Cross The World With System

Cross The World With System
Rapat



...----------------...


Xio pulang sekolah sekitar jam 12 siang, sebelum keperusahaan Xio pulang dulu kerumah untuk berganti pakaian.


"Aku pulang!" Ucap Xio membuka pintu rumah, Ellisa yang mendengar suara Xio pun datang menghampirinya.


"Sayang dimana anak-anak?" tanya Xio sambil membuka sepatunya.


"Anak-anak sudah menunggu di meja makan, sebaiknya kamu juga makan dulu aku sudah memasak masakan. biar aku simpankan tasmu" Jawab Ellisa mengambil tas Xio, Xio pun mengangguk tanda setuju.


setelah meyerahkan tasnya, Xio berjalan keruang makan sedangkan Ellisa kekamar untuk menaruh tas Xio. Ellisa juga menyiapkan pakaian yang akan dipakai Xio untuk pergi ke perusahaan, setelah selesai menyiapkan kebutuhan Xio, Ellisa menyusul ke ruang makan.


Mereka makan dengan sunyi, setelah selsai makan Xio dan Ellisa masuk kekamarnya sedangkan Leon dan Lena bermain diluar. saat Xio sedang membuka pakaiannya tiba-tiba Hp Xio berdering tanda ada yang menelponnya. Xio melihat layar handphonenya dan ternyata yang menelepon adalah Chris.


Xio: Halo paman?!


Chris: Tuan muda apakah anda perlu di jemput?


Xio: Tidak perlu, aku akan menggunakan mobil yang kemarin saja. Sebentar lagi aku akan kesana.


Chris: Baiklah Tuan muda.


Tutt tutt!


Xio mematikan panggilannya.


"Xio benda pipih persegi barusan apa namanya?" Tanya Ellisa.


"Ini namanya handphone dan memiliki banyak guna seperti berkomunikasi jarak jauh" Jawab Xio.


"Oh seperti batu komunikasi yang ada di duniaku?" tanya Ellisa lagi.


"apakah ada benda seperti itu didua Flix?" Xio balik bertanya.


"Ada tapi harganya sangat mahal dan juga hanya bisa digunakan beberapa kali saja, dikerajaanku juga yang memilikinya hanya para bangsawan kelas atas saja" jawab Ellisa.


"pulang dari perusahaan aku akan membelikanmu satu" ucap Xio.


"Tidak perlu!, pasti harganya mahal" Ellisa menolak.


"apakah kamu lupa kalau aku adalah raja, kamu ingin berapun aku akan membelikannya" Ucap Xio.


"umm terimakasih" ucap Ellisa.


"kamu sebaiknya cepat, paman Chris pasti sudah menunggu" Lanjutnya Ellisa, Xiopun segera mengganti pakaiannya menggunakan kemeja dan juga blazer, sehingga menambah kesan dewasa.


Xio keluar rumah ditemani oleh Ellisa, saat Xio keluar Xio melihat Leon dan Lena sedang memandangi sebuah pohon didekat rumahnya, karena penasaran Xio dan Ellisa pun menghampirinya.


"Anak-anak kalian sedang apa?" tanya Xio.


"Papah tadi di tv Lena melihat rumah pohon, jadi Lena meminta kakak untuk membantu Lena membuatnya" jawab Lena, Xio tersenyum mendengar jawaban Lena.


"Sini biar papah buatkan" ucap Xio.


"Tidak perlu papah, papah kan akan berangkat!" sahut Leon.


"Tidak apa-apa ini akan cepat kok" ucap Xio, kemudian Xio membeli rumah pohon yang berukuran sedang di System dengan harga 30.000 PS, setelah membelinya Xio mengeluarkan rumah pohon tersebut yang masih berukuran kecil seperti miniatur, kemudian xio mengalirkan mananya kerumah pohon tersebut hingga yang tadinya berukuran kecil sekarang sudah menjadi besar.


"Wahh besar sekali!, terimakasih papah" teriak Lena.


"yasudah kalau begitu papah pergi dulu, Leon kamu jaga adik kamu nanti pulangnya papah belikan oleh-oleh" ucap Xio mengelus kepala Leon dan Lena.


"Baik Leon akan menjaga Lena dan juga mamah" ucap Leon tegas, sedangkan dari pandangan Xio dan Ellisa malah terlihat imut.


"Kalau begi dahhh!" Xio berjalan meninggalkan mereka dengan melambaikan tangan sambil tersenyum dan dibalas lambaian tangan juga oleh mereka.


Xio masuk kedalam mobil yang terparkir dihalaman rumahnya karena memang di sekitar rumah tidak ada apa-apa dan hanya halaman luas, Setelah masuk kedalam mobil Xio melirik sebentar kearah Ellisa dan juga anak-anak yang masih berada di dekat rumah pohon.


'Entah kenapa aku merasa senang dengan kehadiran mereka dihidupku' Batin Xio tersenyum kemudian melajukan mobilnya menuju perusahaan.


'Aku sudah jarang melihat status' di perjalanan Xio teringat kalau dirinya belum melihat lagi statusnya setelah sekian lama.


'System status'


...«STATUS»...


...Nama: Xio Archon...


...Umur: 17...


...Ras: Human...


