Cross The World With System

Cross The World With System
Kertas



 


Saat Xio sedang duduk bersandar di depan pintu, Jhonatan dan Arthur menghampirinya.


"Xio kenapa kamu disini?, dimana Ellisa?" Arthur bertanya pada Xio yang tertunduk memeluk kedua lututnya.


"BIARKAN AKU SENDIRI!" Bentak Xio masih belum mau mengangkat kepalanya.


Jhonatan berjongkok dan mengelus kepala Xio, Jhonatan tahu kebiasaan Xio kalau sedang ada masalah dan juga Jhonatan tahu cara meredakannya karena Xio juga pernah seperti ini ketika masih kecil.


"Xio tenanglah ini ayah, kamu bisa ceritakan pada ayah apa yang terjadi." Jhonatan mengangkat kepala Xio agar Xio menatap dirinya.


"Ceritakan pada ayah apa yang terjadi apda Ellisa dan kenapa kamu bersedih?" Ucap Jhonatan lagi.


"Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan.." lirih Xio.


"Aku tidak tahu harus memilih Ellisa atau bayi yang ada ada dikandungan Ellisa.." lanjutnya.


"Apa maksudmu memilih?" tanya Jhonatan.


Xio pun menceritakan kalau Ellisa diberikan obat oleh seseorang sehingga membuat Jhonatan dan Arthur marah. belum selesai Xio menceritakan cerita, Xio sudah terkena tamparan oleh Arthur.


Plakk!


"Bodoh, untuk apa aku mempercayakan Ellisa padamu kalau kamu tidak bisa menjaganya, bagaimana kalau Ellisa dan bayinya kenapa-napa?" bentak Arthur, Arthur berbicara seperti itu karena takut kehilangan orang yang dia sayangi untuk kedua kalinya.


"Tenanglah Arthur kita dengarkan dulu penjelasan Xio." Ucap Jhonatan berusaha menenangkan Arthur.


"Tidak apa-apa ayah ini memang salahku yang tidak bisa menjaga Ellisa." Ucap Xio.


"Lalu apa maksudmu harus memilih antara Ellisa atau bayinya?" Tanya Jhonatan lagi.


Xio menceritakan semua kondisi Ellisa dan kandungannya tanpa ada yang ditutup tutupi.


Jhonatan dan Arthur juga langsung merasa lemas diseluruh tubuhnya, walaupun Ellisa hanya menantu Jhonatan tapi Jhonatan sudah menganggapnya seperti anak sendiri.


Apalagi ketika mendengar harus menyelamatkan Ellisa atau bayinya, Jhonatan dan Arthur langsung syok.


"Kalau aku memberitahu Ellisa, Ellisa pasti akan memilih kandungannya dari pada dirinya, walaupun aku ingin bayiku selamat tapi aku juga sangat menyayangi Ellisa." lirih Xio.


"Apa yang harus kulakukan?" ucap Xio lagi.


Jhonatan dan Arthur tidak menjawab karena mereka juga dapat mersakan apa yang Xio rasakan.


"PAPAH!!" Teriak Leon dan Lena langsung memeluk Xio.


"Hiks kenapa papah menangis?" Tanya Lena sambil menangis.


"Bagaimana keadaan mamah?!" Tanya Leon dengan mata berkaca-kaca, entah kenapa Leon dan Lena juga langsung sedih ketika melihat Xio dengan wajah yang sedang sedih.


Xio mengucek matanya agar tidak kelihatan seperti selasai menangis agar Leon dan Lena tidak ikut menangis.


"Aku ingin melihat MAMAH!" Ucap Lena.


"Baiklah tapi jangan berisik mamah sedang istirahat." Jawab Xio.


Xio membukakan pintunya dan langsung masuk diikuti Arthur, Jhonatan serta Leon dan Lena.


Mereka dapat melihat dikasur Ellisa seperti ditutupi seluruh tubuhnya oleh selimut, Xio membuka sedikit selimutnya agar Leon dan Lena bisa melihatnya.


Saat Xio membuka selimutnya ternyata yang ada dibawah selimut bukanlah Ellisa melainkan guling. Xio kemudian melihat secarik kertas dan cincin yang pernah Xio berikan pada Ellisa diatas kertas tersebut.


Xio langsung mengambil kertas tersbut dan membaca isinya.


...Aku sudah mendengar semuanya, memang benar apa yang kamu katakan aku lebih memilih bayiku atau bayi kita, sangat menyenangkan ketika kita membicarakan tentang bayi kita saat sore hari bersama Leon dan Lena, aku harap kamu masih mau menepati janjimu untuk berkeliling dunia walau mungkin aku tidak bisa ikut, aku harap kamu tidak membenci bayi yang aku lahirkan jika aku sudah tiada. maafkan aku tidak bisa berada disampingmu lagi tapi tolong jika nanti kamu sudah menemukan anak kita ketika aku sudah tidak ada tolong rawat dan sayangi dia, kamu juga boleh mencari istri lagi untuk menggantikan peranku sebagai ibu dari anak-anak kita tapi kamu harus mendapatkan perempuan yang baik dan sayang pada anak-anak kita. aku melakukan ini karena aku yakin kamu akan memaksaku menggugurkan kandunganku dan kamu juga tidak perlu mecariku....


...Semoga kita bisa bertemu lagi di kehidupan selanjutnya dan menjalin kisah cinta kita lagi....


...Terimakasih, I Love You 😀...


Setetes air mata jatuh dari mata Xio terjun mendarat diatas kertas tersebut, Xio langsung terduduk lemas sambil tertunduk.


Xio kembali mengingat saat awal bertemu dengan Ellisa kemudian ketika dia berbicara dengan Ellisa dan yang terakhir ketika mereka mengobrol tentang bayi mereka saat dimobil.


"Bodoh!,bodoh!, jika kamu mencintaiku lalu kenapa kamu meninggalkanku!. Argh!!!.." ucap Xio sambil memukul-mukul lantai, dan tanpa sengaja aura kegelapannya langsung keluar dari tubuh Xio dan menyebar keseluruh rumah tempat pesta tersebut dan membuat semunya sesak nafas.


dan yang paling parah adalah Lena karena dirinya memiliki element cahaya.


"Heuuk papah..!" Ucap Lena sesak.


Xio langsung melirik kearah Lena dan terkejut karena Lena seperti sangat kesakitan, Xio langsung menyadari kalau aura nya keluar kemudian menarik kembali seluruh auranya.


"Lena maafkan papah!" Ucap Xio memeluk Lena.


"Lena sudah tidak apa-apa." jawab Lena.


"Kalau begitu ayah tolong jaga anak-anak aku akan mencari Ellisa." Xio melihat jendela yang terbuka, kemudian dia masuk kedalam bayang dan langsung melesat cepat.


Sementara itu, saat ini ditengah ramainya kota ada seorang wanita yang sangat cantik sedang berjalan tergopoh-gopoh wanita tersebut tidak lain adalah Ellisa yang baru saja melarikan diri.


Karena sudah sangat lemas dan tak kuat berjalan lagi, ia langsung pingsan, tapi kebetulan ada seorang wanita yang terlihat sudah berumur tapi masih cantik, wanita tua tersebut langsung menahan Ellisa agar tidak jatuh.


"Kalian tolong bantu aku membawa gadis ini!" Ucap wanita tersebut pada beberapa pria yang seperti body guard atau mungkin bawahannya.


"Tapi nyonya, kita harus buru-buru ke Jepang." Jawab salah satu bawahannya.


"Apakah kamu berani membantah?!" Sentak wanita tersebut.


"baiklah nyonya!" Jawab bawahannya, kemudian langsung mengangkat Ellisa masuk kedalam mobil.


(Ellisa POV)


Saat aku membuka mataku, aku melihat seperti aku sedang berada didalam mobil, dan hal terakhir yang kuingat adalah ketika aku berjalan di keramaian.


Aku mengira mungkin saat ini Xio sudah menemukanku dan membawaku kembali menggunakan mobil, tapi perkiraan ku salah karena aku mendengar suara wanita di kursi depan mobil.


"Oh kamu sudah bangun?" Ucap wanita tersebut.


"Siapa kamu dan mau kamu bawa kemana aku?" Tanyaku waspada.


"Tenanglah aku orang baik dan namaku....


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG 😄