Cross The World With System

Cross The World With System
Lahirnya si buah hati



...----------------...


Sementara itu di tempat yang semuanya berwarna putih terlihat ada dua orang pria yang sekiranya sudah berumur jika dilihat dari rambut mereka yang beruban, dan salah satu dari keduanya yaitu Azril. Mereka berdua sedang duduk menghadap Bola air yang terlihat melayang di udara.


"Akhirnya sudah bisa tenang juga." Ucap Azril menyandarkan punggungnya.


"Aku senang itu sudah tenang kembali, tapi aku tidak senang jika dia bahagia. mengingat dosanya dimasa lalu membuatku Muak." Kata Pria di depan Azril


"Val s*alan! Aku sudah bilang itu masa lalu." Azril memukul kepala pria tersebut yang ia panggil dengan sebutan Val. "Lagipula, memangnya kamu bisa melawan dia sendirian? Waktu itu saja harus meminta bantuan beliau." Lanjut Azril.


Val mengangguk. "Sebaiknya kita jaga-jaga saja kalau orang itu kembali. Saat itu belum belum dipastikan kalau Epholios sudah musnah sepenuhnya." Ucap Val.


"Hem kamu benar, aku harap dia benar-benar musnah agar tidak menggangu kebahagiaan cucuku lagi." Kata Azril.


"Ngomong-ngomong kapan kamu akan kembali?" Tanya Val.


"Aku akan menunggu sampai waktu itu tiba saja, aku juga belum menyiapkan alasan kenapa aku ber-" Belum selesai menyelesaikan perkataannya, mereka berdua merasakan kehadiran seseorang di ruangan tersebut.


"Halo rekan-rekan lama ku."


...----------------...


Kembali ke tempat Xio sekarang.


Sudah dua hari setelah Akademi memulai pembelajarannya, Begitupun dengan Leon dan Lena yang selalu berangkat pagi-pagi dan pulang jika sore hari. Walaupun di akademi sebenarnya selesai siang, tapi Mereka berdua di tambah Zekiel selalu berkunjung ke berbagai tempat terlebih dahulu sebelum pulang kerumahnya.


Xio juga belakangan ini selalu di sibukkan dengan berkas-berkas menumpuk yang berisikan pembangunan, peluasan wilayah baru, dan beberapa data serta surat dari para warganya yang harus ia tandatangani.


Seperti saat ini, walaupun sudah malam ia masih tetap berada di ruangan kerjanya bersama dengan sebas yang membantu pekerjaannya.


"Yang Mulia, anda sebaiknya istirahat saja. biar saya yang mengerjakan pekerjaan anda." Ujar Sebas.


"Tidak apa-apa, tinggal sedikit lagi." Jawab Xio dengan tangan yang masih memegang pena kemudian mencoretkannya di berkas-berkas yang berada di atas meja. Sebas hanya menganggukkan kepalanya sudah tahu kalau Xio tidak menyerahkan pekerjaannya keorang lain.


Ruang kerja Xio berada tidak jauh dari kamarnya, karena Xio berpikir jika ia belum selesai hingga malam, maka Ellisa tidak perlu berjalan jauh untuk mencarinya.


"Sebas berapa banyak Guild petualang yang sudah di bangun?" Tanya Xio.


"Sudah ada 5 Guild petualang yang sudah selesai dibangun, dan tinggal 4 lagi yang belum selesai dibangun." Jawab Sebas.


Karena sudah banyak kota-kota kecil yang sudah berdiri di benua manusia ini, dengan jumlah 15 kota yang diantaranya yaitu 9 kota besar dan 6 kota kecil. Xio sengaja hanya membangun guild petualang di kota besar saja, dan untuk kota-kota kecil bisa memberikan request mereka ke kota besar.


"Bagus, kamu lanjutkan saja pekerjaan mu." Kata Xio di jawab anggukan oleh Sebas.


Beberapa Jam kemudian Xio pun akhirnya sudah menyelesaikan semua pekerjaannya.


"Sebas besok perintahkan Uriel untuk bertemu denganku." Ucap Xio.


"Baik Yang Mulia." Jawab Sebas.


Xio pun langsung berdiri kemudian mengambil kotak kecil diatas meja dan memasukkannya kedalam saku jubah yang di kenakannya.


Xio berjalan keluar dari ruangan tersebut meninggalkan sebas Yang masih membersihkan dan merapihkan meja kerja Xio barusan.


diperjalanan menuju kamarnya Xio berpikir kenapa ia harus menjadi raja? untuk membahagiakan rakyatnya? Bahkan rakyatnya pun belum tentu tahu apakah raja mereka sedang senang atau tidak memimpin mereka semua.


Xio juga berpikir apa Untung yang bisa didapatkannya dari menjadi raja? Jika membaca buku-buku tentang kerajaan yang ada di bumi biasanya seorang raja memiliki banyak istri sekaligus.


"Hahh kehidupanku kedepannya akan menjadi monoton." Xio menghela nafas, karena tidak mungkin untuk dirinya menjadi raja-raja dalam cerita dongeng yang punya banyak istri.


Tidak terasa diapun sudah sampai didepan pintu kamarnya yang disana juga sudah ada beberapa prajurit berdiri di depan pintu untuk berjaga. tanpa menghiraukan mereka, Xio langsung masuk kedalam kamarnya kemudian mengganti pakaiannya saat ini menjadi mengenakan piyama saja.


Selesai mengganti pakaiannya Xio berjalan ke kasurnya yang sudah ada Ellisa sedang tidur disana. Ia kemudian membaringkan tubuhnya di samping Ellisa secara perlahan agar tidak membangunkannya.


Xio menatap wajah Ellisa.


'Aku memang tidak akan mungkin menjadi raja seperti dalam cerita dongeng yang banyak istrinya, karena istriku sekarang ini saja sudah seperti bidadari.' Batin Xio. Ia mengecup bibir dan perut Ellisa sekilas, kemudian memejamkan matanya sambil memeluk dan mendekatkan wajahnya di tengkuk leher Ellisa.


Setelah perut Ellisa mulai terlihat membesar, mereka berdua sudah tidak melakukannya setiap hari dan hanya melakukannya seminggu 3 kali saja Karena Xio merasa kasihan pada Ellisa, kecuali Ellisanya sendiri yang berinisiatif memulai maka Xio akan meladeninya.


...----------------...


......4 BULAN KEMUDIAN......


Hari ini merupakan hari Ulang tahun Xio yang ke 18 Tahun. Dari pagi tadi sudah terdengar suara-suara bising di setiap penjuru benua manusia, karena semua orang merayakan hari ulang tahun Raja mereka dengan festival yang sangat meriah.


Sementara Raja mereka yang sedang berulang tahun saat ini masih berada didalam kamarnya sedang bermanja-manja dalam pelukan Ellisa dengan Leon dan Lena yang berada di sisi mereka.


(Flashback)


Ketika Xio baru bangun, ia dikejutkan dengan Ellisa yang sudah tidak ada di tempat tidur, tapi ia kemudian melihat kotak yang sangat besar berukuran setinggi orang dewasa berada di depan ranjangnya.


Xio tersenyum karena ia sudah tahu apa yang didalam kotak tersebut. ia turun dari ranjangnya walaupun saat ini sedang tidak mengenakan sehelai pakaian pun, kemudian berjalan mendekat kearah kotak besar tersebut.


"SELAMAT ULANG TAHUN!!!" Seru Ellisa serta Leon dan Lena ketika kotak tersebut terbuka.


Xio melihat mereka bertiga sedang memegang kue dengan lilin menyala diatasnya bertuliskan angka 18. Xio juga melihat ketiganya mengenakan pakaian serba berwarna putih dengan pita merah di rambut Lena sedankan Leon mengenakan pita merahnya dilengan.


Dan yang terakhir yaitu Ellisa, ia mengenakan Dress putih bersih dengan pita merah mengelilingi perutnya yang sudah besar karena didalamnya ada 2 insan hasil benih cinta dari Xio.


"Selamat ulang tahun sayang!." Ucap Ellisa.


Xio mendekat kearah mereka dengan senyuman yang terlukis di wajah tampannya.


Fyuhh


Xio meniup lilin diatas kue yang sedang Ellisa pegang. ia kemudian mengambil kuenya dan menyimpan kue tersebut kedalam Inventory nya.


Xio menatap wajah Ellisa kemudian melirik kebawah keperut Ellisa agak lama. Tiba-tiba saja ia langsung mencium bibir Ellisa dengan halus sambil memejamkan mata menikmati sensasinya begitupun dengan Ellisa sendiri.


Xio melepaskan ciumannya lalu menatap mata Ellisa penuh makna.


"Terimakasih sayang." Ucap Xio.


"Emm.." Ellisa menjawabnya dengan senyuman manis.


Xio melirik kearah Leon dan Lena kemudian mengelus kepala mereka berdua. "Terimakasih juga anak-anak papah." Ucap Xio yang sama dibalas senyuman oleh mereka berdua.


"Papah maafkan kita tidak bisa memberikan papah hadiah ulang tahun yang berharga." Kata Leon.


"Kita tidak tahu apa yang harus di berikan padamu, karena kamu sudah punya semuanya. Jadi kita hanya bisa mengucapkan selamat saja." Tambah Ellisa.


"Apa yang kalian bicarakan, aku tidak perlu hadiah. karena kalian sudah menjadi hadiahku untuk selamanya." Ucap Xio tersenyum bahagia karena istri dan anaknya lah yang mengucapkan selamat pertama kali, ditambah dengan hiasan pita yang mereka kenakan sudah seperti mereka sendirilah yang menjadi hadiah itu sendiri.


Didalam hati Xio sangat bersyukur karena sudah di persatukan dengan mereka Ellisa, Leon dan Lena. Karena jika tidak bertemu mereka bertiga ia tidak yakin kalau dirinya bisa merasakan perasaan hangat seperti saat ini yang penuh kebahagiaan dengan Cinta dan kasih sayang.


(Flashback off)


Saat sedang santainya mengelus-elus perut Ellisa, tiba-tiba saja...


"Ahh...Sakit.." Ellisa nampak kesakitan sambil memegang perutnya membuat Xio kaget.


Karena sudah tahu saat ini adalah bulanya Ellisa melahirkan, dan Xio mengingat kalau Rose pernah bilang kalau dialah yang akan membatu oersalinan Ellisa saat melahirkan.


"Anak-anak cepat panggil nenek kemari!" Ucap Xio. Leon dan Lena pun segera berlari keluar kamar menuruti perintahnya.


Xio mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam Inventory nya, kemudian membuka kotak tersebut yang ternyata isinya adalah sebuah pil. Pil tersebut kemungkinan besar adalah pil yang Xio janjikan agar Ellisa tidak merasakan sakit saat persalinan berlangsung. Melihat Ellisa yang saat ini sedang kesakitan dengan nafas yang berderu, tanpa menunggu lama lagi ia langsung memberikan oil tersebut pada Ellisa.


"Sayang minum ini.." Xio menyuruh Ellisa untuk meminum pil yang ada di tangannya. Ellisa pun dengan patuh meminum pil tersebut, dan nafas Ellisa yang tadinya berderu perlahan kembali menenang sampai akhirnya Rose tiba tergesa-gesa bersama dengan beberapa pelayan yang akan membantunya.


"Nenek tolong hati-hati, jangan membuat Ellisa kesakitan, jangan membuat bayinya lecet juga-"


"Jangan berisikd dan kenakan saja pakaian mu terlebih dahulu." Rose menyuruh Xio berpakaian karena Saat ia masuk Xio masih bertelanjang bulat ditambah dengan ocehannya yang membuat telinga Rose panas.


Rose kemudian menyuruh para pelayan untuk bersiap. Xio yang selesai berpakaian pun langsung berdiri di samping ranjang dengan menggenggam erat tangan Ellisa.


.


.


.


.


.


.


Beberapa kemudian terdengar suara tangisan seorang bayi, dan tak kama setelah itu terdengar satu lagi tangisan bayi hingga dikamar tersebut sudah ada dua bayi yang sedang menangis.


"Sayang aku berhasil..." Lirih Ellisa lemas.


"Iya sayang kamu sudah berhasil melahirkan anak kita." kata Xio mengecup kening Ellisa.yang masih terbaring di ranjang.


"Xio bayinya sangat imut." Ucap Rose yang sedang menggendong salah satu bayinya sedangkan bayi satunya lagi digendong oleh seorang pelayan.


"Mana sini nenek aku ingin menggendongnya juga." Kata Xio bersemangat


Rose serta pelayan itu pun menyerahkan bayinya pada Xio dengan hati-hati. hingga saat ini Xio sudah menggendong buah hatinya yang masih menangis di sisi kiri dan kanan sekaligus.


Xio menatap memperhatikan Keduanya. Kedua bayinya memiliki rambut yang sama yaitu berwarna putih dengan kedua pupil mata yang berbeda warna yaitu biru dan merah sama dengan Leon dan Lena.


"Sayang aku juga ingin melihat bayinya..." Ucap Ellisa.


Xio kemudian menaruh kedua bayinya di pangkuan Ellisa yang sudah duduk bersandar. Tapi keduanya masih saja menangis.


Saat Xio mencoba untuk menyentuh kedua anaknya, tiba-tiba saja jari Xio langsung langsung di cekal oleh mereka berdua.



dan anehnya mereka seketika langsung berhenti menangis.


Tanpa sadar Air mata sudah keluar dari sudut mata Xio karena saat ini ia sangat-sangat senang sekali sekaligus terharu. Senang karena buah hati yang selama 9 bulan ia tunggu-tunggu akhirnya telah hadir di hadapannya saat ini, dan terharu karena keduanya lahir dengan selamat dan dalam keadaan sehat kedunia. mengingat sudah berapa kali keselamatan Ellisa dan anak-anaknya terancam bahaya.


"Terimakasih..." Lirih Xio. "Terimakasih sudah memberikanku hadiah yang sangat berharga sayang." Tambahnya langsung memeluk Ellisa.



Ellisa tersenyum, "Terimakasih juga sudah sudah sabar merawat dan menuruti semua permintaanku yang aneh selama 9 bulan." Kata Ellisa.


"Ayo kita tunggu diluar." Rose mengajak para pelayan keluar untuk memberikan Xio dan Ellisa waktu mereka berdua.


"Lihat sayang mereka tersenyum." Kata Ellisa. "Yang satu ini tampan sekali mirip dengan kamu." Tambahnya memegang tangan bayi yang laki-laki.


"Tentu saja aku kan ayahnya!" Kata Xio sambil membusungkan dadanya.


Tiba-tiba saja bayi yang perempuan menangis seaakan mengerti apa yang sedang mereka bicarakan.


"Eh eh putri papah juga mirip dengan mamahnya kok." Xio berusaha menenangkan bayinya sampi akhirnya berhenti menangis juga.


Ellisa kemudian memberikan asi pada kedua bayinya sekaligus dari kedua ***********.


Xio terus memandangi istri dan anak-anaknya. Percaya tidak percaya saat ini dirinya sudah menjadi ayah dari kedua anak kandungnya sendiri bersama Ellisa. Yang berarti tanggungjawabnya akan bertambah.


Yang membuat Xio lebih terkejut yaitu aura kegelapan dan cahaya terpancar dari keduanya, dan elemen keduanya sangatlah kuat serta murni seperti milik Xio.


Melihat kedua p*yudara Ellisa yang sedang di hisap oleh kedua anaknya membuat Xio cemburu karena ia juga ingin merasakannya.


Sementara itu diluar kamar Xio sudah ada Jhonatan bersama dengan bawahan Xio yang sedang menunggu keluarnya orang didalam kamar.


"Ma'am kenapa lama sekali? aku sudah tidak ingin melihat cucu-cucu ku." Ucap Jhonatan.


"Emm kita juga sudah tidak sabar ingin melihat adik kita." Tambah Lena diangguki oleh Leon.


"Sabarlah kita harus memberikan mereka waktu untuk berdua terlebih dahulu." Jawab Rose.


1 menit


2 menit


5 menit


"Arhhh aku sudah tidak sabar!" Jhonatan langsung membukakan pintu kamar Xio.


Ia langsung di buat ternganga dengan yang dilihatnya saat ini. Karena Ia melihat Xio sedang menyusu di Ellisa seperti bayi, sementara bayi mereka sedang tertidur di keranjang bayi yang berada di samping ranjang.



...----------------...


...BERSAMBUNG...


...GUYS LUPA NIH KEMARIN MAU NGASIH NAMA ANAKNYA APAAN, JADI KALAU GANTI YANG BARU GAPAPA YAH?🥺🥺...