...Level: 5.000 (0/5.000.000)...


...HP: 5.000.000/5.000.000...


...MP: 5.000.000/5.000.000...


...Element: Kegelapan, Ruang, Cahaya...


...STR: 5.000...


...DEF: 5.000...


...INT: 5.070...


...Skill*...


...Ps: 8.470.000...


...Inventory*...


...Bawahan: Azco (lv.10.000)...


...7 Dosa (lv.7.000)...


...7 Kebajikan (lv.7.000)...


...1.000 pasukan ilahi (lv.4.000)...


'Ternyata bawahanku sudah berlevel tinggi, System kenapa inventory dan skill ku tidak terlihat?" tanya Xio.


[Tuan harus mengkliknya untuk melihat skill dan inventory]


Xio pun mengangguk tanda mengerti, tidak lama kemudian Xio tiba di perusahaan dan langsung memarkirkan mobilnya, setelah memarkirkan mobilnya Xio keluar dari mobil dan melihat Adam yang ternyata sudah menunggu kedatangan Xio.


"Paman dimana ruangannya" Ucap Xio.


"Mari tuan muda saya anyarkan" jawab Adam kemudian berjalan menuntun Xio menuju ruang rapat.


Sementara itu diruang rapat sudah berkumpul para petinggi perusahaan dan para pemegang saham yang sedang menunggu kedatangan Xio.


"Tuan Chris apakah masih lama?" Tanya salah satu orang yang hadir disana.


"Tuan muda sekarang sudah berada diparkiran" Jawab Chris dengan wajah datar. Di perusahaan Chris dikenal dengan sifatnya yang tegas dan jarang tersenyum, tak lama kemudian pintu ruangan terbuka dan masuklah Xio dengan diikuti oleh Adam dibelakangnya, Chris segera mempersilahkan Xio duduk di kursi pimpinan atau CEO.


Setelah duduk Xio menatap semuanya sebentar, dan kemudian mulai berbicara.


"Baiklah Perkenalkan, nama saya Xio Archon dan saya disini akan menggantikan posisi kakek saya, apakah ada yang tidak setuju atau ditanyakan?" Ucap Xio memperkenalkan diri, Dan salah satu dari mereka mengacungkan tangan.


"Maafkan saya bila kurang sopan, tapi saya ingin bertanya sebenarnya berapa umur anda?" tanyanya.


"Saat ini saya berumur 17 tahun dan merupakan murid SMA" Jawab Xio jujur.


'Apa 17 tahun!'


'Apakah tuan Azril yakin menyerahkan perusahaan kepada anak-anak?!'


'bagaimana nasib perusahaan ini jika dikelola oleh anak-anak'


Begitulah batinan orang-orang disana, mereka tidak tahu kalau Xio bisa membaca isi hati orang lain.


"Apakah ada yang salah dengan umurku?" Ucap Xio, kemudian orang-orang pun mulai berbisik-bisik.


"Kalian tenanglah walaupun masih berumur 17 tahun, tuan muda merupakan orang yang sangat pintar dan juga bijaksana" Ucap Chris memenangkan orang-orang.


"Kalau masih ada yang tidak setuju silahkan keluar!" tegas xio mengeluarkan aura raja nya, sehingga membuat semuanya diam.


"Baiklah kita lanjutkan rapatnya" ucap Xio, kemudian rapat pun dilanjutkan dengan membicarakan tentang projek projek yang akan datang dan juga masalah apa saja yang ada di perusahaan, Orang-orang sangat kagum dengan kepandain Xio karena dapat memberikan pendapat mengenai penyelesaian masalah serta memajukan projek projek mereka.


"Baiklah sekian rapat hari ini" Xio berdiri bangkit dari duduknya, kemudian berkata kembali.


"Saya bisa mengetahui jika ada yang berkhianat, dan juga saya tidak akan segan-segan pada orang yang berkhianat" ucap Xio dengan aura mengintimidasi. kemudian berjalan keluar diikuti oleh Chris dan juga Adam. Orang-orang yang merasakan aura Xio merasakan sedikit sesak.


Xio keluar perusahaan diantar oleh chris dan Adam hingga depan perusahaan.


"Kalau begitu aku akan langsung pulang" ucap Xio menatap Adam dan chris sejenak.


"Apakah tidak perlu saya antarkan?" ujar Adam.


"Tidak perlu paman." jawab Xio kemudian masuk mobil.


"hati-hati dijalan!" ucap Adam dan chris.


Xio melajukan mobilnya menuju toko handphone, Setelah sampai toko handphone Xio tidak tanggung tanggung hingga membeli 17 handphone sekaligus, 1 untuk ellisa dan sisanya untuk bawahannya yang lain dan juga untuk Sebas, ketika akan keluar toko tersebut Xio mendengar sebuah percakapan dari suara wanita yang dikenalinya. Xio memutuskan untuk mendengarkan percakapan tersebut.


"Sayang, kapan kamu akan pergi dari Jhonatan?" ucap pria tersebut memeluk pinggang wanita tersebut.


"kamu tunggu saja sampai aku menguras habis hartanya, dan aku akan kembali bersamamu!" jawab wanita tersebut.


"Aku juga ingin bertemu dengan an……"


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG