemana anak-anak dan ayah?" Tanya Xio sambil berjalan ke dekat Ellisa dan mencium bayinya yang sedang menyusu secara bergantian.


"Jhonatan membawa anak-anak kepuncak gunung untuk bermain ski. Dia juga menyuruhmu untuk segera menyusulnya." Jawab Rose.


"Tuh cepat kamu susul anak-anak!" Kata Ellisa.


"Baiklah-baiklah..." Ucap Xio mendekatkan wajahnya pada Ellisa dan mencium bibirnya sekilas kemudian melepaskan ciumannya. "Kalau begitu aku pergi dulu…" Lanjutnya langsung menghilang dari dalam Mansion dan muncul kembali di atas langit.


Xio melayang diatas langit untuk mencari keberadaan Jhonatan dan juga anak-anak. Sampai Xio pun melihat di hamparan salju putih yang tidak jauh dari mansion, terdapat seorang pria yang sepertinya sedang berusaha menarik 2 orang anak kecil yang kepalanya masuk kedalam tumpukan salju.


Xio pun segera melesat ke arah mereka sudah tahu kalau itu adalah Jhonatan serta anak-anak.


"Ayah, kalian sedang apa?" Tanya Xio yang baru saja menapakkan kakinya di dekat mereka.


"Oh Xio kamu akhirnya datang juga. Ini Leon dan Lena terlalu cepat meluncur dari atas sana sampai kehilangan keseimbangan dan masuk deh ke dalam tumpukan salju ini." Jawab Jhonatan.


"Mmmhp..!" Terdengar suara Leon dan Lena yang belum ditarik dari tumpukan salju tersebut.


"Ah kakek lupa belum mengeluarkan kalian." Kata Jhonatan segera menarik kaki mereka berdua dan akhirnya mereka berdua pun berhasil keluar.


"Ahahaha...tadi itu menyenangkan sekali!"


"Iya ayo kita lakukan lagi!" Seru mereka berdua terlihat bergembira walaupun rambut dan pakaiannya di selimuti salju yang menempel.


"Bersihkan dulu salju saljunya ini." Kata Xio menyingkirkan salju-salju yang ada di kepala Leon dan Lena.


Cssh!


"Aku sudah kering!" Seru Leon tubuhnya mengeluarkan asap. Karena dia baru saja mengeringkan badannya menggunakan elemen api. Sehingga salju meleleh menjadi air, dan kemudian menguap jadi asap. Pakaian yang dikenakannya pun menjadi hangat.


"Bagus, sekarang tinggal Lena sayang." Kata Xio membatu Lena membersihkan salju yang menempel di wajahnya secara manual.


"Oh ya Xio, apa kamu membawa alat-alat ski untukmu?" Tanya Jhonatan.


"Tenang saja ayah, aku sudah menyiapkannya." Jawab Xio. "Selesai...sekarang ayo kita naik lagi ke puncak!" Serunya.


***


Di markasnya Morron. Saat ini terlihat semuanya sedang berpesta merayakan kemenangan telak mereka. Ada yang minum bir bergelas-gelas, ada yang makan-makan, ada yang karaoke, dan ada juga yang menari.


Di tengah semua perayaan itu, terdapat seorang wanita sedang duduk dengan wajah yang melamun.


"Hei nona! Ada apa melamun seperti itu?" Morron menegur perempuan tersebut yang tidak lain yaitu Fellis.


"Aku tadi bermimpi kalau tuan Xio seperti menyelamatkanku dari maut…" Kata Fellis. "Dan ketika jatuh di pangkuannya, jantungku rasanya seperti berhenti berdetak saat wajahnya sangat jelas di hadapanku." Tambahnya dengan wajah yang memerah.


"Ayolah..itu bukan mimpi…" Morron duduk di samping Fellis dan menceritakan semuanya ketika Xio menyelamatkan Fellis dan mengalahkan Frank adalah kejadian nyata. "Apa nona Fellis menyukai tuan Xio? Kalau nona Fellis menyukai Tuan Xio, saya pasti akan mendukungnya. Nona Fellis masih muda dan sangat cantik, akan cocok bila berpasangan dengan Tuan Xio." Lanjut Morron.


"Ah seperti itu yahh.." Kata Morron menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Kalau nona Fellis yang menurutku sudah sangat cantik ini mengatakan seperti itu, lalu secantik apa istrinya tuan Xio?" Lanjutnya bertanya.


"Kecantikan istri tuan Xio sangat tidak manusiawi. Jika kamu bertemu dengannya, mungkin kamu akan menganggap baru saja bertemu dengan bidadari." Jawab Fellis mengambil segelas besar bir lagi dan kemudian meneguknya hingga habis.


"Sudahlah tidak usah membicarakannya lagi. Aku tidak mau mengganggu rumah tangga orang…" Kata Fellis menempelkan wajahnya di atas meja.


