
...----------------...
Didalam istana kerajaan Regalia tepatnya di depan rumah Xio yang berdada di taman istana, Xio dan para bawahannya sudah berkumpul.
"Aku harap kalian melaksanakan tugas dengan baik" Ucap Xio.
"KAMI AKAN MELAKUKAN YANG TERBAIK UNTUK YANG MULIA!" Ucap para bawahan serentak.
"Sebas nanti kamu atur tempat penduduk yang akan berpindah kesini" perintah Xio.
"Saya mengerti yang mulia" jawab Sebas.
"Kalau begitu aku akan pergi sekarang" Xio pun berjalan menuju kedalam rumahnya.
"Dah semuanya!" Teriak Lena sambil melambaikan tangannya, dan dibalas lambaian tangan oleh semuanya.
Xio, Ellisa,Leon dan Lena sudah berada didalam rumah.
Xio sengaja membawa Ellisa untuk menunjukan bagaimana dunia asal Xio. Xio juga tidak membawa Azco karena akan menimbulkan perhatian.
'System pindahkan kebumi dan atur waktunya menjadi 2 hari di bumi sama dengan 1 hari Di dunia Flix' Ucap Xio dalam hati.
[Memulai pemindahan kebumi]
[Mengatur waktu menjadi 2:1 dengan harga 1.000.000 PS]
[Pemindahan berhasil]
[Mengatur waktu berhasil Sisa PS Anda 8.500.000]
Xio kemudian pergi melihat keluar dan ternyata mereka sudah kembali dimana saat Xio pindah kedunia Flix yaitu waktu malam hari.
"Apakah kita sudah sampai?" tanya Ellisa.
"Iya dan sekarang sudah malam sebaiknya kita tidur, karena besok hari Minggu jadi kita akan jalan-jalan" jawab Xio.
"Leon dan Lena tidur kamar yang ini saja yah, papah dan mamah akan tidur dikamar papah" ucap Xio menunjuk kamar tamu.
"Baiklah papah!" ucap mereka serempak, Leon dan Lena menurut saja karena tidak tahu apa yang akan Xio lakukan.
Xio dan Ellisa mengantar Leon dan Lena kekamar dan seperti biasa Xio mencium kening Leon dan Lena terlebih dahulu sebelum tidur, Ellisa yang dari tadi memperhatikan hanya tersenyum.
"Apakah mamah tidak mau mencium Lena dan kakak?" Ucap Lena menggembungkan pipinya, Ellisa pun menghampiri Leon dan Lena kemudian mencium mereka secara bergantian.
"Selamat tidur" Ucap Xio dan Ellisa bersamaan, kemudian mereka pun keluar dari kamar tersebut dan pergi menuju kamar Xio.
Xio membuka bajunya dan merebahkan dirinya dikasur sedangkan Ellisa masih berdiri di samping kasur dengan wajah memerah karena melihat tubuh atletis Xio.
"Kemarilah aku tidak akan melakukan apapun" ucap Xio menepuk bantal disebelahnya seperti menyuruh Ellisa untuk tidur disitu, Ellisa pun membaringkan tubuhnya disebelah Xio sambil menatap langit-langit kamar.
Lama Ellisa termenung kemudian dia melirik kearah Xio yang sudah menutupkan matanya, 'Apakah aku jatuh cinta pada orang yang tepat?, Apakah orang hebat sepertinya tidak akan mencari wanita lain?' batin Ellisa. Ellisa berpikir setiap orang hebat pasti banyak yang menyukainya dan bagaimana jika nanti Xio mendapatkan wanita lain kemudian melupakan Ellisa, Ellisa kemudian berbalik membelakangi Xio.
Grepp!
Tiba-tiba saja Xio memeluk Elisa dari belakang, Ellisapun berbalik menghadap Xio yang ternyata dari tadi belum tertidur dan sedang menatap Ellisa.
"Apakah kamu tidak percaya kalau aku hanya mencintaimu seorang?, dari dulu aku belum pernah mengenal namanya mencintai seseorang karena dulu hanya ibuku yang aku sayangi, hingga akhirnya ibuku meninggalkanku karena ayah brengs*k yang ternyata menduakan ibuku, ibuku juga bilang kepadaku "Jika nanti kamu sudah besar dan mempunyai orang yang kamu cintai janganlah kamu menyakiti atau mengkhianatinya karena dikhianati oleh orang yang kamu cintai atau percayai rasanya sangat menyakitkan" Aku sudah sangat mencintai dan menyayangimu aku harap kamu percaya padaku" Ucap Xio panjang lebar menatap lekat mata Ellisa.
Ellisa pun membalas pelukan Xio dan membenamkan wajahnya di dada bidang Xio.
"Maafkan aku, Aku sebenarnya belum pernah mempercayai laki-laki, ibuku juga meninggal karena dibunuh oleh pembunuh bayaran yang ternyata suruhan dari istri kedua ayahku. Waktu itu aku sangat marah kepada ayahku karena menikah lagi dan tidak mempercayaiku kalau istri keduanya yang membunuh ibuku, aku berpikir kalau laki-laki egois dan tidak mementingkan perasaan perempuan" ucap Ellisa dengan mata berkaca-kaca.
"hingga aku memutuskan kabur dari rumah dan tinggal di hutan sendirian, sampai akhirnya ayahku menemukanku kehutan sendirian, Waktu aku bertemu kembali dengan ayahku sebenarnya aku masih marah terhadap ayahku. tapi ayahku bilang kalau dia sudah mencari tahu Dalanng pembunuhan ibuku dan ternyata benar kalau dalangnya adalah istri kedua ayahku dan ayahku berkata kalau dia sudah membunuh istri keduanya dihadapan semua rakyat, ayahku mengajakku untuk kembali keistana tapi aku menolaknya hingga ayahku berbicara kalau aku tidak mau ikut keistana maka ayahku akan ikut menyusul ibuku ke akhirat, akhirnya akupun pasrah dan ikut keistana. Sekarang kamu mengetikan kenapa aku belum mempercayaimu!" Ellisa menceritakan pengalamannya, Xio pun akhirnya mengerti kenapa Ellisa tidak mempercayai laki-laki.
"Aku bersumpah tidak akan berpaling dan mencintai wanita lain kecuali kamu, ibuku dan anak-anak kita" Xio kembali menatap mata Ellisa yang berkaca-kaca kemudian mencium keningnya.
"Terimakasih sudah mencintaiku dan menolongku, aku juga mencintaimu" ucap Ellisa.
"coba kamu ucapkan lagi kata-kata yang terakhir, aku tidak mendengarnya" goda Xio.
"A-aku mencintaimu" ucap Ellisa tergagap karena malu dengan wajah memerah.
Hahaha!
Xio tertawa terbahak-bahak.
"Aku serius!" ucap Ellisa memukul-mukul dada Xio.
"Haha…Baiklah aku juga mencintaimu" ucap Xio kemudian menutupkan matanya sambil memeluk Ellisa karena malu, Ellisa terkekeh dan mencium pipi Xio.
Malam berganti pagi, Dirumah Xio tepatnya dikamar Xio terlihat sepasang pria dan wanita yang sedang tertidur sambil berpelukan.
Tok tok tok!
"Papah mamah apa kalian sudah bangun?" Terdengar suara Lena dibalik pintu kamar Xio, Ellisa pun akhirnya terbangun dan menghampiri pintu kemudian membukanya dan melihat Lena sudah berpakaian rapih.
"Sayang ada apa?" Tanya Ellisa.
"Bukankah papah hari ini mengajak jalan-jalan?!, Lena dan kakak Leon sudah menyiapkan sarapan untuk mamah dan papah!" jawab Lena.
"Oh iya benar!, Terimakasih kalian sarapan saja duluan karena papah kalian belum bangun dan mamah juga harus membersihkan tubuh terlebih dahulu" Ucap Ellisa.
"Baiklah mamah" Ucap Lena kemudian pergi dari situ.
Ellisa menutup pintu dan menghampiri Xio untuk membangunkannya.
"Sayang bangun!" ucap Ellisa sambil menggoyangkan tubuh Xio hingga yang tadinya menghadap kesamping sekarang menjadi menghadap keatas, Xio pun membuka matanya perlahan dan melihat Ellisa yang terbengong.
"Pagi sayang!, kamu kenapa?" Xio bingung karena mata Ellisa menatap kearah lain, Xio mengikuti arah mata Ellisa dan ternyata Ellisa sedang menatap anu Xio yang sedang tegang.
"Kenapa ini menjadi tegang padahal aku tidak melakukan apapun?!" Kata Ellisa.
"Ini merupakan reaksi alami laki-laki setiap bangun tidur, Kamu jangan menatapnya terus nanti malahan akan tegang terus" Ucap Xio.
"Oh iya barusan Lena kesini dan sudah menggunakan pakaian rapih sepertinya mereka sudah tidak sabar ingin jalan-jalan, Anak-anak juga sudah menyiapkan sarapan." Ucap ellisa mengalihkan pembicaraan.
"Kalau begitu kita harus mandi bersama agar tidak lama" ucap Xio bangkit dari kasurnya.
"tapi kamu berjanji tidak akan melakukan apapun" Ellisa berpikir pasti tidak hanya sekedar mandi yang akan mereka lakukan jika bersama.
"Yaa kalau itu gimana nanti" Xio langsung mengangkat tubuh Ellisa dan berlari kekamar mandi, dan akhirnya merekapun menghabiskan waktu hingga satu jam lebih dikamar mandi, karena tidak hanya sekedar mandi yang dilakukan oleh mereka.
Setelah selesai mandi Xio berpikir kalau Ellisa tidak memiliki baju ganti di sini, Xio memutuskan untuk menghubungi Adam.
Xio: Halo!
Adam: Iya tuan muda ada apa?
Xio: Paman tolong bawakan beberapa pakaian wanita yang seumuran denganku, dan juga bawakan satu mobil karena nanti aku akan mengajak anak-anak jalan-jalan.
Adam: Baiklah tuan muda!, apakah ada yang lain?
...Xio: Oh iya paman ikutlah juga ajak paman Chris juga karena paman pasti butuh refreshing, Sudah hanya itu saja....
Adam: baik saya akan segera kesana!
tutt! Xio memutuskan panggilannya.
"Sayang kamu pakai bajuku dulu saja yah, nanti akan ada yang mengantarkan pakaian barumu kesini" Ucap Xio.
"Iya tidak apa-apa" Ellisa pun mengenakan kaos milik Xio, dan mereka pergi keruang makan untuk sarapan sedangkan Leon dan Lena menunggu di ruang keluarga karena mereka sudah selesai sarapan dari tadi.
Saat sedang sarapan tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.
tok tok tokk!
"Anak-anak tolong bukakan pintu dan suruh paman Adam dan paman Chris menunggu beritahu kalau papah sedang sarapan" Xio berpiir pasti yang datang adalah Adam dan Chris, sebenarnya Xio bingung bagaimana bisa paman Adam melaksanakan tugas sangat cepat.
"Baiklah papah!" sahut Leon kemudian berjalan kearah pintu lau membukakannya dan ternyata benar yang datang adalah Adam dan Chris.
"Paman silahkan masuk papah dan mamah sedang sarapan" Ucap Leon mempersilahkan mereka masuk.
'Mamah?, siapa mamah nya?, apakah tuan muda sudah mendapatkan padangan?' Begitulah batin Adam dan Chris.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG
SORRY GUYS JADI KEBANYAKAN SLICE OF LIFE NYA 😁😁