
...----------------...
Saat ini Xio dan Ellisa masih berada di kamarnya begitupun dengan bayi mereka. Tapi disana juga sudah ada Jhonatan, Rose, Leon dan Lena serta para bawahan Xio. mereka saat ini sedang menanti hasil dari pengecekan status anak-anak Xio.
...«STATUS»...
...Nama: Nathaniel Archon Alexander...
...Umur: 7 Jam...
...Ras: Half Human...
...Level: 1 (-)...
...Element: Kegelapan(S+)...
...Tittle: Son of the King Regalia kingdom , Son of the Queen of life/Regalia kingdom, error, error....
...STR: E...
...INT: C...
...VIT: C...
...----------------...
...«STATUS»...
...Nama: Natassa Archon Alexander...
...Umur: 7 Jam...
...Ras: Half Demon...
...Level: 1 (-)...
...Element: Cahaya(S+)...
...Tittle: Daughter of the King Regalia kingdom , Daughter of the Queen of life/Regalia kingdom, error, error....
...STR: E...
...INT: C...
...VIT: C...
...----------------...
Semuanya tercngeang melihat peringkat Elemen yang dimiliki oleh anak-anak Xio. Karena bayi normal tidak ada yang pernah langsung memiliki Elemen dengan pangkat S+ saat baru lahir, bahkan yang paling tinggi pun hanya C saja.
"Haha... bayi-bayiku yang mungil ini ternyata punya Element yang sangat kuat." Xio tertawa bahagia setelah melihat status bayi-bayinya yang ia beri nama Nathaniel untuk yang laki-laki, sedangkankan untuk yang perempuan ia beri nama Natassa. Dan sudah tentu keduanya membawa marga Archon Alexander.
Semua orang disitu tersenyum melihat Xio yang nampak sangat bahagia bermain dengan bayi-bayinya yang ada di ranjang mereka sendiri, karena mereka tahu bagaimana perjuangan serta suka duka yang dihadapinya ketika anaknya masih dalam kandungan.
Lekukan bibir juga terlukis diwajah cantik Ellisa yang sedang memperhatikan Xio. Sementara dirinya masih duduk berbaring di sandaran kasur.
'Andaikan saja ayah disini juga dan bisa melihat cucu-cucunya.' Batin Ellisa mengingat sosok Arthur yang saat ini seharusnya ada di tempat ini bahagia melihat kelahiran cucu-cucunya.
Rose mengelus rambut Ellisa karena kebetulan ia berdiri dekatnya, "Jangan sedih sayang, nenek yakin Arthur juga saat ini pasti sedang bahagia juga." Ucap Rose mengetahui apa yang sedang Ellisa pikirkan karena dapat melihat dari ekspresinya.
Ellisa mengangguk sambil mengelap air matanya yang tadi sudah hampir keluar.
Oekk! oekk!
Nathan dan Tassa tiba-tiba saja menangis, dan Xio pun langsung menggendong keduanya dengan heran kenapa mereka menangis.
"Ehh kenapa anak papah menangis?" Kata Xio.
Xio pun berniat menyerahkan Nathan dan Tassa pada Ellisa untuk di berikan ASI, tapi ia malah Melihat Ekpresi Ellisa yang nampak sedih.
"Sayang kenapa kamu sedih?" Xio berjalan kearah Ellisa dan duduk disampingnya. "Lihatlah anak-anak kita juga ikut sedih melihat ibunya yang sedih." Ucap Xio menempelkan keningnya pada kening Ellisa.
Terdengar suara isakan dari Ellisa, dan ia langsung membenamkan wajahnya di dada Xio sambil menangis, entah itu tangisan bahagia atau tangis kesedihan tidak ada yang tahu.
Xio menyerahkan bayinya pada Rose, kemudian memeluk Ellisa sambil mengelus-elus rambutnya untuk membuat-nya tenang.
Oekk! oekk!
"Sayang... maafkan mamah." Ucap Ellisa menjulurkan kedua tangannya.
Rose yang mengerti pun langsung menyerahkan Nathan dan Tassa ke pangkuan Ellisa. Ellisa sudah siap dan akan membuka dress bagian atasnya untuk menyusui keduanya, tapi di hentikan oleh Xio yang menahan lengan Ellisa.
"Tunggu dulu sayang." Ujar Xio kemudian menatap para bawahannya. "Apakah kalian menungguku menendang kalian keluar?!" Ucapnya dengan tatapan tajam.
"Tidak Yang Mulia! kami akan Keluar!" Jawab para bawahannya dengan tergesa-gesa keluar dari ruangan itu lantaran takut dengan tatapan Xio.
"Nah sekarang kamu sudah boleh menyusui." Kata Xio kembali tersenyum sambil mengelus-elus rambut Ellisa. Xio menyuruh para bawahannya keluar karena tidak mau ada yang melihat payudara Ellisa yang bisa menggugah gairah siapapun.
Ellisa mengangguk dan langsung mulai menyusui sehingga Nathan dan Tassa pun kembali tenang.
Xio sadar kalau sedari tadi ada 2 anak yaitu Leon dan Lena yang terus berdiri di sisi ruang sambil menundukkan kepala mereka.
"Leon...Lena...apa kalian tidak mau melihat adiknya?" Ucap Xio.
Leon dan Lena mengangkat kepalanya, dan mereka melihat Xio yang sedang tersenyum kearahnya.
"Sini!" Kata Xio sambil menepuk-nepuk pahanya memberi tanda gar mereka duduk di situ.
Leon dan Lena saling memandang sebentar, kemudian mereka berlari kearah Xio dan duduk di dekatnya.
Xio mengelus kepala mereka berdua. Tadi ia sempat mendengar batinan Leon dan Lena yang mengatakan, "Apakah papah dan mamah akan melupakan kita?" Begitulah batin keduanya.
"Apakah Leon dan Lena mau mencoba menyentuh adiknya?" Ujar Ellisa dan dijawab anggukan oleh keduanya dengan semangat.
Leon dan Lena pun langsung menggerakkan jari mereka dan mengarahkannya pada tangan Nathan serta Tassa.
Keduanya tersenyum saat sudah bersentuhan entah apa yang sedang dirasakannya tapi berhasil membuat Xio serta Ellisa tersenyum juga.
Jhonay berjalan kedekat Xio dan menepuk pundaknya.
"Sekarang tanggungjawab mu sudah bertambah, ayah harap kamu tidak bertingkah ceroboh lagi." Ucap Jhonatan.
"Ya aku pasti akan merawat kebahagiaanku." Jawab Xio.
...----------------...
Malam hari telah tiba.
Xio dan Ellisa makan malam berdua dikamarnya walaupun sebenarnya Ellisa sudah dalam kondisi normal berkat pil yang Xio berikan saat itu. Mungkin orang bumi akan gila jika mendengar ada orang yang langsung dalam keadaan normalnyanya lagi setelah melahirkan, yang bahkan tidak membutuhkan satu hari saja untuk Ellisa meregenerasi tubuhnya.
Saat ini Ellisa sedang menyusui Nathan dan Tassa untuk menidurkan mereka, Sementara Xio sedang asik memperhatikan mereka tanpa terasa kalau Nathan dan Tassa ternyata sudah tidur.
"Sini sayang biar aku saya yang menidurkannya." Ujar Xio, dan dijawab anggukan oleh Ellisa.
Sebelum menaruh keduanya di ranjang bayi, Xio mengecup mereka terlebih dahulu lalu menidurkannya berdampingan.
Setelah menidurkan bayinya, Xio kembali keranjangnya yang disana sudah Ada Ellisa sedang berbaring sambil menepuk bantal disampingnya memberikan tanda agar Xio tidur di sampingnya.
Xio pun menurutinya dan Berbaring disamping Ellisa, kemudian melingkarkan lengannya di tubuh Ellisa dan mencium bibirnya sekilas.
"Tidurlah sayang." Ucap Xio. Ia tidak berniat melakukan hubungan intim terlebih dahulu, walaupun sebenarnya kondisi Ellisa sudah tidak masalah jika melakukan hal tersebut.
Pukul 9 malam merekapun tertidur sambil berpelukan tanpa melakukan kegiatan suami istri terlebih dahulu.
Saat tengah malam Xio terbangun karena mendengar Nathan dan Tassa menangis, dan bukan Xio saja yang terbangun tapi Ellisa juga ikut terbangun.
"Sayang kamu tidur saja lagi, biar aku yang menidurkan anak-anak." Ujar Xio. ia turun dari ranjangnya dan berjalan menuju ranjang bayi walaupun dalam keadaan sedikit ngantuk.
Saat Xio sudah sampai, ternyata Nathan dan Tassa menangis karena mereka sudah poop. Tidak mau menyusahkan Ellisa, Xio pun mau tidak mau harus menggantikan popok mereka karena ia pikir itu memang sudah jadi kewajibannya.
Saat mengganti popoknya Xio tidak merasa jijik sedikitpun, mungkin karena itu adalah pool anaknya sendiri. Selesai mengganti popok, Xio menimang-nimang mereka untuk menidurkan nya kembali.
Ellisa tersenyum karena dari tadi ia mempemperhatikan kelucuan Xio.
...----------------...
...BERSAMBUNG...