Cross The World With System

Cross The World With System
Latihan Ellisa



...----------------...


Xio dan juga Leon berjalan kearah Ellisa dan Lena yang terlihat fokus membaca buku pemberian Xio tadi.


"Apakah ada yang sulit untuk dipahami dari buku itu sayang?" Tanya Xio.


"Emm...aku tidak terlalu mengerti yang ini" Jawab Ellisa menunjukkan bukunya pada Xio.


Yang Ellisa tunjukkan yaitu tulisan lambang unsur-unsur kimia yang ada di bumi, Xio menulisnya dengan unsur-unsur kimia yang ada di bumi karena ia menggunakan konsep terciptanya suatu kejadian dengan persepsi kimia.


Xio menepuk keningnya sendiri. "Aku lupa kamu kan belum pernah belajar yang seperti ini." Kata Xio.


"Jadi begini......" Xio mulai menjelaskan pada Ellisa maksud-maksud dari simbol-simbol tersebut panjang lebar agar Ellisa mengerti apa yang dikatakannya.


'Sepertinya aku harus belajar lebih banyak lagi pelajaran yang ada di bumi.' Batin Ellisa masih mendengarkan penjelasan Xio. Ia berpikir begitu karena ternyata ilmu yang ada di bumi sangatlah luas dan dia berpikir kalau masih banyak yang belum di pelajari nya.


"........begitulah." Xio selesai menerangkan. "Apakah kamu sudah mengerti?" lanjutnya bertanya.


"Hmm yah aku sudah mengerti." Jawab Ellisa mengangguk.


"Kamu pelajari lagi saja, aku akan kesini dulu sebentar." Ucap Xio mengelus kepala Ellisa.


Xio pun langsung menghilang dari sana karena ia baru saja di beritahukan kalau para bawahannya menemukan sesuatu yang tidak lazim lumayan jauh dari istana. Sebelum pergi Xio juga memerintahkan sebas dan beberapa bawahannya untuk mengawasi Ellisa serta anak-anaknya karena khawatir jika ada yang menyerang mereka lagi jika Xio tidak ada.


Xio sudah sampai di tempat yang telah di beritahukan oleh bawahannya yaitu di hutan yang berada oeling sisi diatas pulau terbang.


"Salam Yang Mulia!" Ucap mereka bersamaan sambil membungkukkan dadanya sedikit dan dijawab anggukan oleh Xio.


"Mana kejanggalan yang kalian bicarakan?" Tanya Xio tanpa basa-basi karena ia sangat ingin tahu siapa pelaku penyerangan tersebut dan apa motif ia melakukan hal tersebut.


"Sebelah sini Yang Mulia." Ucap Sammael berjalan menutun Xio ketempat yang ingin di tunjukkannya diikuti oleh yang lainnya. dan yang ditunjukkan oleh Sammael yaitu beberapa daun yang terjatuh di tanah.


"Bukankah daun Ini berasal dari Pohon yang hanya tumbuh di benua Elf saja." Ucap Xio.


"Benar Yang Mulia daun ini hanya tumbuh dari pohon bernama Cliffark yang berasal dari benua Lyadrus." Kata Sammael.


"Jadi maksudmu ada seorang penyusup yang berasal dari benua Elf?" Tanya Xio.


"Seperti Yang anda pikirkan Yang Mulia, tapi kita belum menemukan petunjuk kalau penyusup ini adalah orang yang sama dengan yang Melukai Ratu." Jawab Sammael.


"Hmm baiklah kerja bagus, teruslah cari petunjuk lainnya dan cari juga penyusup Elf itu sampai ketemu." Ucap Xio, karena ia merasa kalau penyusup tersebut bukanlah orang biasa."Oh ya bawalah barang bukti itu ke Lab penelitian biar orang-orang lab menelitinya." Tambah Xio karena siapa tahu orang-orang lab bisa tahu siapa yanng membawa daun tersebut


"BAIK YANG MULIA!" Jawab semuanya serentak.


"Hmm kalau begitu aku akan kembali sekarang." Ucap Xio kembali menghilang dari tempatnya barusan berdiri.


Xio kembali muncul di hadapan Ellisa dan anak-anak di tempat berlatih, dan disana juga sudah ada Sebas dan beberapa bawahan Xio yang berdiri tidak jauh dari mereka bertiga.


"Papah! papah! aku ingin mencoba skill ini!" Seru Lena dengan bersemangat ketika melihat Xio sudah kembali.


"Lena sudah mengerti semuanya?" Tanya Xio memastikan.


"emm...emm." Jawab Lena menaggukan kepalanya dengan cepat.


"Baiklah coba Lena tunjukkan pada papah." Ujar Xio.


Lena langsung berjalan menjauh dari mereka mengambil jarak agar skill yang dikeluarkannya nanti tidak menimbulkan efek pada mereka.


"Sayang jangan terlalu jauh!" Seru Ellisa.


"Tidak apa-apa sayang Lena memang sengaja, kita perhatikan saja disini." Ucap Xio merangkul pinggang Ellisa.


Lena pun berhenti Setelah ia mengira jaraknya sudah lumayan jauh. Ia memejamkan matanya kamu menggumamkan Sesuatu.


"Aqua:Flutur uji." Lena menggumamkan nama Skill nya.


Di sekitarnya langsung tercipta partikel-partikel kecil air, partikel-partikel tersebut melai menyatu lalu membentuk kupu-kupu yang terbuat dari air dengan ukuran normal seperti kupu-kupu pada umumnya.


Semua orang terkagum-kagum karena kupu-kupu tersebut terbang mengelilingi Lena sudah seperti kupu-kupu hidup namun terbuat dari air yang terlihat lebih indah.


Lena kemudian mengarahkan tangannya kedepan diikuti dengan kupu-kupu tersebut yang ikut melesat cepat mengikuti arah tangan Lena hingga menabrak pohon yang ada disana.


BOOOMM!!


Kupu-kupu air tersebut langsung meledak saat bersentuhan dengan pohon, dan ledakan yang diciptakannya bukanlah ledakan biasa tapi ledakannya sangatlah besar bahkan hingga membuat pohon tersebut menghilang.


BOOMM!


BOOMM!


Beberapa ledakan terdengar lagi sehingga membuat Xio terkejut karena ternyata kupu-kupu yang Lena ciptakan tidak hanya satu tapi 7 sekaligus, membuat beberapa pohon menghilang dan meninggalkan lubang-lubang di tanah. Semua orang yang melihat efek ledakan tersebut menjadi merinding karena ternyata terlihat indah di luarnya saja tapi nyatanya sangat mematikan.


Ellisa mencubit pipi Xio.


"Ouch!..sayang kenapa kamu mencubitku?" Ucap Xio mengelus pipinya yang baru saja di cubit.


"Kenapa kamu selalu memberikan anak-anak skill yang berbahaya seperti itu? Bagaimana kalau ledakan barusan melukainya hah?" Ucap Ellisa.


"Sayang kamu tenang saja aku memberikan skill sperti itu agar anak-anak bisa lebih kuat dimasa depan nanti, dan aku juga sengaja memberikan skill yang sulit tapi juga mematikan karena sudah yakin Leon dan Lena akan cepat belajar dan menguasainya." Jawab Xio tersenyum menyipitkan matanya sambil mengelus tangan Ellisa.


Xio tahu Ellisa seperti itu karena sebagai seorang ibu ia pasti akan mengkhawatirkan anaknya jika kenapa-napa.


"Papah! apakah papah melihatnya tadi?!" Seru Lena berlari kearah Xio dengan wajah gembira.


Xio yang melihat kena berlari kearahnya langsung mengangkat tubuh Lena dan memutarnya diudara sambil tertawa. "Haha tadi itu hebat sekali! papah tidak menyangka anak papah akan sejenius ini hingga bisa mengeluarkan kupu-kupu airnya sebanyak tadi." Ucap Xio tersenyum kemudian menurunkannya kembali.


"Yeayy papah bilang Lena jenius!, " Lena meloncat-loncat sumringah tidak berbeda jauh dengan Leon saat di puji oleh Xio.


Xio berpikir apakah dipuji oleh dirinya merupakan pencapaian untuk mereka berdua?.


"Selesai mamah menunjukkan skill-nya papah harus menuruti satu permintaanku." Kata Lena.


"Hmm? apa itu?" Tanya Xio.


"Nanti saja selesai mamah." Jawab Lena.


"Baiklah papah akan mengabulkan permintaan Lena." Ucap Xio.


"Putri cantik mamah ini terlihat bahagia sekali yah." Ucap Ellisa mengelus kepala Lena sambil tersenyum.


"Hehe Lena sangat senang." Kata Lena. "Sekarang giliran mamah untuk menunjukkan skill mamah." lanjutnya.


"Oke, Lena perhatikan yah.." Jawab Ellisa mengacungkan jempolnya dan sudah berniat untuk langsung pergi ke tengah area latihan tersebut tapi terhenti oleh Xio.


"Tunggu sayang! kenakan ini dulu." Xio memasangkan mantel bulu yang sangat tebal pada Ellisa kemudian untuk Leon dan Lena serta untuk dirinya sendiri juga.


Sementara para bawahannya menjadi heran karena Xio malah mengenakan mantel yang sangat tebal di siang bolong seperti ini. Mereka juga baru menyadari kalau ternyata Sebas juga sudah mengenakan mantel yang sama tebalnya sehingga membuat mereka terheran-heran.


Ellisa sudah berdiri di tengah-tengah lapangan, ia kemudian memejamkan matanya dan mengangkat kedu tangan keatas.


"Zero Rajon teritory." Ucap Ellisa.


Whooshh!!


Angin yang sangat dingin tiba-tiba saja terhempas dari arah Ellisa, tidak lama kemudian tanah di bawah kakinya berubah menjadi lempengan es yang terus merambat keseklilingnya dengan sangat cepat hingga seluruh lapangan tersebut sudah berubah menjadi Es.


Dari atas langit terlihat sebutir kristal es turun secara perlahan yang semakin lama semakin banyak sehingga lingkup tempat latihan tersebut sudah seperti sedang musim dingin dengan turunnya salju serta permukaan licin dari es.


Xio tersenyum, 'Ternyata benar sesuai dugaanku kekuatan es Ellisa lebih kuat dari es milik orang itu.' Batinnya. Sementara para bawahannya saat ini sudah menggigil kedingin kecuali sebas.


'Ternyata ini kenapa Yang Mulia mengenakan mantel' Batin para bawahan Xio iri dengan sebas karena mereka belum siap dengan keadaan seperti ini.


"Sayang sekarang kamu coba bagian itu!" Teriak Xio diangguki oleh Ellisa.


Crack! crackk! crack!


Terdengar suara Retakan dari permukaan yang sudah menjadi es itu, dan tiba-tiba saja permukaan di sekitar Ellisa naik keatas membentuk Es-es yang sangat runcing. Tidak hanya sampai disitu saja, salju saljunya yang turun dari langit juga jadi mengeluarkan suara ketika sudah sampai kepermukaan.


"Baiklaj sayang, untuk hari ini sampai segitu saja dulu." Ucap Xio yang tiba-tiba saja muncul di sisi Ellisa kemudian membawanya kembali ke sisi anak-anak.


Sebenarnya masih banyak teknik yang bisa Ellisa lakukan saat dalam teritorial esnya, tapi Xio memberhentikannya karena sebagian sisa tekniknya lagi yang belum dikeluarkan akan menghabiskan Lebih banyak mana dan akan berbahaya jika mengeluarkannya ditempat latihan, sebab Teknik itu butuh space yang lebih luas lagi.


Di tempat para bawahan Xio berdiri.


"Apakah kalian tidak asing dengan Skill Yang Mulia Ratu?"


"Bukankah Skillnya sama dengan Skill yang sudah hilang itu?"


"Yah benar aku juga berpikir seperti itu, Skill Yang Mulia Ratu lebih tinggi dari pada kejadian di taman saat itu."


"Sudah bisa dipastikan itu benar-benar Skill yang sudah hilang."


"Dimana Yang Mulia bisa menemukan Skill yang sudah hilang?"


"Yang Mulia Raja menulisnya sendiri." Ucap Sebas yang dari tadi menndengar obrolan mereka.


"Apa!!" Terkejut mereka.


"Suttt kalian jangan berisik." tegur Sebas dengan memasang wajah garangnya, dan berhasil membuat mereka bungkam seketika. Karena Selain Azco yang kuat di istana itu ada satu lagi monster tersembunyi lainnya yaitu Sebas yang meneliti kekuatan setara dengan Azco.


Kembali ke sisi Xio dan Ellisa.


"Kenapa kamu memberhentikanku?" Tanya Ellisa.


"Sayang kamu belum siap dengan teknik itu, karena teknik itu akan langsung mnguras mana-mu jika di gunakan dalam kondisi mana tingga 50 persen saja." Jawab Xio.


"Gunakan itu jika dalam keadaan darurat saja." tambahnya.


"Humm baiklah." Ellisa memalingkan wajah sambil mengembangkan pipinya.


"Mamah papah Lihat!" Seru Leon dan Lena yang ternyata sedang bermain salju dan saat ini sedang membuat boneka salju.


Alis Xio dan Ellisa berkedut melihat Leon dan Lena yang malah membuat Salju buatan Ellisa menjadi mainan. Tapi mereka memakluminya karena namanya juga anak kecil.


"Oh iya Lena apa permintaan Lena tadi?" Tanya Xio.


"permintaanku yaitu...Aku ingin melihat mamah mencium papah di depan kita." Ucap Lena.


"Hahh!! disini?!!" Seru Ellisa.


"Apakah mamah tidak Mau?" kata Lena cemberut.


"Bukan, bukan begitu sayang tapi disini kan ada mereka juga." Ellisa menunjuk para bawahan Xio. sementara Xio sendiri saat ini sedang tersenyum menunggu Ellisa mencium dirinya.


"Baiklah-baiklah mamah akan mencium Papah." Kata Ellisa memejamkan matanya sudah berniat mencium pipi kanan Xio. tapi Xio langsung memutar wajahnya kekanan sehingga Ellisa malah mendaratkan ciumannya dibibir Xio.


Ellisa mebuka matnya karena merasa kalau saat ini yang diciumnya tidak seperti pipi. Ia langsung ingin melapaskan ciumannya ketika melihat yang diciumnya salah bibir Xio, tapi Xio menahan kepala Ellisa dan membalas ciumanny.


"Taun putri dan pangeran tidak boleh melihat ini dulu yah." Kata Sebas menutup mata Leon dan Lena menggunakan tangannya. Ia juga memelototi para dosa dan kebajikan sehingga membuat mereka langsung memejamkan mata walupun sedang asik melihat adegan romantis di depan mata.


Beberapa menit kemudian Xio pun melepaskan ciumannya. "Barusan ucapan selamat dariku karena kamu sudah bisa menguasai Skill pertama yang aku berikan." Ucap Xio.


"Emm terimakasih sudah mengajariku." jawab Ellisa tersenyum manis sehingga membuat Xio tersipu karena tidak tahan dengan senyuman yang terlukis di wajah Ellisa.


"Sayang apakah kamu mau pelajaran yang Lebih?" Tawar Xio.


"Tidak simpan saja pembelajarannya untuk nanti malam." Kata Ellisa sudah tahu apa yang dimaksud oleh Xio.


"Kakek sebas kapan selesainya?" tanya Leon.


Xio dan Ellisa terkekeh Melihat Leon dan Lena yang sedang ditutupi matanya oleh sebas.


"Sudah selesai kok sayang." Ucap Xio. dan sebas pun berhenti menutupi mata mereka berdua.


"Papah kenapa kita harus menutup mata?" tanya Lena.


"Aku tahu pasti papah akan menjawab kalau kita akan mengetahuinya ketika sudah besar." Jawab Lena sudah menebak apa yang akan Xio katakan.


"Nah itu tahu." Kata Xio mengelus kepala mereka berdua.


"Sekarang Ayo kita makan Siang dulu!" Ajak Ellisa, diangguki oleh Xio dan anak-anak.


Mereka pun berjalan meninggalkan tempat latihan tersebut yang sudah di penuhi oleh Es.


Xio berbalik kebelakang dan mengacungkan jempolnya pada sebas dengan artian berterima kasih karena sudah lahan dengan situasi barusan dan membuat anak-anak tidak melihat adegan dewasa.


"Sama-sama Yang Mulia." Jawab Sebas membungkukkan Dadanya sedikit walau Xio sudah berjalan sudah lumayan jauh dan sudah tidak terlihat lagi.


"Baiklah semuanya, sekarang bereskan Tempat ini dan singkirkan es-es nya!" Perintah sebas.


"Baimana kita bisa membereskannya? esesnya saja sangat kuat dan tidak bisa di caikan." Jawab Bellzebub.


"Tidak peduli bagamanup caranya kalian harus membereskan semuanya." Ucap Sebas kemudian pergi berjalan menyusul Xio karena sebagai kepala pelayan sekaligus penasihat dan sekertaris Xio, ia harus berada di samping Xio.


...----------------...


...BERSAMBUNG...