Cross The World With System

Cross The World With System
Menuju Kerajaan Greenland



...----------------...


Sudah 5 Hari Setelah Acara pembukaan Guild petualang yang baru dan Semuanya berjalan seperti bagaimana semestinya, Serta sudah banyak juga Orang yang mendaftar untuk menjadi petualang.


Setelah menjadi petualang mereka akan di berikan kartu ID untuk melihat Identitas Level dan juga peringkat mereka, Kartu tesebut juga dapat mencatat berapa banyak misi yang telah diselesaikan.


Xio menambahkan sentuhan modern dikartu tersebut yaitu Kartu tersebut dapat berfungsi seperti kartu Rekening karena Xio berpikir itu akan memudahkan dalam bertransaksi.


Xio Juga kadang berkunjung Guild karena Leon dan Lena yang Mengajaknya, Seperti Saat ini ia sedang berada di ruangan Aslan.


"Bagaimana?, Apakah Sudah ada yang menemukan penyebabnya?" Tanya Xio.


"Belum ada satupun yang menemukan Sumber penyakit tersebut, dan lagi orang-orang yang terkena penyakit itu tidak dapat disembuhkan oleh Priest." Jawab Aslan.


3 Hari yang lalu Xio memberikan Misi di Guild petualang, Misi tersebut adalah untuk Mencari penyebabnya penyakit yang sedang memarak di Kerajaan Greenland yang di pimpin oleh Chalawan.


Tidak tanggung-tanggung Xio juga memberikan hadiah sebesar 100 Koin emas untuk Siapa saja yang mengambil misi tersebut dan jika ada yang berhasil menemukan nya Xio akan memberikan 10.000 Koin emas.


"Hmm Sepertinya harus aku sendiri yang mengurusnya." Kata Xio karena kalau di terus kan oleh para petualang malah akan membuat mereka tertular juga.


"Oh ya Aslan kamu bisa menarik kembali misinya, dan berikan Saja mereka Yang audah mengikuti misi itu 100 koin Emas masing-masing." Ucap Xio.


"Apakah 100 koin emas tidak terlalu banyak?" kata Aslan. Karena memang untuk para warga biasa mereka akan menganggap uang segitu sangat banyak.


"Kamu lupa siapa aku?, Tenang sajah uang segitu tidak akan mengurangi kas kerajaan." Jawab Xio membuat Aslan penasaran sebenarnya seberapa banyak kekayaan Xio.


"Hahh Terserahlah, Lalu kapan kamu akan mengunjungi Kerajaan Greenland?" Tanya Aslan.


"Mungkin Besok, Memangnya kenapa?" Ucap Xio balik bertanya.


"Aku akan ikut denganmu dan juga ingin bertemu teman lama disana." Jawab Aslan.


"Baiklah Besok aku akan menunggumu di istana kita akan berangkat pukul 10 pagi." Ujar Xio.


"Papah Lihat kita bertiga sudah mendaftar jadi petualang." Kata Leon Yang tiba-tiba saja masuk Bersama dengan Zekiel dan Lena. Mereka bertiga menujukan Kartu petualang mereka.


"Kak Leon curang sudah mendapatkan peringkat C." Ucap Lena karena memang dirinya dan Zekiel hanya berada di peringkat E saja.


"Itu bukan Curang Lena, Kak Leon mendapatkan Peringkat C karena Levelnya sudah tinggi lihatlah kak Leon sudah Level 1.200." Ucap Xio karena Peringkat petualang ditentukan oleh levelnya dan Juga misi yang sudah di selesaikan.


Pembagian peringkat Petualang:


F\= 100 - 200


E\= 200 - 400


D\= 400 - 800


C\= 800 - 1.200


B\= 1.200 - 1.700


A\= 1.700 - 2.500


S\= 2.500 - 5.000


SS\= 5.000 - 7.500


SSS\= 7.500+


"Apa!, Bagaimana bisa anak seumuran Leon sudah berada di level 1.200?" Kata Aslan Tercengang.


"Hehe Anak Siapa gituloh!" Ucap Leon.


"Hadeuhh Ayah dan Anak Sama saja." Ucap Aslan menepuk jidatnya sendiri.


Xio bepikir dulu sejenak dan melihat dari kombinasi mereka bertiga sudah cocok sekali, Leon penggunaan pedang, Zekiel pengguna Busur panah dan Lena Penggunaan sihir.


"Baiklah, Tapi jangan mengambil misi yang terlalu sulit dan juga jangan terlalu dalam jika kehutan." Jawab Xio.


"Siap!!" Ucap mereka bertiga bersamaan, Kemudian segera keluar dari ruangan tersebut.


"Yayyyyy, Sebentar Lagi aku akan naik peringkat!" Teriakkan Leon dari luar membuat Xio geleng-geleng kepala karena dapat mendengar nya dari dalam.


Xio dan Aslan Melanjutkan obrolan mereka Mengenai segala macam hal, Sampai akhirnya Xio pun memutuskan untuk kembali ke istana. Aslan Mengantarkan Xio sampai didepan pintu Guild.


"Aku pulang duluan, Oh ya Jika anak-anak sudah Selesai dengan misi mereka tolong suruh pulang saja." Ucap Xio diangguki oleh Aslan. Kemudian Xio Berjalan pulang menuju Istana.


Banyak orang-orang yang berada di guild Siapa sebenarnya pemuda yang akrab sekali dengan Aslan, Namun Aslan hanya mengatakan Kalau Xio hanya temannya karena Xio sendiri yang meminta untuk tidak membeberkan identitas didirinya.


KEESOKAN HARINYA


Xio, Aslan Sudah Siap berangkat menuju Kerajaan Greenland. Xio Juga membawa Uriel dan Beelzebub Ikut bersamanya karena mereka berdua ahli dalam hal mengenai racun dan obat.


"Apakah Kita Kesana menggunakan Kuda?" Tanya Aslan. Xio menggelengkan Kepalanya bertanda tidak.


"Lalu?" Tanya Aslan lagi keheranan. Xio kemudian melirik Kearah Beelzebub seperti memberikan tanda.


Beelzebub yang mengerti apa yang dimaksudkan oleh Xio langsung saja mendekat ke arah Aslan dan langsung menggendong nya seperti tuan putri.


"Eh!" Ucap Aslan terkejut karena tiba-tiba saja digending.


"Pegangan yang Erat." Ucap Xio. Dan tanpa menunggu aba-aba lagi mereka Berempat Langsung meloncat tinggi Ke langit dengan Aslan di pangkuan Bellzebub. Mereka langsung melesat dengan sangat cepat Sehingga tidak terasa ternyata mereka sudah sampai.


Mereka berempat langsung terbang menuju Istana Greenland dan tidak melewati penjaga terlebih dahulu.


"Sudah Sampai." Ucap Xio menapakan kakinya di depan istana.


"Xi-Xio!" Suara Aslan terbata-bata. Xio Melirik kearah Aslan Yang ternyata wajahnya sudah sangat pucat dengan tangan yang masih erat berpegangan pada Beelzebub.


"Hahaha Sampai kapan kamu akan terus bergelantungan seperti itu." Tawa Xio. Aslan pun langsung turun dari pangkuan Bellzebub dan berdiri dengan oleng.


"Hoeeek Aku sudah kapok terbang lagi." Ucap Aslan menahan mulutnya dengan kedua tangan karena Mual dan pusing ketika terbang tadi.


"Hahaha badan Saja besar, tapi terbang segitu saja sudah pusing." Xio menertawai Aslan.


"Badan ku memang besar, tapi aku masih orang Normal." Jawab Aslan secara tidak langsung mengatai kalau Xio tidak Normal.


"Selamat Datang Di Kerajaan Greenland Yang Mulia." Ucap Chalawan yang baru saja datang setelah diberitahu oleh penjaga kalau tadi ada orang yang terbang menuju Istana.


"Ya kita langsung saja pada intinya, Siapkan ruangan kosong dan antarkan satu orang yang terinfeksi penyakit keruangan Tersebut." Ucap Xio langsung pada intinya.


"Baik Silahkan ikuti Saya Yang Mulia." Ucap Chalawan. Xio beserta Aslan, Uriel, dan Beelzebub pun mengikutinya menuju ruang kosong.


Sesampainya di ruangan Kosong tersebut Mereka berempat disuruh untuk menunggu. Tak lama kemudian Chalawan datang kembali bersama dengan seorang Remaja laki-laki yang kelihatan tidak baik-baik saja karena Kulitnya terlihat pucat, matanya yang memerah, Serta badan yang kurus, dengan penampilan seperti itu Xio yakin kalau penyakitnya sangat parah.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG