Cross The World With System

Cross The World With System
Sebatang ranting



...----------------...


"Jadi kalian takut kalau aku menyerang Kerajaan kalian?" kata Xio dan diangguki oleh mereka bertiga.


"Baiklah jika itu yang kalian inginkan." Ucap Xio. Membuat Mereka bertiga mengehela nafas lega.


"Tapi apa untungnya untukku?" Kata Xio mengeluarkan sedikit auranya. Chalawan, Ramus dan Khazad lansung merasa tertekan dan bingung apa yang harus mereka berikan pada Xio Sebaiknya gantinya.


"Kalian meminta kerja sama dan memintaku untuk tidak merebut kerajaan kalian tapi kalian belum memikirkan apa-apa untuk keuntungan ku, Memangnya kalian pikir aku seperti Relawan?" Ucapan Xio semakin menekan hawa disekitarnya membuat wajah ketiga raja tersebut menjadi pucat.


"Tolong sabar dulu Raja Xio, Saya sudah tahu apa yang akan saya berikan." Ucap Chalawan dan Xio pun menarik Aura nya kembali.


"Saya Akan menyerahkan kerajaan Greenland menjadi dibawah pimpinan anda, asalkan anda dapat membantu Mengusir wabah yang sedang memarak di kerajaan saya." Lanjut Chalawan.


"Menarik, kamu lebih mementingkan rakyatmu daripada posisimu. Baiklah Aku Akan menerimanya, kamu akan tetap menjadi Raja disana Sebagai wakil ku." Ucap Xio.


"Terima kasih Yang Mulia." Kata Chalawan.


"Lalu bagaimana dengan kalian?" Tanya Xio pada Khazad dan Ramus.


"Oh ya dan Aku tidak butuh Wanita." Tambah nya karena barusan Xio mendengar batinan mereka yang ingin menyerahkan putri mereka.


Tidak lama kemudian Ramus dan Khazad pun memutuskan untuk membuat kerajaan mereka berada dibawah pimpinan Xio saja dan seperti Chalawan mereka berdua akan tetap menjadi Raja namun sebagai wakil Xio saja.


Mereka berempat pun melanjutkan obrolan mereka mengenai kerajaan mereka.


"Yang Mulia sekitar 1 bulan lagi akan diadakan Acara pemilihan Pahlawan dari Setiap perwakilan kerajaan Yang dilaksanakan setiap 1 tahun sekali." Ucap Ramus.


"Pahlawan?, Untuk Apa?" Tanya Xio karena ia memang belum tahu semua budaya yang ada didunia ini.


"Setiap satu tahun Sekali Akan ada banyak portal yang muncul secara acak dan dari portal tersebut keluar banyak sekali Monster-monster berbagai jenis, Jadi setiap satu tahun sekali kami selalu mengadakan acara pemilihan pahlawan untuk melawan monster-monster tersebut." Jelas Ramus.


"Lalu dimana biasanya acara tersebut dilaksanakan?" Tanya Xio.


"Biasanya dilaksanakan di Kerajaan Blue feather, dan kami selalu berpatungan menggunakan uang kerajaan masing-masing untuk hadiah pahlawan Namun kerajaan Blue Feather selalu mengkorupsi nya." Jawab Ramus.


"Baiklah Nanti aku akan mempersiapkan tempatnya." Jawab Xio. Sebenarnya Xio berpikir tidak perlu ada pahlawan juga monster-monster tersebut dapat di selseaikan oleh para bawahannya namun demi melestarikan budaya Xio harus mengadakannya.


Saat mereka sedang berbicara tiba-tiba saja Belohegor menghampiri mereka dengan terburu-buru.


"Maaf Mengganggu anda Yang Mulia." Ucap Belphegor.


"Hmm Ada apa?" Tanya Xio.


"Emm itu... Pangeran Sedang bertarung di arena sekolah." Jawab Belphegor Ragu.


Swoshh!!


Xio langsung menghilang dengan cepat dari hadapan mereka tanpa meninggalkan jejak sama sekali karena Xio menggunakan Skill shadow teleportation nya ke shadow soldier yang di tinggalkan bersama Leon dan Lena.


Sementara itu Saat ini di arena Sekolah BFW sedang terjadi Pertempuran antara 5 orang pria remaja melawan seorang anak Laki-laki yaitu Leon Yang di tonton oleh banyak orang sekaligus.



Ditengah arena Terlihat 5 remaja tadi mengeluarkan pedang mereka masing masing kemudian mereka berlari kearah Leon kemudian mengelilingi nya sambil mengarahkan pedang mereka, Sedangkan Leon dengan santainya mengambil setangkai ranting yang berada di tanah sehingga membuat semua orang tertawa karena menganggap Leon Gila.


"Haha Anak kecil apakah kamu akan menggunakan ranting itu untuk melawan pedang?" Ucap Salah satu remaja tersebut meremehkan. Leon kemudian mengayunkan ranting tersebut sedikit.


Srattt!!


Terlihat Pakaian remaja tersebut langsung Sobek seperti sayatan, remaja tersebut yang merasa dipermalukan langsung Berlari kearah Leon.


Leon masih santai berdiri ditempatnya walaupun ia melihat mereka menyerang secara bersamaan, Saat mereka mulai menyerang dengan pedang, Leon menagkisnya memakai ranting dengan mudah.


Tingg!!


Tingg!!


Suara pedang yang beradu membuat para penonton keheranan karena bagaimana bisa Sebuah ranting dapat menimbulkan suara yang sama seperti pedang saling beradu.


Tidak ada satupun serang yang berhasil mengenai Leon karena dari tadi Leon menangkis semua serangannya dengan mudah.


Karena merasa terlalu lama, Leon memutuskan untuk menyerang juga dengan melompat tinggi keatas kemudian mengayunkan ujung rantingnya kebawah.


Swoshh!!


Energi yang berbentuk seperti sebilah pedang dengan cepat mengarah kepada lima remaja tersebut namun tiba-tiba ada seorang pria yang menahan energi tersebut dengan pedang nya.


Tingg!!


Boom!!


Brukk!!


Tanah pijakan Pria tersebut langsung retak karena menahan Serang Leon barusan Membuat semua orang melongo tak percaya, namun apa yang membuat mereka lebih terkejut lagi adalah Pria yang menahan Serangan barusan adalah pria yang menggunakan mahkota dikepalanya.


Saat ini Semua orang Berpikiran yang sama kalau pria tersebut adalah Raja Mereka Xio Archon.


"Hufttt Untung saja masih sempat." Ucap Xio menghela Nafas. Kemudian melirik kearah Leon yang saat Bengong dengan serangannya barusan yang mampu menekan Xio sedikit. Sedangkan Lima remaja tadi Wajahnya sangat pucat melihat serangan Leon serta Raja mereka di hadapan secara langsung.


"LEON!!" Kata Xio.


"Iya papah?!" Jawab Leon membuat semua orang terkejut sekali lagi karena anak kecil yang tadi mereka tertawakan baru saja menyebut Raja mereka dengan sebutan papah yang berarti Mereka baru saja menertawakan seorang pangeran sehingga muncul rasa gelisah dibenak mereka karena takut Leon akan melaporkannya pada Xio.


"Leon Papah sudah bilang kamu harus bisa mengendalikan kekuatanmu dahulu jika ingin bertarung dengan orang, Kalau barusan Papah telat sedikit saja maka mereka sudah mati, Papah tidak mau kamu membunuh orang di umur yang masih kecil." Ucap Xio. Orang orang langsung berpikir, 'Berarti Kalau sudah besar dia boleh Membunuh manusia'.


'Berarti tadi kita sudah mati kalau serangan barusan tidak ada yang menahannya.' Batin 5 remaja tadi.


"Eh Iya maafkan Leon, padahal barusan Leon mengayunkan rantingnya pelan." Jawab Leon.


"Yah tidak apa-apa tapi lain kali kamu harus bisa mengontrol nya terlebih dahulu, Lalu sekarang dimana adik kamu?" Ucap Xio.


"Ehh tadi ada disana!" Ucap Leon menunjuk bangku penonton namun Lena sudah tidak ada disana.


"Lena kalau tidak keluar sekarang papah tidak akan memperbolehkan Lena memakan ice cream lagi." Ucap Xio, Tidak lama kemudian Lena muncul dibalik kursi penonton sambil tergesa-gesa berlari kearah Xio.


"Yah ada apa papah memanggil Lena?" Ucap Lena dengan polosnya membuat Xio menepuk jidatnya sendiri karena dengan pancingan ice cream saja langsung keluar.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG