
...----------------...
"Elllisa! bagaimana bisa kamu keluar dari dalam ruangan dimensiku?!" terkejut Xio dan dengan segera menghampiri Ellisa. Tapi ketika sudah dekat dengannya, Xio tiba-tiba saja langsung terpental kebelakang dengan keras.
Ellisa terus melayang ke arah Tresha. begitupun dengan Tresha yang bergerak kedekat Ellisa.
"Yang Mulia, sepertinya Ratu tidak sadarkan diri." Ucap Sebas menahan Xio yang terpental.
Xio memperhatikan Ellisa yang ternyata memang sedang tidak sadarkan diri, tapi yang membuatnya bingung kenapa Ellisa terus mendekat kearah makhluk besar itu. Apalagi Xio bisa merasakan kalau makhluk itu memiliki kekuatan yang sangat tinggi.
Xio berniat untuk menghampiri Ellisa kembali, karena ia melihat Ellisa sudah sangat dekat sekali dengan makhluk itu. Dan juga Xio takut kalau Tresha melakukan sesuatu yang buruk pada Ellisa.
"Yang mulia tunggu!" Sebas menghalangi Xio.
Dengan kesal Xio pun membentak Sebas. "Menyingkirkan Sebas! apa kamu mau membuat Ellisa kenapa-napa hah?!" Xio mendorong Sebas kesamping. Dirinya langsung melesat dengan sangat cepat kearah Ellisa.
Brakk!!
Boomm!!
Lagi-lagi Xio terpental, dan kali ini lebih keras dari yang pertama karena barusan ia menggunakan kecepatan penuh untuk menghampiri Ellisa.
Xio dapat merasakan seperti ada Sebuah pelindung kuat yang mengelilingi Ellisa.
"Yang Mulia!" Sebas langsung terbang ke tempat Xio mendarat. "Apakah anda tidak apa-apa?" Tanyanya sambil membantu Xio berdiri.
"Yah aku tidak apa-apa, tapi bagaimana dengan Ellisa?" Ucap Xio masih mengkhawatirkan Ellisa.
"Yang mulia, sepertinya makhluk itu tidak berniat jahat pada Ratu." Jawab Sebas dengan pandangan kearah Ellisa.
Xio juga langsung mengalihkan pandangannya pada Ellisa. Ia dapat melihat Makhluk raksasa itu menyentuh Ellisa menggunakan hidungnya. Tiba-tiba saja tubuh Tresha perlahan memudar menjadi cahaya, dimulai dari hidung hingga akhirnya seluruh badannya sudah menjadi cahaya.
Cahaya-cahaya tersebut langsung bergerak kearah Ellisa dan langsung menyelimuti seluruh tubuhnya dari ujung kepala sampai ujung kaki. Tubuh Ellisa tiba-tiba memancarkan cahaya yang sangat terang bahkan hingga menyilaukan mata serta merubah warna langit yang tadinya berwarna Oren gelap menjadi biru cerah kembali.
Perlahan cahaya yang menyelimuti tubuhnya memudar dan menampilkan penampilan Ellisa yang berubah. Walaupun sebelumnya ia memang sangat cantik, tapi saat ini kecantikannya semakin diluar akal sehat.
Ketika cahaya yang menyelemitinya sudah menghilang semua, dan karena ia tadi melayang di langit, sehingga sekarang ia langsung terjun kebawah dengan keadaan masih tidak sadarkan diri.
Dengan gesit Xio menghilang dari tempatnya berdiri barusan dan langsung menangkap Ellisa yang masih terjun di langit. setelah berhasil menangkap Ellisa, Xio kemudian terjun secara perlahan dengan Ellisa yang berada dipangkuan nya.
Tep!
Xio menapakkan kakinya di tanah. Ia tidak memperhatikan kecantikan Ellisa, tapi yang langsung ia periksa ada kondisinya dimulai dari seluruh tubuh Ellisa serta perutnya.
"Hahh untunglah Ellisa dan kandungannya tidak kenapa-napa." Xio menghela nafas lega karena ia masih bisa merasakan adanya kehidupan di dalam tubuh Ellisa. Tapi yang membuat Xio heran adalah kekuatan di dalam tubuh Ellisa yang meningkat secara derastis bahkan sudah tidak beda jauh dengan kekuatannya sekarang.
"Apakah kekuatan makhluk barusan masuk kedalam tubuh Ellisa?" Pikir Xio karena hanya begitulah pemikiran logisnya. Tidak mau berpikir yang tidak-tidak, Xio langsung membawa Ellisa kembali ke istana kemudian menidurkannya di kasur.
Saat inilah Xio baru sadar kalau penampilan Ellisa berubah. Karena dari tadi ia hanya mengkhawatirkan kondisi Ellisa serta kandungan dalam perutnya saja.
'Tidak apa-apa Ellisa berubah penampilannya, asalkan itu masih Ellisa istriku, maka akan selamanya akan menjadi instriku.' Batin Xio mencium kening Ellisa. Ia kemudian menghubungi Azco, Sebas, serta Uriel untuk segera kekamarnya.
Tidak butuh Waktu lama, mereka bertiga pun sudah berdiri di depan pintu kamar Xio.
"Uriel tolong periksa kesehatan Ellisa dan kandungannya." Perintah Xio. Walupun ia sudah memeriksanya sendiri tadi, tapi alangkah baiknya di periksa langsung oleh ahlinya agar lebih akurat.
Ketika Xio menunjuk kearah Ellisa, Azco dan Uriel langsung di kejutkan dengan kecantikan wanita yang sedang terbaring di atas ranjang. Sementara Sebas melihatnya biasa saja.
"Jangan terus menatapnya seperti itu, atau ingin aku mencongkel mata kalian satu-persatu?!" Seru Xio. Azco dan Uriel segera meminta maaf, dan Uriel pun segera memeriksa Ellisa.
"Yang Mulia silahkan duduk." Sebas menyodorkan kursi pada Xio karena melihatnya yang berdiri terus di samping ranjang.
"Terimakasih." Kata Xio langsung duduk di kursi yang di berikan Sebas. "Sebas apakah kamu juga berpikir kalau Tresha masuk kedalam tubuh Ellisa?" Ucap Xio.
"JADI BENAR TADI ITU TRESHA!!" Teriak Azco.
Plakk!!
Sebas memukul belakang kepala Azco lumayan keras.
"Saya juga berpikir seperti itu Yang Mulia." Sebas menjawab pertanyaan Xio dengan nada sopan sperti biasa nya walaupun barusan sudah memukul Azco.
"Yang Mulia Saya sudah selesai." Ucap Uriel.
"Jadi bagaimana kondisinya?" Tanya Xio antusias.
"Maaf harus mengatakan ini, Yang Mulia Ratu tidak akan bangun dal-"Belum selesai menjelaskan, Xio tiba-tiba saja langsung mengcengkram kerah leher Uriel dengan tatapan tajam dan mencekamnya.
"Yang Mulia tolong dengarkan dulu penjelas Uriel." Azco dan Sebas berusaha menenangkan Xio.
Xio pun langsung melepaskan cengkeramannya lalu mengusap wajahnya sendiri. "Cepat katakan!" Sentak Xio.
Uriel mengatur nafasnya terlebih dahulu karena baru saja ia bisa merasa sudah berada di ujung kematiannya.
"B-baiklah, Yang Mulia Ratu sedang berada dalam kondisi menyesuaikan dengan kekuatannya yang baru karena baru saja levelnya meningkat secara drastis. Jadi butuh waktu selama 7 hari untuk menunggu Ratu sudah menyerap sebagian dari kekuatannya saja." Jelas Uriel.
"Apakah ada cara agar tidak perlu menunggu selama itu?" Tanya Xio.
"Maafkan saya Yang Mulia, saya tidak tahu caranya." Jawab Uriel menundukkan kepalanya.
Xio melirik kearah Azco dan Sebas seakan ingin bertanya pada mereka juga. Tapi mereka berdua juga sama menggelengkan kepalanya.
"Lalu tidak ada sesuatu yang buruk kan, pada Ellisa atau kandungannya?." Tanya Xio lagi.
"Tidak ada sesuatu yang buruk pada ratu dan kandungannya." Jawab Uriel.
"Baiklah, kalian boleh keluar." Ucap Xio. "Sebas tolong bawakan aku 2 gulungan Stat." Tambahnya.
Xio meminta sebas untuk membawakannya gulungan stat yaitu untuk memeriksa perubahan statusnya serta status Ellisa yang baru, karena jika ada Sysytem maka tidak perlu gulungan stat.
"Baik Yang Mulia." Jawab Mereka bertiga membungkukkan dadanya sedikit kemudian keluar dari kamar.
"Tidak apa-apa kamu tertidur selama 7 hari, asalkan kamu tidak kenapa-napa aku akan tetap menemanimu." Gumam Xio memandang wajah Ellisa yang sedang tertidur dan mengusap rambut putih halusnya. Ia tersenyum kemudian mencium bibir Ellisa sekilas.
...----------------...
...BERSAMBUNG...