
...----------------...
Hari-hari kembali dilalui seperti biasanya, dan tak terasa hari ulang tahun Leon dan lena pun telah tiba.
Xio Akan merayakan ulang tahun Leon dan Lena dirumahnya setelah mereka pulang sekolah. Xio juga sudah menyuruh Jhonatan untuk mendekor dan mengundang siapa saja yang ingin ia undang undang.
Saat ini Xio sedang duduk dikantornya, dan sebentar lagi akan menjemput Leon dan Lena pulang sekolah.
Tokk! tok!
Pintu ruangan Xio diketuk.
"Masuk." Ucap Xio. Kemudian masuklah Adam.
"Ada apa paman?" Tanya Xio.
"Tuan muda saya ingin melaporkan kalau Jordan saat ini berencana akan menyerang ketika pesta ulang tahun Leon dan Lena." Jelas Adam. Xio langsung memukul mejanya.
'Cih aku diamkan mereka sebentar dan sekarang mereka ingin berulah lagi' Batin Xio.
"Paman tolong Beritahu semua orang yang berada di mansion untuk menahan mereka, jangan biarkan ada satupupun dari mereka yang mendekat ke dekat rumah dan juga periksa setiap orang yang hadir." Ucap Xio.
"Baik tuan muda, Saya akan melaksanakannya sekarang." Jawab Adam, kemudian berjalan keluar.
Xio mengemas barang-barang nya ke dalam tas miliknya walaupun hanya laptop dan beberapa dokumen saja yang ia masukan kedalam tasnya.
Selesai merapihkan barangnya Xio berjalan keluar rungannya menuju tempat parkir untuk menjemput Leon dan Lena.
Sesampainya di depan gerbang sekolah Xio melihat Leon dan Lena yang sudah berdiri disana ditemani oleh Toshiro.
Karena Bella sudah mati jadi kepala sekolahnya telah diganti yang baru oleh bawahan Xio, karena Xio sudah membeli sekolah tersebut.
Xio turun dari mobilnya kemudian menghampiri Leon dan Lena.
"Terimakasih Pak sudah menjaga Leon dan Lena." ucap Xio.
"Sama-sama tuan."Jawab Toshiro.
"Ayo Anak-anak." Kata Xio, Leon dan Lena pun masuk kedalam mobil.
Sebelum pulang kerumahnya, Xio mengajak Leon dan Lena Ke butik terlebih dahulu karena Xio sudah memesan pakaian untuk Leon dan Lena. Butik yang Xio kunjungi merupakan salah satu Butik yang sangat terkenal.
"Papah kenapa kita kesini?" Tanya Leon.
"Ayo ikut masuk dulu." Jawab Xio. Mereka pun masuk kedalam butik tersebut dan disambut oleh seorang pria yang kemungkinan adalah Ownernya.
"Selamat datang di butik kami Tuan!" Ucap pria tersebut menyambut kedatangan Xio. Walaupun umur Xio masih 17 tahun namun dilihat dari manapun Xio terlihat sidah dewasa baik penampilan maupun auranya sangat berwibawa.
Pria tersebut mempersilahkan Xio duduk di sofa ruang tunggu, Lena dan Leon dibantu oleh beberapa pekerja disana untuk mengganti pakaian serta untuk di dandani didalam sebuah ruangan yang ditutupi oleh tirai.
Tak lama kemudian para pekerja keluar dari ruangan dibalik tirai tersebut sambil menyumbat hidungnya yang mimisan dengan tisu. Xio yang penasaran apa terjadi pun bertanya pada pekerja tersebut.
"Apa yang terjadi?" Tanya Xio namun mereka tidak menjawab dan langsung membuka tirai nya.
Xio pun akhirnya mengerti mengapa mereka mimisan, Karena saat tirai tersebut di buka nampaklah Leon dan Lena yang mengenakan pakaian yang serasi, dengan Lena menggunakan gaun warna putih dan Leon menggunakan jas yang memiliki warna sama dengan Lena. Sehingga membuat mereka tampak sangat imut sekaligus menawan.
"Papah kenapa kita harus memakai pakaian seperti ini?, Memangnya mau ada acara apa?" Tanya Lena karena sebenarnya Leon dan Lena tidak tahu kalau Xio akan mengadakan pesta ulang tahun untuk mereka.
"Rahasia hehe." Jawab Xio tertawa kecil.
"Karena Leon dan Lena sudah tampan dan cantik, sekarang ayo kita berangkat." Lanjutnya, kemudian mereka pun berjalan keluar dari tempat itu dengan Xio yang menggandeng tangan Leon dan Lena.
Saat ini aku Sedang berada didalam mobil bersama dengan para bawahan tuan muda yang hanya berjumlah 30 orang dengan menggunakan 6 mobil, Awalnya aku sedikit ragu apakah hanya dengan 30 orang dapat menghentikan mereka namun aku percayakan saja pada mereka.
kami saat ini sedang dalam perjalan untuk menghentikan orang-orang suruhan JordanJordan yang ingin mengacaukan pesta ulang tahun.
Ckitt!!
Tiba-tiba saja mobil yang aku tumpangi berputar balik.
"Hei kenapa kita berputar?" Tanyaku. Namun 3 urang yang ada didalam mobil bersamaku tidak menjawab dan malah mengeluarkan senapan mereka sehingga membuatku kebingungan.
Mereka membuka kaca mobil kemudian menembaki bus yang ada dihadapan mobil kita. Sampai ada peluru yang mengenai ban bus tersebut. Sehingga membuat bus tersebut berhenti.
Saat bus tersebut berhenti, Orang-orang yang bersamaku ini langsung turun dari mobil dan menghampiri bus tersebut sementara aku masih bingung apa yang mereka lakukan kenapa menembaki bus umum.
Namun ternyata dugaanku salah, karena ternyata yang keluar dari bus terbut juga orang-orang yang bersenjata.
tanpa menunggu lebih lama lagi terjadilah saling tembak menembak, namun yang anehnya Para bawahan tuan muda tidak ada yang terkena peluru satu orang pun sementara orang-orang yang barusan keluar dari bia tersebut sudah hampir tumbang semua.
Baku tembak tidak hanya terjadi dihadapanku saja, karena kau juga dapat mendengar suara tembakan yang berasal di belakangku. Saat aku melihatnya ternyata ada 2 bus lain yang sedang tembak menembak dengan para bawahan tuan muda dan untungnya di jalan tersebut sangat sepi sehingga tidak akan ada korban dari kalangan masyarakat.
Aku pun memutuskan untuk membantu mereka walaupun kelihatan kalau mereka tidak kesulitan sama sekali.
Tidak membutuhkan waktu lama, kami berhasil menumbangkan semua orang-orang bawahan jordan tersebut, yang membuatku kagum adalah tidak ada satupun dari bawahan tuan muda yang terkena tembakan.
'Ilmu apa sebenarnya yang mereka?' Batinku.
(Adam POV END)
Kembali ke Xio, Saat ini Xio sudah hampir sampai dirumahnya.
"Papah Kenapa banyak orang dirumah kita, dan kenapa banyak sekali hiasan?" Tanya Leon karena melihat banyak sekali mobil yang terparkir di dekat rumahnya.
"Kalian akan tahu nanti." Jawab Xio kemudian memarkirkan mobilnya.
"Wah Cucu kakek sangat tampan dan cantik." Jhonatan dan Arthur menghampiri Xio.
"Kakek kenapa Ramai sekali orang?" Tanya Lena. mereka tidak menjawabnya dan langsung membawa Leon dan Lena diikuti oleh Xio yang berjalan dibelakang mereka.
Xio tidak mengira kalau Jhonatan akan mengundang orang yang banyak sekali karena yang datang banyak orang penting Dan para artis televisi papan atas juga hadir, Namun Xio tidak mempermasalahkannya karena Xio sudah menyuruh para bawahannya agar tidak ada wartawan.
"Selamat Siang hadirin semuanya." Ucap Jhonatan menggunakan mic sehingga dapat didengar oleh semua orang yang hadir.
"Sebelumnya saya ucapkan terimakasih kepada hadirin semuanya karena telah hadir dihari yang berbahagia ini, yang dimana hari ini adalah hari ulang tahun cucuku yang ke 6 tahun." Jhonatan kemudian menyuruh Xio untuk maju.
"Terimakasih semuanya karena telah hadir untuk memeriahkan pesta ulang tahun anak-anakku, Tidak perlu menunggu lama lagi kita mulai saja acaranya." Setelah Xio berbicara seperti itu, Tiba-tiba saja banyak sekali mobil yang sepertinya mengawal mobil yang berada di depannya.
Xio melirik kearah Jhonatan untuk meminta penjelasan Siapa lagi yang di undangnya, namun Jhonatan malah tertawa canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG