Cross The World With System

Cross The World With System
Mimpi



...----------------...


"Sayang....Sayang..."


Sekilas Xio mendengar suara Ellisa yang sedang memanggilnya.


"Sayang...bangun..."


Suara itu terdengar lagi.


"Sayang....bangun mau sampai kapan kamu tidur disini?"


Kali ini suaranya sangat jelas seperti Ellisa sedang ada di hadapannya.


Xio kemudian tersadar dan langsung membuka matanya seketika dengan wajah paniknya. Dan yang pertama ia lihat adalah Ellisa yang sedang tidak mengenakan apapun menatap kearahnya dengan tatapan bingung.


"Ellisa..." Lirih Xio menyentuh pipi Ellisa.


"Ellisa... ini benar-benar kamu kan?" Sekali lagi Xio memastikan.


"Tentu saja ini aku memangnya siapa la-" Ellisa Belum menyelesaikan perkataannya.


Grepp!!


Xio langsung memeluk Ellisa dengan sangat erat dan menciumnya, tidak sadar kalau saat ini mereka sedang berada di kolam air panas. Karena sebenarnya Saat tadi selesai memakan kue, mereka berempat pergi ke kolam air panas untuk berendam dan Xio Malah ketiduran. Itulah yang Ellisa tahu.


'Terimakasih tuhan masih memberikanku kesempatan untuk melindunginya.' Batin Xio masih memeluk Ellisa erat. Ia bersyukur kalau yang tadi dilihatnya hanyalah mimpi, tapi Xio juga tahu kalau mimpi tersebut akan menjadi kenyataan esok hari.


Ellisa menyentuh kening Xio dengan telapak tangannya. "Apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Ellisa.


Xio menggenggam tangan Ellisa kemudian mencium punggung tangannya. "Yah aku sangat-sangat baik-baik saja." Ucap Xio sambil tersenyum hangat karena dalam hatinya ia berpikir kalau Ellisa baik-baik saja, maka dia pun baik-baik saja .


"Oh ya kemana anak-anak?" Tanya Xio.


"Anak-anak sudah duluan kembali, habisnya kamu bisa-bisanya ketiduran didalam air." Jawab Ellisa melepaskan pelukan Xio kemudian keluar dari kolam berniat untuk memakai pakaiannya.


Xio pun ikut naik keluar dari kolam dan mengikuti Ellisa dengan buru-buru. Selesai mengenakan pakaiannya, merekapun langsung berjalan pergi dari sana.


Selama berjalan, Ellisa merasa aneh dengan Xio karena ia terus saja menempeli nya sudah seperti anak kecil yang takut di tinggalkan ibunya. Dan keti Ellisa menanyakannya pun Xio hanya menjawab kalau ia hanya tidak ingin jauh saja.


Ketika sudah sampai di istana pun Xio masih terus berada di sisi Ellisa, bahkan ketika Ellisa melakukan aktivitas kesehariannya.


"Sayang bisakah kamu berhenti dulu, aku cuma mau pipis sebentar." Ucap Ellisa menahan Xio karena ia sudah akan ikut masuk kedalam toilet ketika Ellisa membukakan pintunya.


"Ehmm itu...aku juga mau kencing." Jawab Xio menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Hmmm awas saja kalau kamu hanya berbohong." Ucap Ellisa denhan memasang wajah mengancam, tapi Dimata Xio malah terlihat imut sehingga pipinya langsung tersipu serta benda dibawahnya seketika langsung bangkit dan terlihat menonjol.


Xio langsung saja memangku Ellisa kedalam toilet dan berbisik di telinganya, "Kalau begitu kamu harus membantuku sampai membuat aku kencing." Bisik Xio sambil tersenyum genit. Ellisa pun hanya bisa menepuk jidatnya sendiri karena tahu ujungnya pasti akan seperti ini dan ia hanya bisa pasrah saja menerimanya.


Selesai di toilet yang menghabiskan waktu 2 jam lebih, Kali ini Xio dan Ellisa terlihat sedang berbaring di atas ranjang mereka dengan posisi Ellisa yang berada diatas Xio.


"haha Sayang itu geli." Kata Xio karena Ellisa memainkan dan memelintir melintir P*ting nya.


"Aku ingin makan yang asam-asam." Ucap Ellisa sudah dipastikan sedang mengidam lagi.


"Hmmm apakah kamu tidak kekenyangan?, barusan kan aku sudah mengisi penuh perutmu dengan benihku." Ujar Xio tersenyum mesum.


Ellisa langsung saja menggigit p*ting Xio sehingga membuat Xio berdesis ngilu.


"Rasakan itu laki-laki mesum!" Ucap Ellisa langsung turun dari kasur dan berlari keluar kamar karena Xio juga ikut turun kemudian mengejarnya.


"Jangan lari sayang kamu harus bertanggung jawab!" Seru Xio.


"Hahaha kejar aku kalau bisa!" Kata Ellisa meledek.


Akhirnya terjadilah kejar-kejaran diantara mereka berdua didalam Istana. Walaupun Xio bisa saja langsung menangkap Ellisa, tapi Xio memilih untuk mengikuti permainannya saja. Karena ia melihat wajah Ellisa yang sepertinya gembira bermain-main seperti itu, tidak memperdulikan para pelayan atau orang-orang yang mereka lewati dan berpikir kalau Xio dan Ellisa sudah seperti anak kecil saja.


Xio dan Ellisa bermain kejar-kejaran sampai akhirnya berakhir di taman. Saat ini terlihat mereka sedang duduk di kursi taman dengan Ellisa yang duduk di pangkuan Xio.



"Sayang maafkan aku, sepertinya kita harus menunda bulan madu kita sampai tahun depan." Ucap Xio menatap Ellisa.


"Memangnya kenapa?" Tanya Ellisa.


"Untuk satu tahun kedepan kita tidak bisa kembali kebumi karena ada suatu kesalahan." Jawab Xio merasa bersalah karena ia tahu kalau Ellisa selalu menatikan bulan madu yang sudah ia janjikan.


"Yah tidak apa-apa kita bisa kesana nanti saja." Kata Ellisa. "Lalu bagaimana dengan ayah dan nenek?, apakah kamu sudah memberitahu mereka?" Lanjutnya bertanya.


Belum juga Xio menjawab, sudah ada Jhonatan yang sudah berpakaian rapih menghampiri mereka berdua.



"Ayah mau kemana?" Tanya Xio.


"Xio tolong kembalikan ayah ke bumi, ada sesuatu yang harus ayah urus." Jawab Jhonatan.


"Ehmm ayah sebenarnya......." Xio pun menjelaskan pada Jhonatan kalau ia tidak bisa mengirimnya kembali ke bumi untuk sekarang.


"Memangnya ayah mau apa sampai harus kembali sekarang?" Tanya Xio selesai menjelaskan.


"Ituu ayah tidak bisa memberitahumu." Jawab Jhonatan sambil menggaruk kepalay yang tidak gatal. "Baiklah kalau begitu ayah akan kembali kedalam dulu." Lanjutnya berjalan meninggalkan Xio dan Ellisa.


"Apakah kamu juga merasa ada yang aneh dari ayah?" Tanya Ellisa.


"Yah aku juga merasa ayah seperti ada yang sedang di sembunyikannya." Jawab Xio. "Oh ya sayang nanti malam kamu dan anak-anak jangan keluar dari istana yah." Lanjut Xio.


"Memangnya kenapa?" Tanya Ellisa.


"Aku harus menangkap tikus-tikus yang bersembunyi di kerajaan ini." Jawab Xio.


"Hmm baiklah." kata Ellisa mengangguk. Xio tersenyum kemudian mencium kening Ellisa.


...----------------...


Malam hari pun telah tiba. Selesai makan malam bersama dengan keluarganya, Xio langsung berpamitan pada Ellisa lalu pergi ketempat para bawahannya sudah berkumpul untuk memberikan arahan.


Tidak menunggu lama lagi, Xio pun langsung menjelaskan tugas mereka untuk malam ini yaitu untuk mencari sebuah kotak yang Xio tunjukkan gambarannya karena ia masih mengingat kalau semua kejadian itu berawal dari kotak tersebut.


Didalam mimpi tersebut Xio tidak mengingat semua kejadiannya sampai Selesai dan hanya dapat mengingat ketika belum membangunkan TENEBRACAS dalam tubuhnya saja karena setelah itu semuanya buram. Tapi yang pasti Xio Sudah menyimpan dendam yang sangat besar pada para ras Malaikat terutama pada Klause dan Brenda, Xio sudah berjanji akan membuat mereka menderita semenderitanya.


"Bagaimana?, apa kalian sudah mengingat bagaimana rupa kotak tersebut?" Tanya Xio.


"SUDAH YANG MULIA!" Jawab Semua orang.


"Bagus!, carilah kotak itu dimana pun sampai ketemu!" Ucap Xio tegas. "Sekarang jam 8, berarti kalian hanya punya waktu 7 jam saja untuk mencarinya." Tambah Xio membuat semua bawahannya menelan ludah dengan susah, karena walaupun Xio tidak bicara akan memberikan hukuman jika terlambat, tapi mereka tahu pasti akan ada konsekuensinya jika belum menemukan kotak itu sampai waktu yang di tentukan.


"Baiklah semuanya, sekarang berpencar!" perintah Xio kemudian semua orang dihadapannya pun langsung berpencar ke segala arah untuk memulai pencarian begitupun dengan Xio sendiri karena dengan Skill bayangannya ia bisa masuk kedalam rumah-rumah dengan mudah.


1 Jam


2 Jam


3 Jam


4 Jam sudah berlalu dan mereka belum menemukan keberadaan ataupun tanda-tanda dari kotak tersebut bahkan ada yang sampai masuk kedalam hutan untuk mencarinya.


Sementara itu disisi Azrael, saat ini dirinya sudah berada di penginapan tempat para peserta ujian yang lulus ujian kedua. Dia masuk kedalam penginapan tersebut secara diam-diam dan tidak sengaja melihat ada beberapa orang mengenakan jubah hitam keluar dari bangunan itu dan pergi kearah hutan.


Azrael pun memutuskan untuk mengikutinya karena mereka terlihat sangat mencurigakan. Ia terus mengikutinya dengan sabar karena memang sudah menjadi sifatnya sang kesabaran. Tapi ia ingat kalau Xio memberikannya waktu sehingga ia pun langsung mencegat orang-orang berjubah tersebut tepat dihadapan mereka.


"Cepat keluarkan barang-barang kalian!" Ucap Azrael.


'Apakah orang ini perampok?' kata orang-orang berjubah dalam hati. Tapi mereka juga agak waspada karena merasakan kekuatan yang lumayan besar dari orang dihadapannya.


"Kami tidak punya apa-apa jadi sebaiknya kamu menyingkir saja." Ucap salah satu orang berjubah yang paling depan yang kemungkinan besar pemimpinnya.


"Yah benar kami tidak punya apa-apa hanya punya kotak jelek saja." sahut orang berjubah dibelakangnya dan dengan seketika semua teman-temannya memberikan tatapan tajam padanya.


"Speculos Aistotes." Ucap Azrael.



Dengan Seketika orang-orang berjubah hitam itu sudah di kelilingi dengan cermin cermin yang mengurung mereka. Entah apa yang sudah terjadi di dalam kurungan tersebut tapi setelah cermin cermin itu menghilang, nampaklah orang-orang yang sudah terkapar tidak sadarkan diri di tanah dengan wajah pucat.


"Hahhh ternyata keroco seperti ini." Azreal menghela nafas kemudian berjalan kearah tumpukan orang-orang berjubah dan mulai mencari kotak yang dibicaran tadi.


Setelah menemukan kotak yang dicarinya, Azreal kemudian merantai semua orang berjubah tersebut lalu menggusurnya untuk kembali ke istana.


...----------------...


'Bagus!, aku akan segera kesana.' Ucap Xio melalui telepati. ia langsung menghilang dari tempatnya barusan ia berdiri dan muncul kembali di tempat awal pertemuan tadi.


Xio melihat sudah ada 7 dengan jubah hitam sedang berlutut di lantai, dan juga tangan mereka terlihat sudah dirantai menngunakan rantai yang berwarna hitam pekat. Rantai tersebut adalah rantai khusus milik satan yang memiliki efek melumpuhkan serta menyedot energi orang yang sedang dirantai nya.


"Yang Mulia ini kotaknya." Azreal menyerahkan sebuah kotak pada Xio sambil menunduk.


"Hm kerja bagus." Kata Xio mengambil kotak tersebut kemudian memasukkannya kedalam Inventory. "Buka tudung mereka." Perintah Xio dan para bawahannya pun membuka semua tudung orang berjubah dihadapannya. Ketika tudung mereka dibuka, ternyata orang-orang tersebut adalah Philip bersama dengan teman timnya.


"Haha jadi keroco seperti ini yang sudah menjadi jembatan malaikat." Xio tertawa sambil mengeluarkan auranya sehingga membuat kebtujuh orang tersebut merinding dan tertekan secara bersamaan.


Rasa ingin kabur sudah ada di kepala mereka, tapi sayangnya semua pikiran itu menghilang seketika karena untuk menggerakkan jari pun sudah sangat susah apalagi saat ini mereka sedang dirantai.


Xio mencengkram salah satu kepala dari mereka untuk membaca ingatannya. Di dalam ingatannya, Xio hanya menemukan alasan kalau para malaikat datang ke kerajaannya hanya untuk membawa dirinya untuk dijadikan suami dari Brenda.


Brenda menyuruh 7 orang tersebut dengan janji membawa mereka kealam malaikat dan menjadikannya malaikat juga.


Marah, muak, kesal dan rasa ingin menyiksanya. itulah yang muncul dalam benak Xio ketika mengingat Brenda yang sudah menusuk Ellisa. Tanpa sengaja Xio menghancurkan kepala orang yang sedang dibaca ingatannya karena Xio mencengkeramnya terlalu keras.


Crackk!


Crackk!


Crasshh!!


Semua yang melihat kejadian tersebut seketika bulu kuduk mereka berdiri karena yang Xio lakukan barusan terlalu sadis, ketika melihat wajah Xio yang tanpa Ekpresi mereka hanya bisa menyimpulkan kalau Xio adalah psikopat berdarah dingin.


Tidak puas dari informasi yang didapatkannya barusan, Xio pun terus bergilir membaca ingatan mereka satu-persatu, dan satu-persatu pula kepala mereka hancur karena semua ingatannya sama saja kecuali Philip yang mempunyai tambahan. Yaitu malaikat hanya bisa datang ke dunia Flix 3 bulan sekali dan itupun hanya 1 orang saja, tapi dengan sebuah item mereka bisa datang kedunia Flix kapan saja dan dengan beberapa orang sekaligus.


'Aku harus menyegel item ini dan menyimpannya karena nanti bisa terpakai untuk membalaskan dendamku.' Batin Xio.


"Terima kasih semuanya, berkat bantuan kalian istri dan anak-anakku selamat dari insiden yang tidak diinginkan bterjafi." Ucap Xio kali ini bersungguh-sungguh.


"Tidak perlu sungkan Yang Mulia, kami senang bisa membantu anda dan kami juga akan selalu ada untuk melaksanakan perintah anda." Ucap Uriel di angguki oleh semuanya.


Xio tersenyum melambaikan tangannya lalu menghilang dari sana.


"SEMUANYA DENGARKAN AKU!, KITA HARUS BERTAMBAH KUAT AGAR BISA SELALU MEMBANTU YANG MULIA DAN MENJADI GARDA TERDEPANNYA!" Teriak Lucifer stelah Xio pergi.


"YAHHH!!"


"BENAR!!!"


"KITA HARUS BERTAMBAH KUAT!!"


Begitulah seruan dan sahutan semua orang dengan semangat yang membara terlihat dari mata mereka.


Kembali ke sisi Xio, Sebelum kembali kekamarnya Xio memutuskan untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu di kamar mandi yang lain karena pakaian dan tubuhnya terkena cipratan darah tadi sehingga meninggalkan bau amis darah.


Selesai mandi dan mengganti pakaiannya, Xio langsung saja pergi kekamarnya. Ketika pintu kamar dibuka, Xio dapat melihat Ellisa yang sudah tertidur di atas ranjang bersama dengan Leon dan Lena disampingnya.


Xio berjalan kearah mereka kemudian berjongkok di samping kasur tepat disamping Ellisa. Ia melirik kearah Leon dan Lena yang sedang tertidur nyenyak lalu kearah perut Ellisa dan mengelusnya.


"Anak-anakku." Ucapnya masih mengelus perut Ellisa. Perhatiannya beralih kearah wajah Ellisa lalu menyentuh pipinya dan menciumnya sambil tersenyum.


"Dan istri kesayanganku."


...----------------...


...BERSAMBUNG...