Hiks hiks


"Kenapa aku harus menyukai orang tidak bisa ku gapai...hiks" Ucap Fellis sepertinya mabuk. "Bagaimana cara agar melupakannya? Aku tidak mau bertepuk sebelah tangan saja, aku ingin tuan Xio menyukaiku juga." Karena mabuk Fellis pun tanpa sadar mengeluarkan semua isi hatinya, yang ternyata selama ini menyukai Xio dalam diam.


"Aduh bagaimana ini...nona Fellis pasti sedang mabuk." Bingung Morron. "Ayo nona Fellis, saya antarkan ke kamar anda saja." Kata Morron membantu Fellis berjalan menuju ruang istirahat.


Sepanjang jalan Fellis tidak berhenti menangis dan terus membicarakan betapa dia mencintai Xio. Morron yang mendengarkannya sebenarnya merasa kasihan pada Fellis, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, dan tidak mau juga mencampuri urusan orang lain.


Morron membaringkan Fellis diatas ranjang. "Saya tidak membantu apa-apa masalah percintaan, tapi saya harap nona Fellis pasti akan mendapatkan yang terbaik." Kata Morron kemudian berjalan keluar ruangan dan menutup pintunya kembali meninggalkan Fellis yang masih mendumel sendiri.


Fellis sebenarnya termasuk dalam golongan wanita yang sangat cantik. Rambutnya berwarna hitam gelap, matanya yang agak besar dengan pupil berwarna coklat cerah. Kulit halus dan mulus. Badannya pun tinggi serta seksi. Mungkin kalau masuk dunia permodelan, dia sudah menjadi super model.


Tapi sayangnya orang yang disukainya adalah Xio. Seorang pria berstatus suami dengan seorang istri yang bisa dibilang wanita tercantik seluruh dunia yang kecantikannya jauh dari siapapun dan tidak ada lagi yang lebih sempurna darinya.


Sadar dengan fakta tersebut, Fellis lebih memilih untuk menyukai Xio secara diam-diam saja. Berharap suatu saat Xio akan membukakan hati untuk dirinya. Jadi Fellis selalu ingin tampil maksimal jika harus bertemu Xio walaupun hanya beberapa kali saja.


Fellis di grup Black Rose memiliki kedudukan seperti wakil atau sekretaris, karena dirinya pintar dan juga cekatan. Dia juga sudah bergabung dengan kelompoknya Rose sudah cukup lama.


***


Malam hari pun telah tiba. Di dalam mansion Xio yang ada di pegunungan bersalju. Terlihat Xio bersama dengan keluarganya baru selesai makan malam yang dimasukan oleh maid-maid disana.


"Malam ini jangan dulu pada tidur yah...pukul 12 malam nanti ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan di puncak gunung." Ucap Xio sebelum semuanya meninggalkan meja makan.


"Apa itu sayang?" Tanya Ellisa.


"Hehe tunggu saja nanti." Jawab Xio tertawa kecil.


.


.


.


.


Waktu yang ditunggu-tunggu pukul 11.50 pun akhirnya telah tiba. Di puncak gunung es yang tinggi, terlihat Xio bersama dengan Ellisa sudah duduk berdampingan di sebuah bangku. Walaupun disana terlihat dingin sebab hanya dikelilingi salju, tapi sebenarnya di tempat itu sangatlah hangat berkat Dari sihir cahayanya Xio.


Disana mereka tidak berdua saja. Tapi ada Leon dan Lena yang duduk di pangkuan Jhonatan, dan ada Rose juga yang memangku Nathan dan Tassa.


"Papah memangnya kita mau melihat apa? Di Atas sini hanya bisa melihat hamparan salju dan langit malam saja." Ucap Leon.


"Haha tunggu sebentar lagi." Jawab Xio.


1 menit


2 menit


.


.


.


.


.


8 menit


9 menit


Dan tinggal menunggu hitungan detik saja hingga pukul 00.00


Terlihat wajah mereka yang antusias tidak sabar menunggu sebenarnya apa yang ingin ditunjukkan oleh Xio. Hingga tidak lama kemudian…


Langit malam yang awalnya gelap, seketika menjadi indah dengan balutan bintang-bintang bak berlian yang bertaburan. Kerlipan bintang bintang tersebut sangat memanjakan mata untuk yang melihatnya. Apalagi seperti Xio dan keluarga yang melihat dari puncak sehingga terlihat sangat jelas cahaya bintang-bintang tersebut memancar ke hamparan salju yang membuatnya cerah.


"Wahh...indah sekali…!" Ucap Ellisa matanya masih terpana dengan fenomena luar biasa tersebut.


Xio tersenyum melihat Ellisa yang menyukai fenomena yang dibuatnya itu.


"Ini belum selesai." Kata Xio. YAng tidak lama kemudian terciptalah Kilauan Kilauan gelombang warna-warni di langit atau yang sering disebut Aurora.


Kemunculan Aurora tersebut menambah keindahan langit malam tersebut. Warnanya yang beragam dan bergonta-ganti, membuat malam kali ini tidak diselimuti


Dengan kegelapan lagi. Tapi penuh oleh cahaya alami dari langit yang menyinari permukaan.


"Bagaimana apa kamu menyukainya istriku?" Tanya Xio.


"Iya aku sangat menyukainya. Langitnya sangat indah. Apa kamu yang menyiapkan semua ini sayang?" Kata Ellisa kemudian bertanya balik. Dan dijawab anggukan serta senyuman oleh Xio.


Xio kemudian berdiri di hadapan Ellisa dan berlutut satu kaki menghadapnya. Dia memegang tangan kanan Ellisa, dan menatap matanya dalam penuh makna.


"Sekarang biarkan aku terbuka untukmu! kamu tahu mengapa setiap saat aku selalu datang padamu? Dan selalu mengikutimu? karena aku takut. takut kehilanganmu. takut dalam arti perasaan yang lebih buruk. kamu adalah hal terbaik yang pernah terjadi padaku jadi aku takut kehilanganmu.aku tidak pernah ingin kehilanganmu.aku tidak butuh segalanya untuk dirimu. aku butuh kamu untuk tertawa bersamaku kadang-kadang.aku butuh kamu untuk menangis di bahuku. aku butuh kamu dan hanya kamu setiap saat dan selamanya itu adalah kamu dan akan selalu menjadi kamu. aku sangat mencintaimu. Sangat sangat sangat mencintaimu. Kamu tahu betapa sulitnya bagiku untuk bahagia di depanmu. Aku tidak ingin melihat kamu sedih karenaku. Aku tahu ini bahkan sulit bagimu. biarkan aku memberitahumu aku akan ada untukmu tidak peduli seberapa sulitnya. aku tahu banyak yang mungkin telah terjadi dan semua yang telah kamu lalui karena aku. maaf! kamu tahu bahwa kamu adalah yang terbaik dari semua orang. maksudku yang terbaik di dunia .setelah semua ini yang telah kamu lalui kamu masih peduli padaku.terima kasih! terima kasih telah bersamaku ketika semua yang ada di sekitarmu memisahkan kita.aku tidak tahu apa jadinya hidupku jika kamu tidak menjadi bagian darinya. Aku tidak ingin menghabiskannya hidupku tanpamu. Aku merasa semua yang saya inginkan hilang ketika aku berpikir jika kamu tidak akan menjadi bagian darinya. aku tahu jika kamu tidak mencintaiku atau merawatku, kamu tidak mungkin akan memberikanku buah hati yang lucu. kamu akan selalu menjadi satu-satunya yang telah kuberikan hatiku. biarkan aku memberitahumu bahkan jika kamu tidak mencintaiku, hatiku akan selalu begitu milikmu dan akan menjagamu. setiap hari aku banyak berdoa untuk membuat segalanya menjadi normal. aku banyak berdoa setiap hari dan aku tahu tuhan akan mendengarkanku. aku harap kamu juga akan berdoa. ini sulit untuk kita berdua. aku tidak bisa menghabiskan satu hari tidak berbicara denganmu. hari semakin buruk. kamu tahu pikiranku sangat jahat. mulai berpikir negatif. dan itu membuatku menangis. aku telah menghabiskan banyak sekali rintangan yang ingin memisahkan kita. Dan semua rintangan itu akan selalu terlewati karena aku tidak mau sehari saja tanpa dirimu. Aku tahu kamu mengerti. dan jika kamu ingin meninggalkanku, kamu akan melakukannya tetapi kamu tidak. kamu masih memegang tanganku. terima kasih sayang! kamu akan menghindariku dengan segala cara yang mungkin. terima kasih telah memelukku sayang! mencintaimu. aku sudah memberitahumu mengapa aku posesif denganmu karena aku takut kehilanganmu. maaf karena aku sangat jahat. aku tidak mendengarkanmu. maaf untuk itu. maaf! mencintaimu selamanya dan akankah kamu tahu aku hanya merasa bahwa kamu mencintaiku ketika kamu mau mengandung anak dariku. Aku tahu kamu benar-benar melakukannya. tetapi ketika kamu berhasil melahirkan kehidupan dari ku, aku merasa seperti kamu mengatakannya langsung kepadaku. seperti itu hanya untukku. hanya aku. terima kasih sayang! cintaku. kamu yang terbaik.aku tidak ingin kehilanganmu. Aku mencintaimu lebih dari apapun.aku tahu aku akan tetap mencintaimu selamanya dan akan. sangat merindukanmu kalau kamu tidak disampingku." Ucap Xio panjang Lebar yang membuat hati Ellisa terasa tersentuh.


"Aku ingin seluruh dunia mengetahui kalau aku mencintaimu, dan kalau kamu hanya milikku...Jadi menikahlah sekali lagi denganku!" Pernyataan Xio yang tiba-tiba barusan tentu saja membuat Ellisa terkejut. Begitupun dengan Jhonatan dan Rose.


...****************...


...BERSAMBUNG...