
...----------------...
Hari demi hari terlewati seperti biasanya, yang membedakan hanya tidak adanya kehadiran Ellisa dirumah dan Xio yang selalu melamun saat dimanapun.
Pencarian Ellisa juga tidak dihentikan sampai sekarang sudah 3 hari terlewat tapi kabar Elisa belum ditemukan juga.
"Sayang kemana kamu pergi, aku hanya ingin tahu kabarmu saat ini." Lirih Xio yang sedang duduk di kantornya sambil terus memandangi foto Ellisa yang sengaja Xio pajang dimeja kerjanya.
Xio juga membuat cincin Ellisa dan dirinya menjadi kalung yang terus ia pakai mau kapanpun atau dimanapun.
...----------------...
Beralih ke sisi Ellisa, saat ini Ellisa sedang duduk di taman yang dihiasi banyak bunga-bunga dan pohon yang sangat indah. Namun Berbeda dengan wajah Ellisa yang saat ini tidak ada ekpresi sedikitpun.
"Ellisa kenapa kamu melamun terus?" tanya rose yang duduk disebelah Ellisa.
"tidak ada apa-apa kok" Jawab Ellisa memaksakan senyumnya.
"Nenek tahu kamu sedang memikirkan Xio, kalau kamu khawatir kenapa kamu tidak mengirim pesan saja?" Ujar Rose.
"Bukankah kalau mengirim pesan dapat dilacak?" Tanya Ellisa.
"Kamu tidak perlu khawatir dilacak, di markas nenek semuanya benar-benar aman." Jawab Rose kemudian menyerahkan handphone nya pada Ellisa.
Ellisa sebenarnya sudah tahu kalau Xio sedang mencari-cari dirinya, Ellisa mendapatkan kabar tersebut dari Rose.
Rose bekerja di dunia bawah atau lebih tepatnya Rose merupakan ketua dari kelompok Mafia Black Rose, Walaupun disebut kelompok Mafia tapi kelompok rose hanya menghabisi orang-orang yang bersalah saja dan juga kelompok rose selalu membantu kepolisian.
Setelah Rose memberikan handphonenya, Ellisa langsung menuliskan email untuk Xio.
...----------------...
Kembali ke Xio, Saat Xio sedang rapat tiba-tiba pandangannya beralih karena notifikasi email yang muncul di layar Laptopnya, namun orang yang mengirim Email tersebut tidak mencantumkan namanya.
Karena penasaran Xio pun membaca Isi email tersebut.
Dear Xio
Ini aku Ellisa aku harap kamu baik-baik saja, Kenapa kamu masih tetap mencariku bukankan aku sudah bilang tidak perlu mencariku, Aku tahu kamu khawatir tapi sekarang kamu tidak perlu khawatir karena aku sudah baik-baik saja dengan seseorang, jangan cemburu dulu karena yang menemani ku bukan laki-laki tapi perempuan.
Jaga juga Leon dan Lena dirumah, Kalau sampai mereka kenapa-kenapa aku tidak akan memaafkanmu, Maafkan aku yang mengambil keputusan sendiri, maafkan aku juga yang tidak bisa meninggalkan kenang-kenangan untukmu dan juga untuk anak-anak yang selalu bisa diingat bahkan jika kita sudah tidak ada lagi.
Terimakasih telah khawatir, sedih, sayang, dan cinta padaku.
Selesai membaca email tersebut Xio tersenyum karena mengetahui kalau saat ini Ellisa baik-baik saja, Walaupun saat ini hatinya sangat perih karena Ellisa seperti mengucapkan kata-kata terakhirnya.
'Baiklah jika itu yang kamu inginkan maka kau akan membuat namamu selalu dikenang tidak hanya anak atau cucu kita dimasa depan tapi aku akan membuatnya dikenal kenal diseluruh dunia.' Batin Xio.
Xio tidak menyadari kalau orang-orang yang ada diruangan rapat sedang memperhatikannya karena mereka melihat Xio yang tersenyum tapi matanya sedikit berkaca-kaca.
"Tuan muda Apakah kita harus memberhentikan rapatnya?" Ucap Crish karena mengerti kalau saat ini Xio sedang dalam kondisi suasana hati yang baik.
"Tidak perlu, aku juga akan mengumumkan sesuatu yang penting." Jawab Xio kemudian ia berdiri.
"Baiklah semuanya!, Aku telah memutuskan Untuk nama perusahaan kita kedepannya menjadi XIEL, Kalau ada yang tidak setuju maka tidak ada hari esok untuk kalian karena nama ini tergabung dari namaku dan nama orang yang sangat berarti dalam hidupku. Aku juga akan membuat nama perusahaan kita terkenal diseluruh dunia." Jelas Xio dengan tatapan mengancam.
"Sekian." Xio langsung berjalan keluar ruangan tanpa menunggu pendapat dari orang-orang.
Semua karyawan di perusahaan Xio sudah tahu sifat Xio yang seperti itu jadi mereka memaklumi nya, Walaupun seperti itu mereka juga sangat senang bekerja dibawah Xio selain mendapatkan gaji tambahan, mereka juga senang karena kian hari perusahaan Xio kian berkembang.
"Ternyata Ellisa memang tidak ingin mencarinya. Tapi siapa orang yang sudah membantu Ellisa?, Aku harap dia orang yang baik dan dapat merawat anakku nanti jika Ellisa sudah melahirkan." Gumam Xio kembali menatap gambar Foto Ellisa.
...----------------...
Di dunia Flix atau lebih tepatnya di Kerajaan Regalia saat ini sedang ramai karena banyak sekali Airship yang mendekat kearah kerajaan Regalia.
Para kebajikan dan dosa besar yang melihat banyaknya Airship yang bergerak kearah kerajaan, Mereka langsung mengeluarkan sayapnya masing-masing untuk menghadang Airship itu.
Yang pertama maju adalah Rafael, ia mendekat kearah Airship yang sepertinya milik pemimpin mereka karena Airship nya berbeda dari yang lain dan lebih besar.
Rafael melambaikan tangannya, kemudian terlihat Airship tersebut sepeti menabrak sesuatu, itu adalah barrier yang dikeluarkan Rafael dan barrier tersebut tidak memiliki warna atau transparan sehingga membuat Airship tersebut menabrak barrier yang dibuat Rafael.
Airship tersebut tidak hancur dan hanya membuat retak bagian depan Airship tersebut. Kemudian keluarlah Pria memakai mahkota dan memegang tongkat ditangannya seperti seorang raja.
"Apakah kamu bisa mengemudi, kalau sampai Airship ku hancur sedikit saja bahkan seumur hidupmu pun tidak akan pernah bisa Membayarnya." Gerutu orang yang berpakaian seperti raja tersebut.
"Maafkan hamba yang mulia, sepertinya ada penghalang tembus pandang yang menghalangi Airship kita." Ucap orang yang mengemudikan Airship tersebut.
"Yang mulia sepertinya ada seseorang disana." Ucap orang yang menggunakan jirah menunjuk Rafael. Karena agak jauh mereka sulit melihat Rafael bahkan mereka menyipitkan matanya tapi tetap saja pandangan mereka tidak jelas.
Swoosh!
Semua orang yang ada di Airship tersebut terkejut karena Rafael tiba-tiba saja sudah berada di hadapan raja mereka.
"Siapa ka-" belum selesai menyelesaikan perkataan nya bibir raja tersebut sudah bungkam oleh Rafael. dan para prajurit langsung mengarahkan ujung senjata mereka pada Rafael.
"Bukankah seharusnya aku yang bertanya, siapa kalian datang kemari berbondong-bondong tanpa diundang." Ucap Rafael.
"Hahhhh Rafael kamu ini terlalu lunak" Ucap Beelzebub mengehela nafas, Semua orang langsung mengalihkan perhatiannya pada Beelzebub yang sedang berbaring di kayu dekat layar.
Saat Beelzebub turun dan menapakan kakinya, tiba-tiba semua senjata yang tadi diarahkan pada Rafael langsung meleleh membuat semua orang melongo kecuali Rafael.
"Kenapa kamu ikut campur urusanku?!" Gerutu Rafael.
"Habisnya kamu terlalu lembek, bagaimana kamu bisa melindungi yang mulia kalau seperti itu." Jawab Beelzebub.
"Aku tahu kamu pasti ingin pujian dari yang Mulia kan?" Ucap Rafael.
"Heh Aku tidak membutuhkan pujian karena yang terbaik adalah melindungi dan membantu yang mulia." Jawab Beelzebub meledek.
"Bilang saja kamu iri kalau aku yang akan mendapatkan pujian dari yang mulia." Balas Rafael meledek balik.
"Tentu saja aku juga ingin dipuji oleh yang mulia, Karena pujian dari yang mulia merupakan anugerah dalam hidupku!" Ucap Beelzebub.
Orang-orang yang berada disana melongo karena Rafael dan Beelzebub terus saja saling berkata-kata, mereka juga penasaran sebenarnya siapa yang mulia yang kedua orang ini agung agungkan itu.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG