Cross The World With System

Cross The World With System
Undangan



...----------------...


Setelah selesai makan siang di restoran, sekarang mereka sudah merasa dirumah sakit dan sedang duduk menunggu dokter memanggil giliran.


Karena ketampanan dan kecantikan Xio dan Ellisa serta anak-anaknya, mereka menjadi perhatian orang-orang yang sedang menunggu giliran juga banyak suster yang memperhatikan Xio tapi Xio mencemoohnya dan lebih memilih mengobrol dengan Leon dan Lena.



(susah banget nyari yang matanya biru jadi saya warnain matanya sendiri)


"Bagaimana hari pertama kalian sekolah?" Tanya Xio.


"Tidak ada yang menarik, semua pelajarannya sangat mudah." Jawab Leon dan diangguki oleh Lena tanda setuju.


"Anak-anak papah memang pintar!" Ucap Xio tersenyum mengelus kepala Leon dan Lena.


"tadi papah, dikelas ada beberapa anak yang mengata-ngatai kak Leon, mereka bilang kak Leon seperti perempuan dan rambutnya seperti kakek-kakek." ucap Lena karena memang kulit Leon dan Lena sangat putih mulus seperti bayi.


"Lalu Leon apakan mereka?" tanya Xio.


"Leon tidak menanggapi mereka." jawab Leon.


"rambut kita berbeda itu tandanya kita spesial, ibu mamah juga bilang kalau rambut yang berwarna putih alami seperti kita itu tandanya kita diberkahi oleh para dewa-dewi." Jelas Ellisa.


"papah juga merasa terberkati karena telah dipertemukan dengan kalian dan mamah kalian." kata Xio. Xio tidak menyadari kalau dari tadi banyak orang yang berada didekatnya dapat mendengar pembicaraan mereka.


"Hati ku jadi tentram melihat keluarga ini."


"Kapan aku memiliki suami sepertinya."


"Apakah mereka masih membuka member keluarga?"


Begitulah batinan orang-orang.


Sampai akhirnya giliran Ellisa tiba untuk diperiksa, Xio ikut masuk kedalam ruangan sedangkan Leon dan Lena menunggu diluar. Saat Xio masuk, Xio bersyukur karena yang dokter yang memeriksa adalah perempuan.


"Silahkan duduk tuan dan nyonya." Ucap dokter tersebut. Ellisa dan Xio pun langsung duduk dikursi yang ada di seberang meja dokter.


"Istri saya ingin mengecek kandungannya dok." Ucap Xio langsung pada intinya.


"Kalau begitu silahkan nyonya baringkan tubuh anda di kasur." Ucap dokter, Ellisapun langsung berbaring dikasur dan dokter juga memulai memeriksa Ellisa.


Tak lama kemudian dokter pun selesai memeriksa kandungan Ellisa dan Ellisa juga kembali duduk kursi sebelah Xio.


"Bagaimana dok?" Tanya Xio.


"Untuk kondisi janin dan ibunya keduanya baik-baik saja, tapi harap untuk tetap menjaga kesehatan dan jangan dulu melakukan pekerjaan yang berat." jelas sang dokter. dokter tersebut tidak tahu kalau Ellisa dan kandungannya sedang berada didalam keadaan hidup dan mati.


'Lalu berapa umur kandungan istri saya?" Tanya Xio lagi.


"Umur kandungan istri anda saat ini masih berumur 9 hari." Jawab dokter.


"Baiklah terimakasih dok." Ucap Xio langsung berdiri berniat keluar ruangan tapi terhenti karena Ellisa berbisik pada dokter.


"Dokter apakah saya boleh melakukan hubungan intim dengan suami saya dalam kondisi perut saya seperti ini?" Bisik Ellisa dengan pipi memerah karena malu. Ellisa tidak sadar kalau Xio juga dapat mendengar bidikannya.


dokter itupun tersenyum dan melirik sebentar kearah Xio yang juga wajahnya memerah karena malu. Xio tidak menyangka Ellisa akan bertanya mengenai hal tersebut.


"Selama kehamilan, hubungan intim boleh dan aman dilakukan oleh pasangan suami istri. Hubungan intim selama kehamilan juga memberikan manfaat seperti sirkulasi darah menjadi lancar sehingga dapat menyuplai oksigen ke seluruh tubuh hingga ke janin." Jawab dokter tapi tidak berbisik pada Ellisa sehingga Xio dapat dengan jelas mendengarnya.


"Terimakasih dok!" ucap Ellisa dan buru-buru keluar ruangan menarik tangan Xio dengan wajah yang memerah.


"emm Sayang.." Ucap Xio berusaha membuka pembicaraan.


"A-apa?" sahut Ellisa gugup dengan wajah tersipu malu.


"Apakah kamu sudah merindukanku melakukan itu?" Tanya Xio menggoda Ellisa.


"Bo-bodoh cepat jalankan saja mobilnya pulang." jawab Ellisa menutup wajahnya yang sangat memerah dan berkeringat. sementara Leon dan Lena bingung apa yang sedang dibicarakan Xio dan Ellisa.


Xio terkekeh melihat tingkah Ellisa dan langsung melajukan mobilnya menuju rumah. saat sampai rumah, mereka langsung masuk kekamar dan berganti pakaian kemudian ikut berkumpul bersama Jhonatan dan Arthur di ruang keluarga sambil menyantap camilan.


"Xio ayah sudah tahu Ellisa dan Arthur bukan berasal dari bumi, coba kamu jelaskan pada ayah lebih jelasnya." Ucap Jhonatan.


Xio pun menceritakan kalau dia memiliki kekuatan untuk berpindah dunia tapi Xio tidak menceritakan tentang System nya, Xio juga menjelaskan kalau diduania tersebut kalau setiap orang orang memiliki elemennya masing-masing kemudian Xio memberitahukan pada Jhonatan element miliknya dan juga element Arthur, Ellisa, Leon dan Lena.


Xio juga memberitahu Jhonatan kalau Xio didunia itu merupakan seorang raja dari kerajaan Regalia, dan yang terakhir Xio menceritan tentang pertemuannya dengan Ellisa dan juga tentang dirinya yang sedang mencari kakek Azril.


"......Begitulah ceritanya." Ucap Xio selesai menjelaskan.


"Lalu apakah kamu sudah menemukan jejak kakek Azril?" Tanya Jhonatan.


"Belum bahkan aku sudah mencarinya di seluruh benua." Jawab Xio.


"Ternyata tugasmu banyak juga, kalau begitu ayah juga akan membatu sebisa mungkin." ucap Jhonatan.


"Tunggu dulu apa kamu tadi bilang kakek Azril?, apa yang kamu maksud Azril Archon?!" tanya Arthur.


"Benar!, apakah ayah mertua tahu sesuatu?" Ucap Xio bertanya balik.


"Dulu aku pernah berguru padanya, tapi saat aku diangkat menjadi raja tiba-tiba saja dia menghilang entah kemana, ternyata dia pindah kesini." Jawab Arthur.


"Lalu apakah ayah mertua tahu sesuatu tentang masalalunya atau orang kuat yang pernah berselisih dengannya?" tanya Xio lagi.


"Aku hanya mengetahui tentang masalalunya yang seorang pangeran dan untuk orang yang berselisih d ngannya aku kurang tahu, tapi kalau tidak salah dulu kakek Azril memiliki seirang teman tapi saat kakek Azril menghilang temannya juga ikut menghilang. aku hanya tahu itu saja" Jelas Arthur.


"Tidak apa-apa itu saja juga sudah cukup, stidaknya aku mendapatkan petunjuk." Ucap Xio.


"Oh iya Xio, ayah mendapatkan undangan dari teman ayah, katanya anaknya ulang tahun besok malam." Kata Jhonatan.


"Apakah kamu akan ikut?, kamu juga boleh mengajak Ellisa dan anak-anak." lanjutnya bertanya.


"Baiklah besok aku akan ikut." Jawab Xio.


"Kalau begitu aku akan kemansion dulu sebentar." Ucap Xio dan langsung beranjak keluar.


Xio berniat untuk melihat apakah para bawahannya sudah menemukan informasi mengenai mafia Blood Fang, dan juga apakah Serly sudah sadar.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG