Cross The World With System

Cross The World With System
Luxudus somniantes:



...----------------...


Malam hari dipedalaman hutan yang sangat gelap tapi tidak dengan satu tempat didalamnya karena disana masih terdapat pencahayaan dari tanaman-tanaman dan juga hewan-hewan kecil terbang yang memancarkan cahaya.



Suara gemuruh Air terjun terdengar Jelas di senyapnya malam. tapi bukan suara air terjun saja yang terdengar melainkan ada juga Suara pria dan wanita yang mengeluarkan *******-desahannya. mereka berdua terlihat sedang melakukan hubungan intim dipinggir kolam air terjun yang airnya sangat jernih dan juga hangat.


Si pria menggigit kuping wanitanya dengan bokong yang masih terus bergerak maju mundur. "Sayang Punyamu sangat sempit setiap harinya." Bisik si pria yang tidak lain dan tidak bukan yaitu Xio berbisik di telinga Ellisa. Ellisa tidak menjawab karena saat ini tidak bisa fokus lantaran sedang dalam rasa sakit tapi juga nikmat tapi ia ingin sekali mengatakan kalau milik Xio lah terlalu besar.


...----------------...


Udara sejuk masih terasa menyentuh kulit. Embun pagi masih menghiasi dedaunan. Sayup-sayup terasa belaian sinar matahari pagi. Semua makhluk hidup mulai membuka mata untuk menyambut hari baru.


Ketika Ellisa membuka matanya secara perlahan, pemandangan pertama yang ia lihat yaitu Xio yang sedang menatap dirinya.



Ellisa langsung teringat dengan kejadian semalam dimana dirinya sangat bernafsu ketika bermain dengan Xio Bahakan sampai menunjukkan ekspresi-ekspresi nakalnya. Wajahnya seketika memerah ketika mengingat hal tersebut dan ia pun langsung menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


Xio menurunkan tangan Ellisa sehingga tampaklah wajahnya yang memerah karena malu. Xio menyipitkan matanya sambil tersenyum dan menyentuh pipi Ellisa tanpa berkata apapun, membuat Ellisa semakin malu karena ditatap terus oleh Xio.


"Sayang kamu semalam sangat nakal." Ucap Xio tiba-tiba masih terus tersenyum.


"Jangan mengingat yang semalam!" Seru Ellisa langsung saja mencubit badan Xio dan langsung pergi masuk kedalam kamar mandi dengan terlihat jelas pipinya sangat merah.


"Hehe lucu juga menggoda Ellisa." Xio tertawa kecil dan langsung menyusul masuk kedalam kamar mandi.


Didalam kamar mandi mereka menghabiskan waktu kurang lebih dari 2 jam. Selesai mandi Xio dan Ellisa Tiba-tiba saja mereka mendengar suara panggilan Leon dari luar yang memanggil Mereka berdua serta mengetuk pintu dengan keras. Dengan buru-buru Xio punlangsung membukakan kunci pintu kamarnya.


"Ada apa sayang?" Tanya Ellisa.


"Tolong lihat Lena!, dari tadi aku mengetuk pintu dan memanggil-manggil dari depan pintunya, tapi Lena tidak membukakan pintu atau menjawab sama sekali." Jelas Leon. "Aku juga tidak bisa menggunakan skill teleport untuk masuk kekamarnya, tapi skill teleport ku sama sekali tidak masuk kedalam kamarnya seperti ada Barriernya." Lanjutnya.


Xio langsung saja mencoba menggunakan teleportansinya juga untuk kekamar Lena tapi ternyata benar apa yang dikatakan oleh Leon, kamar Lena seperti sudah dilapisi dengan barrier cahaya yang kuat sehingga bayangan milik Xio susah untuk berada didalamnya.


Xio langsung saja membawa Leon dan Ellisa kedpean kamar Lena menggunakan teleportansinya. Ketika Xio membuka pintunya ternyata pintu tersebut bisa terbuka, ia langsung melangkahkan kakinya kedalam dan ketika Ellisa serta Leon ingin ikut kedalam.


"Sayang kalian tunggu saja disini biar aku yang melihat Lena." Ujar Xio dan diangguki oleh Ellisa serta Leon dengan wajah cemas.


Alangkah terkejutnya Xio ketika melihat keadaan kamar Lena yang sangat-sangat berantakan. tapi Xio tidak melihat keberadaan Lena sama sekali, sampai ia mendengar suara isakan tangis dari pinggir kasur yang Xio sudah yakin kalau itu adalah Lena.


Xio berjalan kearah suara tersebut yang ternyata benar saja kalau asal suara tersebut yaitu dari Lena. Xio melihat kalau Lena mengangis dengan mata tertutup atau masih dalam keadaan tidur, tapi ditangannya terlihat sedang memegang benda tajam yang sudah terdapat bercak-bercak darah di pinggiran benda tersebut.


dengan sigap Xio langsung saja membuang benda tajam di tangan Lena. Dan kemudian memangku Serta langsung memeluknya.



Xio melihat sudah ada beberapa luka di sekitar tangan Lena yang di perkirakan hasil dari sayatan benda tajam.


"Lena sayang.." Ucap Xio sambil mengelus kepala Lena agar terbangun. dan tak lama kemudian Lena pun perlahan mulai membuka matanya dengan ekspresi ketakutan yang terpancar jelas dari wajahnya.


Xio membalas pelukan Lena untuk menenangkannya. Xio tiba-tiba saja menghentakkan kakinya untuk menghancurkan barrier didalam kamar tersebut yang sudah mulai melemah. Tak lama kemudian datanglah Ellisa dan Leon masuk kedalam kamar dengan bergegas, ekpresi mereka sama terkejut ketika melihat keadaan kamar Lena yang sudah berantakan. Mereka berdua langsung saja ikut memeluk Lena karena melihat kondisinya yang seperti itu.


"Sayang apa yang sudah terjadi pada Lena sehingga banyak luka seperti ini?" Tanya Ellisa.


"Aku juga tidak tahu, ketika masuk kondisi Lena sudah seperti ini." Jawab Xio.


"Kamu tidurkan Lena dikasur, biar aku mengobati lukanya." Ujar Ellisa dan Xio pun langsung membaringkan Lena diatas kasur.


"Papah sebenarnya Lena bilang padaku kalau dimulai dari beberapa hari yang lalu, Lena selalu bermimpi buruk dan mimpi itu selalu sama setiap harinya." Bisik Leon dan dijawab anggukan oleh Xio.


"Lena, apakah Lena mau memberitahukan papah apa barusan Lena lihat?" Tanya Xio tapi Seketika ekpresi Lena langsung kembali ketakutan. Karena Xio tidak tega kalau Lena harus mengingat ketakutannya lagi, jadi Xio pun memutuskan untuk melihatnya secara langsung dengan membaca ingatannya.


"Tidak apa-apa kalau Lena tidak mau mengatakannya, papah juga tidak akan memaksa kok." kata Xio mengelus rambut Lena sambil tersenyum. Tapi sebenarnya Xio mengelus Lena agar bisa membaca ingatannya.


Kehancuran


Kegelapan


Seluruh dunia di kuasai oleh kedua unsur tersebut. Langit awan berwarna hitam, Rumah-rumah serta bangunan-bangunan lainya sudah menjadi reruntuhan. Dia dikelilingi dengan orang-orang yang sudah meninggal berserakan di lantai, dari kebanyakan orang-orang tersebut adalah para bawahan Xio, Tapi saat ini dihadapannya ada seseorang yang sangat dikenalinya yaitu Leon sedang tergeletak di tanah dengan pedang berwarna hitam putih tertancap di dadanya.


Bahkan seorang wanita yaitu Ellisa yang Xio paling tidak ingin melihatnya terluka saja ada disana, Ellisa berbaring tidak sadarkan diri ditengah mayat-mayat yang sangat banyak tersebut sudah seperti layaknya ritual, Tapi Xio tidak melihat dirinya sama sekali.


Kemana aku?


Kenapa aku tidak ada disana?


Kenapa aku bisa tega membiarkan orang-orang yang aku sayangi seperti ini?


Kenapa aku tidak melindungi mereka?


Apa yang sebenarnya sudah terjadi?


Siapa yang sudah menyebabkan ini semua?


Begitulah pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam benak Xio. Walaupun ia tahu kalau itu kalau itu hanya mimpi Lena tapi Rasa dan sensasinya sudah seperti benar-benar kenyataan.


...----------------...


Luxudus somniantes:


Adalah suatu keadaan Seseorang dimana selalu mengalami mimpi buruk, dan tidak jarang ketika orang tersebut terluka di dalam mimpi maka ia benar-benar melukai dirinya di dunia asli tapi masih dalam keadaan tertidur.


Banyak ilmuwan yang mengatakan Kalau mimpi yang di alami oleh orang dalam keadaan tersebut kemungkinan besar mimpi itu akan jadi kenyataan walaupun tidak selalu seratur persen benar-benar terjadi.


((KARANGAN AUTHOR))


...----------------...


...BERSAMBUNG...