
...----------------...
"Benar, Temanku masih kecil jadi biarkan ia kembali. Kalian boleh menangkapku saja." Kata Siren tersebut.
Sifat siren tersebut sungguh berbeda jauh dengan Apa yang diceritakan dibuku tentang sifat-sifat makhluk hidup. Siren biasanya cenderung memiliki sifat agresif bahkan sering bertengkar dengan makhluk lain maupun dengan sesama nya berbeda dengan Siren yang dihadapan Xio saat ini karena Siren tersebut terlihat lemah lembut dan bersahabat.
"Baiklah aku tidak akan menyakiti temanmu, Asalkan kamu mau memberikan setetes Air matamu dan kamu serta temanmu boleh kembali keasalmu." Ucap Xio.
"Terimakasih Tuan aku akan memberikan setetes air mataku, Tapi ijinkan aku bertanya Kenapa musik yang barusan anda mainkan terasa sangat menyentuh sekaligus memberikan ketenangan seakan seseorang yang ditinggalkan oleh orang yang disayanginya Namun Akhirnya dapat bertemu kembali. Bahkan Membuatku Teringat kembali pada kedua orang tuaku yang mati karena di bantai oleh sesama ras mereka sendiri." Ucap Siren tersebut dengan mata yang berkaca-kaca karena ia kembali mengingat masa lalu silamnya.
"Sebenarnya musik barusan Aku buat sendiri dengan menggunakan perasaanku sendiri Yang ditinggalkan oleh istriku namun aku masih berusaha mencarinya." Jawab Xio.
"Siapa namamu?, dan sebenarnya kenapa orang tuamu bisa dibantai oleh ras mereka sendiri?" Lanjut nya bertanya karena penasaran apa yang terjadi apada orangtua Siren tersebut.
"Namaku Ruai, dan cerita untuk kedua orang tuaku..... " Jawab Ruai memberitahukan namanya namun tiba-tiba saja ia langsung terdiam dengan mata kembali berkaca-kaca ketika ingin menceritakan kisah kedua orang tuanya.
"Tidak apa-apa kalau kamu tidak bisa menceritakan nya." Ucap Xio Yang langsung mengerti dengan perasaan Ruai.
"Terimakasih sudah mengerti, Ini dia setetes air mataku." Ucap Ruai menyerahkan setetes air mata yang melayang ditangannya kemudian diberikan pada Xio yang langsung di masukkan dalam inventori oleh Xio.
"Baiklah terimakasih, sekarang kamu dan temanmu bisa kembali." Ujar Xio.
"Tunggu dulu, Tolong berikan ini ke istrimu dan semoga kamu cepat bertemu dengan istrimu kembali." Ruai Memberikan Xio Sebuah gelang yang gantungan nya terlihat seperti sisik ikan untuk diberikan Pada Ellisa. Setelah memberikan gelang tersebut dan salam perpisahan, Ruai bersama Teman Hiu nya langsung menyelam kembali kedalam Air.
Xio Tersenyum kemudian Kembali terbang untuk pulang ke kerajaannya dengan senyuman yang tidak luntur dari wajahnya karena saat ini ia merasa sangat senang dan tidak sabar ingin bertemu kembali dengan Ellisa. Xio juga Berpikir untuk langsung melaksanakan Acara pernikahan yang sempat tidak Jadi.
Sementara itu Kelompok Leon dan Lena Yang bertugas mencari pegasus belum melihat tanda-tanda keberadaan pegasus karena Pegasus memang tergolong Makhluk yang Langka dan sangat sulit ditemukan layaknya naga.
Mereka sudah mengecek seluruh dataran tinggi yang berada di benua Manusia dan juga di benua Demi human namun hasilnya nihil. Mereka pun Langsung menuju lokasi berikutnya yaitu benua Elf.
"Azco cepat ke gunung itu." Ucap Lena menunjuk Gunung yang sangat besar dan juga tinggi bahkan ketinggian nya sampai menembus awan. Azco pun langsung menambah kecepatannya dan ia juga sangat hati-hati ketika terbang karena saat ini di punggungnya Ada Leon dan juga Lena.
Mereka terus terbang berputar mengelilingi gunung tersebut sampai Akhirnya mereka melihat ada air terjun yang ukurannya Lumayan besar mereka pun mendarat di dekat air terjun tersebut karena Azco builang dibalik Air terjun terlihat ada Gua. Lena langsung saja membuka jalan dengan memotong permukaan Air terjun yang ternyata memang benar ada gua dibalik-nya.
"Tuan Putri tunggu dulu!, Anda berjalan di belakang saja karena kita belum tahu makhluk apa yang ada di dalam sana." Ujar Azrael karena lena baru saja mencoba untuk Masuk duluan. Lena bersama Leon dan Azco oun Akhirnya berjalan di Belakang mereka.
Cukup lama mereka berjalan karena gua tersebut ternyata lumayan dalam. Sampai Akhirnya Mereka melihat Seekor kuda yang sedang tertidur dengan dua sayap di punggung dan tanduk spiral di dahinya.
Lucifer langsung mengeluarkan cambuknya berniat langsung melukai pegasus tersebut Namun langsung di hentikan oleh Lena yang berdiri di hadapannya.
"Tunggu!." kata Lena menghalangi Lucifer.
"Kenapa Tuan Putri?" Tanya Lucifer.
"Jangan menyakitinya kasihan, Lihatlah dia memiliki anak." Jawab Lena, Tanpa mereka sadari Pegasus tersebut Terbangun karena mendengar kebisingan mereka. Dan Pegasus itu juga mundur sedikit demi sedikit karena ia takut manusia-manusia itu menyakiti anaknya.
Lena yang menyadarinya langsung berjalan mendekati Pegasus tersebut dengan perlahan-lahan agar Pegasus itu tidak menganggap dirinya musuh.
"Tenanglah ibu Pegasus aku tidak jahat kok." Ucap lena dan entah mengapa Pegasus itu langsung menjadi tenang seperti mengerti apa yang Lena katakan. Lena pun langsung mengelus kepala pegasus itu dan mengajaknya bicara tanpa mereka sadari Xio juga daritadi sudah berdiri disamping Leon.
"Ibu pegasus bolehkah aku meminta setetes darahmu?" Tanya Lena pegasus itu langsung menjawab dengan suara khas kuda.
"Tidak perlu khawatir papahku baik jadi ia tidak akan menggunakannya untuk kejahatan." ucap Lena, membuat bingung mereka yang dari tadi memperhetikannya termasuk Xio Karena Lena bisa berbicara dengan oegasus itu.
"Kamu ingin jadi Hewan kontrak ku?, Tapi aku meminta Izin dulu dari papah." Kata Lena.
"Tidak apa-apa Sayang kamu boleh menjadikan nya hewan kontrak kamu." Ucap Xio mengejutkan semua orang karena mereka dari tadi fokus memperhatikan lena sehingga tidak menyadari kehadiran Xio.
"PAPAH!, apakah benar aku boleh menjadikannya hewan kontrak?" tanya Lena dijawab anggukan oleh Xio.
"Baiklah ibu Pegasus karena papah sudah mengizinkannya maka aku akan memberimu nama Elliot." Ucap Lena sambil menyentuh kepala pegasus itu buang ia beri nama Elliot. Elliot Langsung bercahaya begitupun dengan k ning lena yang perlahan mulai terukir gambar Sepasang sayap seperti sayap Elliot yang berarti kontraknya telah berhasil.
Elliot langsung melukai kainya sendiri dengan batu runcing yang ada di dinding gua sehingga kakinya mengeluarkan darah yang kemudian lena masukan darah tersebut kedalam botol kaca, Tak lama kemudian kaki Elliot langsung pulih kembali. dan Lena langsung menyerahkan darah Pegasus itu pada Xio.
"Lena sejak kapan Lena bisa bicara dengan binatang?" Tanya Xio penasaran.
"Ehh?!, Memangnya barusan papah tidak mengerti apa yang Elliot katakan?" Lena bertanya balik dan Xio pun menggelengkan kepala.
"Berarti aku memang bisa bahasa binatang?, Apakah orang-orang akan mengecap ku aneh karena berbicara dengan binatang?" Ucap Lena.
"Tidak akan ada yang berani mengatai lena, Justru papah kagum sekali karena lena bisa mengobrol dengan hewan iyakan?" ucap Xio menatap para bawahannya.
"Benar yang mulia, Tuan putri sangat Luar biasa." Jawab mereka bersamaan.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG