
...----------------...
Hari telah menjelang Sore. Dikamar Xio terlihat Ellisa yang sedang tidur seorang diri, Perlahan ia mulai membuka matanya kemudian melihat ke sekitar.
"Kenapa aku ada dirumah?, Bukannya tadi aku tadi berada di butik." Gumam Ellisa kebingungan karena ia tidak ingat apa yang terjadi setelah melakukan hubungan bada dengan Xio.
"Aku juga merasakan tubuhku menjadi lebih bertenaga." Ucapnya lagi. Ellisa langsung beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan keluar kamar menuju ruang keluarga karena ia dapat mendengar ada orang yang sedang mengobrol.
Sesampainya di ruangan keluarga, Ellisa dapat melihat Xio yang sedang mengobrol dengan Jhonatan dan juga Arthur, Serta Leon dan Lena juga ada disana sedang menonton televisi.
"Oh sayang kamu sudah bangun!" Seru Xio ketika melihat Ellisa datang. Kemudian menepuk sofa di sampingnya menyuruh Ellisa untuk duduk.
Ellisa pun langsung jalan karah Xio dan duduk di sampingnya. "Oh iya kenapa aku tiba-tiba sudah ada dirumah?" Tanya Ellisa.
"Kamu ketiduran ketika kita selesai melakukan itu jadi aku langsung membawamu pulang." Jawab Xio.
"Sepertinya Xio terlalu ganas sampai bisa membuat Ellisa kelelahan." Kata Jhonatan.
"Mau bagaimana lagi, Aku terlalu menikmatinya ketika bermain dengan Ellisa." Ucap Xio tapi langsung di bungkam oleh tangan Ellisa.
"Sudah jangan membicarakan itu, itu sangat memalukan." Kata Ellisa dengan wajah yang sudah memerah. "Apakah kamu tidak malu membicarakan nya dengan orang tuamu sendiri?" Lanjutnya Bertanya.
"Tidak, justru aku ingin membuat mereka iri hehe." Jawab Xio terkekeh.
dugh!
Ellisa Memukul dibelakang leher Xio. "Aww, sayang kenapa kamu memukul ku!?" Kata Xio merasakan sedikit sakit.
"Humpph!" Ellisa langsung memalingkan wajahnya. "Kamu memang memang tidak malu, tapi aku yang malu." kata Ellisa cemberut.
"Baiklah maafkan aku, aku berjanji tidak akan mengulangi nya lagi." Ucap Xio. "Sebagai permintaan maaf bagaimana kalau aku mengajakmu makan malam diluar berdua saja?" Tanyanya. Tapi Ellisa masih cemberut saja.
"Ayolah sayang." Kata Xio langsung mencium pipi Ellisa. "Yah mau yah?" lanjutnya menatap Ellisa dengan memasang wajah memohonnya.
"Humm baiklah." Jawab Ellisa langsung dicium bibirnya oleh Xio.
"Ekhemm... ekhem!" Jhonatan dan Arthur pura-pura batuk. "Apakah pendingin dirumah ini tidak nyala?" Kata Jhonatan. "Pantas saja aku merasa kepanasan." tambah Arthur.
"Ayo sayang disini ada yang iri." Xio langsung memangku Ellisa kembali kekamar untuk berganti pakaian karena Xio akan mengajaknya makan malam.
"Aku jadi rindu ketika masih muda, ketika bermesraan dengan istriku." Kata Jhonatan. "Aku juga sama." Tambah Arthur.
"Hahh mau bagaimana lagi, Nasi sudah menjadi bubur." Ucap Jhonatan menghela nafas.
"Sekarang kita bagian mengasuh anak-anak saja." Kata Arthur di angguki oleh Jhonatan.
Beberapa menit kemudian Xio dan Ellisa keluar dari kamarnya dengan sudah berganti pakaian. Mereka berjalan mendekat kearah Leon dan Lena yang sedang duduk di sofa.
"Papah dan mamah mau kemana?" Tanya Lena.
"Papah dan mamah akan pergi kencan dulu diluar." Jawab Xio.
"Lena jiga ingin ikut kencan!" Seru Lena.
"Lena jangan ikut, biarkan papah dan mamah berdua dulu!" Kata Leon mengusap kepala Lena. "Humm baiklah lena akan kencan dengan kakak Saja." ujar Lena.
"Memang lena tahu apa itu kencan?" Tanya Ellisa.
"tentu saja tahu, kalau ada orang yang makan berdua saja itu namanya kencan. jadi kalau aku makan berdua d ngan kakak saja berarti itu kencan" Jawab Lena dengan percaya dirinya.
"kakek kencan saja dengan kakek Arthur!" Jawab Lena dengan santainya.
"Hahaha..." Xio tertawa. "Sudah yah kalau begitu papah dan mamah berangkat dulu. Oh iya ayah tolong jaga Leon dan Lena serata jangan lupa kencan kalian berdua." Ucapnya.
"Hush hush, cepatlah pergi dengan Ellisa." Usir Jhonatan dengan wajah kesal.
"Byebye anak-anak mamah!, jangan nakal yah!" kata Ellisa dibalas dengan mberikan jempol oleh Leon dan Lena.
Xio dan Ellisa pun langsung berjalan keluar dari rumah dan langsung masuk kedalam mobil, kemudian Xio langsung menancapkan gasnya.
Ditengah perjalanan Xio tiba-tiba saja menjentikan jarinya yang kemudian tubuh Ellisa langsung diselimuti oleh cahaya dan perlahan cahaya itu memudar.
"Barusan Apa?" Tanya Ellisa, "Tubuhku juga serasa jadi hangat dan nuaman." Lanjutnya.
"Barusan Aku membuatmu serta anak-anak kita tidak kedinginan, dan juga orang-orang bilang ibu hamil tidak boleh terlalu banyak terkena angin malam." Jawab Xio.
"uwhh papah yang tampan dan baik hati ini perhatian sekali sihh." Ucap Ellisa menirukan suara dan wajah anak kecil.
Xio langsung menutup wajahnya sediri menggunakan satu tangan karena saat ini wajahnya sedang memerah.
'Ughh Ellisa terlalu imut, aku tidak akan membiarkan orang lain melihat sisi Ellisa yang seperti ini!' batin Xio dengan tekad yang sungguh-sungguh.
"Kenapa kamu menutupi wajahmu?" tanya Ellisa.
"Tidak, tidak apa-apa hidungku gatal saja." Jawab Xio tidak melepaskan tangan yang menutupi wajahnya.
Ellisa langsung menarik tangan Xio dan ia langsung melihat wajah Xio yang memerah, "Apakah benar cuma gatal hidung saja?, Lalu kenapa wajahmu sampai memerah?" Tanya Ellisa sambil tersenyum miring.
"Hahaha..." Ellisa langsung tertawa. "Baru kali ini aku melihatmu yang seperti ini." Ucapnya.
"Sudah sayang aku sedang menyetir." Kata Xio berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Eitss kamu belum menjawab kenapa wajahmu memerah!?" Tanya Ellisa lagi.
"Baiklah baiklah barusan aku tidak kuat dengan keimutan kamu, puas?!" Seru Xio menutupi pipinya yang memerah kembali karena malu.
"Ohhh benarkah?, Apakah harus lebih sering menunjukan sisi imutku?" Tanya Ellisa.
"Tidak kepada orang lain, hanya ketika kita berdua saja." Jawab Xio.
"Siap papah tampan!" kata Ellisa.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG
ANAK-ANAK??? 😲😲