
...----------------...
Sudah hampir setengah jam ujian kedua dimulai, dan saat ini Azco dengan kecepatannya yang luar biasa sedang mencari keberadaan anak-anak.
Walaupun di perjalanan ia banyak sekali melewati monster dan tim-tim lainnya, tapi ia hanya mengabaikannya saja karena prioritas nya saat ini adalah menemukan Anak-anak sebelum terjadi apa-apa pada mereka.
"Huhhh kenapa aku jadi seperti pengasuh saja?" Gumam Azco tapi apa boleh buat ia tidak bisa melawan perintah tuannya yaitu Xio karena mereka sudah membuat kontrak darah.
***********
Beralih ke sisi Leon, Saat ini dia tengah berjalan untuk mencari Tim-nya yang lain dan yang paling utama yaitu mencari Lena.
Ketika ia sedang berjalan, tiba-tiba saja muncul ular besar dari atas pohon meloncat ke arah Leon. Ular tersebut berniat untuk menerkam Leon karena dapat dilihat dari mulut ular itu yang sudah terbuka lebar dengan taring yang terlihat tajam dan beracun.
Leon langsung saja meloncat kesamping dengan cepat untuk menghindari terkaman dari ular tersebut, dan Untung saja reflek Leon sangat cepat sehingga ular itu menabrakan kepalanya ketanah dengan keras.
Karena tahu dengan benturan seperti itu tidak akan berpengaruh pada ular tersebut, Leon mulai memasang kuda-kuda dan mengeluarkan Pedangnya.
Alangkah terkejutnya Leon ketika melihat ukuran ular tersebut yang tingginya dua kali lebih besar dari pada king goblin yang waktu itu ia kalahkan.
'Bukankah ular ini adalah ular ophidia yang memiliki sisik tebal dan bisa-nya sangat mematikan itu?' Pikir Leon karena sebelumnya ia pernah membaca di buku nama-nama monster dan ciri-cirinya.
"Baru juga mulai sudah dihadapkan dengan lawan yang sulit." Kata Leon sudah dapat memperkirakan kalau ular tersebut memiliki level dan kekuatan yang tinggi.
Cshhhh!!
Ular tersebut menyemprotkan bisanya pada Leon, dan berhasil di hindari oleh Leon dengan meloncat kesamping. Tapi ternyata bisa tersebut masih mengenai jubah Leon sehingga membuat jubahnya melepuh dan terpaksa Leon harus melepaskan jubah tersebut kemudian melemparnya.
"Ghhh aku tidak berlama-lama disini!" Kata Leon.
Swoshhh!!
Leon tiba-tiba saja menghilang sehingga membuat ular tersebut kebingungan. Dan ternyata Leon muncul kembali dekat sekali dengan ular tersebut sambil mengarahkan pedannya berniat ingin langsung menebasnya.
Trangg!!
Saat pedang Leon bertemu dengan sisik ular tersebut terdengar seperti suara besi yang beradu. Leon langsung mudur kembali ketika melihat pedangnya tidak bisa menembus sisik nya dan hanya menggoresnya saja.
Tidak ingin memberi kesempatan pada Leon, ular itu terus menerus mencoba menerkam dan menyemprotkan bisanya dengan cepat, bahkan ular itu juga mencoba menggunakan ekor miliknya. tapi sayangnya semua serangan ular tersebut berhasil di hindrari oleh Leon.
Leon juga terus mencoba menyerang ular tersebut menggunakan pedangnya tapi masih belum membuat kemajuan sama sekali.
***********
Semenatara itu di arena, Saat ini sudah ada beberapa tim yang kembali karena mati di dalam hutan sehingga membuat mereka tereliminasi.
Semua penonton saat ini sedang tegang ketika melihat pertarungan Leon yang ditampilkan di layar, semua orang belum tahu kalau remaja yang sedang bertarung tersebut adalah Leon kecuali Xio dan Ellisa.
Ellisa juga sama tegangnya ketika melihat pertarungan Leon bahkan ia sambil menggigit jari, tapi bukan jari dirinya sendiri, melainkan jari milik Xio yang ia gigit. Xio menepuk jidatnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan Ellisa, tapi di sisi lain ia juga merasa geli karena jarinya seperti sedang di **** oleh Ellisa.
Xio langsung mengeluarkan jarinya dari mulut Ellisa, dan kemudian mencium bibir Ellisa lembut. "Sayang tenang dan lihat saja tidak usah terlalu tegang, Leon pasti akan menang karena saat ini dia belum mengeluarkan semua kekuatannya." ucap Xio.
"Hmm aku harap begitu." Kata Ellisa. "Melihat orang bertarung, aku juga jadi ingin bertarung. sudah lama sekali tidak merasakan pertarungan." Celetuk Ellisa.
"Benar juga, bahkan aku belum pernah melihat kamu bertarung sekalipun." Kata Xio. "Tidak, tidak sebaiknya kamu tidak usah melihat aku bertarung." Sahut Ellisa, karena Ketika Ellisa bertarung ia akan menjadi sangat sadis dan menyeramkan seperti menunjukan sisi iblis-nya.
"Kenapa?" Tanya Xio penasaran. "Emm tidak apa-apa." Jawab Ellisa langsung mengalihkan pandangannya untuk kembali menonton Leon.
"Ya lebih baik kamu bertarung denganku saja setiap malam." Bisik Xio dengan nada menggoda ditelinga Ellisa, membuat wajah Ellisa merah merona.
"Suttt!. jangan berisik!, aku sedang fokus menonton." Ucap Ellisa menempelkan telunjuknya di bibir Xio, seperti menyruhnya untuk diam. tapi bukannya diam, Xio malah mulai ******* jari Ellisa dan menjilatinya.
"Tidak, tunggu!, jangan sekarang!" Kata Ellisa menarik jarinya. "Tidak bisa sayang, dari tadi kamu duduk diatasku dan membuat yang dibawah sana sudah tidak bisa di tahan lagi." Ucap Xio langsung mencium bibir Ellisa tapi sebelum itu ia sudah memasang barrier terlebih dulu seperti biasanya.
Ellisa hanya bisa pasrah saja menerimanya karena miliknya juga sudah basah, sebab tonjolan Xio dari tadi menyentuh dan menggesek bagian sensitifnya.
Akhirnya merekapun melakukan hal tersebut tanpa harus membuka semua pakaian mereka dan sambil menonton pertarungan, entah sudah berapa kali mereka pernah melakukannya di luar seperti itu. tapi sama sekali belum pernah ada yang mengetahuinya karena Xio selalu sudah mempersiapkan semuanya.
*********
Kembali ke sisi Leon, saat ini dirinya sudah terlihat kelehan karena dari tadi hanya terus menghindar dan belum membuat luka sama sekali pada ular ophidia tersebut, begitupun sebaliknya.
'Sepetinya aku harus mencoba yang itu, walaupun kata papah akan menimbulkan efek yang besar tapi aku sudah tidak jalan lain.' pikir Leon, Ia kemudian mundur beberapa langkah dan menggenggam pedangnya.
Perlahan dari pedang Leon mulai di selimuti oleh api yang kemudian api tersebut berubah warna yang tadinya seperti api biasa menjadi Api berwarna hitam yang berkobar-kobar.
"Ignis apophis!" Teriak Leon sambil mengayunkan pedangnya kearah depan sekuat tenaga.
*Sringg!!
Crashh!!
Crashh!!
Crashh*!!
Terlihat Energi yang di keluarkan dari pedang Leon melesat cepat kearah ular tersebut bahkan menembus kebelakang nya dan membelah banyak pohon sekaligus.
Boooooommmm!!
Terjadilah ledakan yang sangat besar bahkan terlihat sampai kelangit dengan suara yang memekakkan telinga.
Leon melongo tidak percaya dengan efek ledakan yang di sebabkan olehnya barusan.
'Pantas saja papah melarang ku menggunakan skill ini jika tidak terpaksa.' Batin Leon merasa sedikit bangga dengan kekuatannya sendiri.
Ia kemudian melihat token yang di berikan oleh pembawa acara tadi dan di token tersebut tertulis angka 3.890 point.
"Kenapa banyak sekali?" gumam Leon tidak tahu kalau skill-nya barusan menghabisi banyak monster sekaligus.
Leon menghiraukan hal tersebut, dan memutuskan untuk mencari Lena.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG