Cross The World With System

Cross The World With System
Daging Naga



...----------------...


Didalam kereta kuda, Ellisa terlihat sedang duduk disamping Xio sambil menyandarkan kepalanya di bahu Xio. Sedangkan Xio sendiri sedang asik mengelus-elus perut Ellisa sambil mencium rambutnya.


Belakangan ini semenjak perut Ellisa sudah terlihat membesar, Xio selalu hati-hati jika menyentuh dan memperlakukan Ellisa. Bahkan jika Ellisa sedang tidak mood dan sering memarahinya tanpa alasan yang jelas pun Xio tetap mengatasinya dengan lemah lembut, tidak pernah menaikan nada bicaranya.


"Sayang aku ingin mencoba bagaimana rasanya daging naga." Ucap Ellisa tiba-tiba.


"SEBAS!! CEPAT KETEMPAT AZCO!" Perintah Xio dari jendela yang mengarah langsung ke tempat kusir.


"Baik Yang Mulia!" Jawab sebas menambah kecepatan laju kudanya lalu mengubah arah tujuannya juga.


Semenjak pemututusan kontraknya dengan Xio, Azco memutuskan untuk tinggal bersama dengan Chintya, tapi sampai sekarang mereka masih belum ada kabar untuk menikah juga. Walaupun sudah tidak tinggal di istana lagi, tapi setiap hari Azco selalu berkunjung ke sana hanya untuk bertemu dengan Xio dan anak-anak atau juga untuk menjalankan tugasnya saja.


Tidak lama kemudian mereka pun sudah sampai di kediaman Azco.


Brakkk!!


Azco bersama dengan Chintya dan teman-temannya yang sedang duduk di ruang depan, dikejutkan dengan kemunculan Xio yang membuka pintu dengan sangat kencang dan juga memegang pedang ditangannya.


"AZCO!!" Seru Xio.


Azco pun dengan segera menghadap Xio. "Disini Yang Mulia!" sahut Azco.


"Cepat keluar dan ubahlah tubuhmu menjadi naga!" Perintah Xio berjalan duluan keluar. Walaupun Azco takut karena Xio sedang memegang pedangnya, tapi ia mau tidak mau harus menuruti perintah Xio keluar dari rumah diikuti oleh Chintya dan teman-temannya.


Mereka saa ini sudah berdiri di halaman rumah yang lumayan luas, dan disana juga sudah ada Ellisa serta Sebas.


"Emm.. Yang Mulia, apakah anda butuh sesuatu?" Tanya Azco curiga dengan Xio yang menyuruhnya menjadi naga.


"Istriku sedang mengidam ingin merasakan daging naga, karena tidak ada naga yang lain jadi aku akan mengambil dagingmu. Tenang saja tidak akan banyak banyak kok." Jawab Xio.


Seketika Azco langsung merasa merinding di sekujur tubuhnya.


"Apa?!!, kenapa harus saya Yang Mulia?" Seru Azco.


"Kenapa?, apakah kamu tidak mau huh?" Ucap Xio sambil memain-mainkan pedang ditangannya.


"Sudahlah sayang kalau Azco tidak mau tidak usah memaksanya." Kata Ellisa dengan Ekspresi sedih, ia sedang duduk di kursi bersama dengan secangkir teh diatas meja yang baru saja sebas buatkan.


"Hahh baiklah demi anak-anak Yang Mulia, dan demi keponakan-keponakan ku nantinya." Azco pun mau tidak mau langsung berubah menjadi naga yang sangat besar, karena tidak tega melihat Ekspresi Sedih Ellisa.


Karena Azco bisa membuat tubuhnya sebesar mungkin, jadi dia berubah menjadi sangat besar agar saat diambil dagingnya nanti tidak terasa sakit. Walaupun sebenarnya ia juga bisa meregenerasi lagi bagian tubuhnya yang hilang.


"Apakah kamu sudah siap?" Tanya Xio yang sudah bersiap-siap mengayunkan pedang di ujung ekor milik Azco.


"Emm saya siap Yang Mulia." Jawab Azco memejamkan matanya.


"Sudah selesai." Kata Xio.


"Eh?" Azco keheranan karena tidak merasakan sakit sedikitpun.


Sementara Chintya dan teman-temannya sedang melongo karena barusaja melihat pedang Xio yang memeoting ekor Azco dengan begitu mudahnya seperti sedang memotong mentega dengan pisau panas. Ditambah lagi ketika ekornya terpotong, tidak ada darah yang keluar sama sekali, melainkan ekor yang tadinya terpotong dengan seketika langsung tumbuh kembali tanpa meninggalkan bekas luka sedikitpun.


'Kok aku tidak merasakan apa-apa?' Azco masih kebingungan karena ia tidak melihat saat Xio memotong ekornya tadi.


"Tidak! tidak perlu Yang Mulia!" Jawab Azco menggelengkan kepalanya dan langsung kembali menjadi manusia dengan wajah ketakutan.


Sebenarnya saat tadi memotor ekor Azco, Xio menggunakan elemen cahayanya yang bisa memulihkan luka.


"Terimakasih Azco." Ucap Xio tersenyum kecil tapi kemudian langsung membalikkan badannya dan menyerahkan potongan Ekor tadi pada Sebas.


Sementara Azco saat itni baru saja di kejutkan dengan Senyuman dan ucapan terimakasih dari orang yang biasanya tidak akan mudah berterimakasih atau tersenyum pada orang lain.


'Apakah barusan aku mendengar Yang Mulia mengucapkan Terimakasih padaku?' Azco terbengong. Tapi ia langsung tersadar kembali ketika Chintya menepuk pundaknya.


"Azco kamu kenapa bengong disini? Yang Mulia sudah memanggil kita." Tegur Chintya.


"Hm? Oh baiklah." Jawab Azco.


Rupanya Xio memanggil karena Ellisa bilang ingin makan daging naganya bersama-sama di halaman itu.


(Karena ada kanibalisme nya, jadi kita lewati saja adegan makan-makan)


Xio dan Ellisa duduk berdampingan di rumput dengan alas kain, mereka baru saja selesai makan barbeque bersama dengan sangat lahap karena ternyata daging naga lebih enak dari daging-daging biasanya.


"Aku tidak menyangka daging Azco akan seenak ini." Kata Ellisa.


"Kalau kamu suka aku akan membawakannya setiap hari." Ujar Xio Sambil mengelus perut Ellisa.


'Apa?! setiap hari?!' Batin Azco. Ia berpikir jika Xio memotong ekornya setiap hari bukankah akan habis.


"Tidak usah setiap hari, aku mau sesekali saja." Jawab Ellisa menggenggam tangan Xio yang ada di atas perutnya.


Azco bernafas lega karena Ellisa baru saja menyelamatkan ekornya dari Xio.


"Tapi besok aku ingin mencoba makan Buah Eviliphia." Kata Ellisa.


"Emm baiklah besok aku akan membawakannya." Jawab Xio dengan santainya sambil tersenyum dan mencium pipi Ellisa.


Sedangkan mereka yang mendengarnya hanya bisa ternganga dengan ucapan Xio yang dengan mudahnya mengiyakan permintaan Ellisa. Karena mereka tahu kalau buah Eviliphia merupakan buah yang sangat berharga dan sangat di lindungi di benua Lyadrus (Elf), dan Xio dengan santainya bilang ia akan membawakannya untuk Ellisa. Walaupun mereka tahu memang sudah pasti Xio bisa mendapatkannya.


Sementara itu Sebas sudah tidak aneh lagi dengan permintaan Ellisa yang Belakangan ini selalu aneh-aneh seperti ingin daging paus darah, Burung Es yang sangat langka, serta masih banyak yang lainnya. Dan itu Semua pasti Xio turuti karena ia tahu kalau Ellisa sedang mengidam, para bawahannya pun selalu membantu Xio tanpa mengeluh dengan permintaan Ellisa yang sangat aneh-aneh itu.


Tapi mereka juga memaklumi kalau Xio tidak pernah menolak atau mengeluh dengan semua kemauan Ellisa, sebab sudah tahu bagaimana perhatiannya Xio terhadap Ellisa. Entah apa yang membuatnya bisa sampai sesayang dan secinta itu, Yang pasti Semua orang berharap hubungan mereka berdua akan berjalan mulus.


Selt lah puas mengobrol dan berbincang-bincang, Xio pun memutuskan untuk pulang ke istananya.


"Hati-hati di jalan Yang Mulia." Ucap Azco membungkukkan dadanya diikuti oleh Chintya dan teman-temannya membungkukkan dada mereka juga.


Ellisa melambaikan tangannya sambil tersenyum, sedangkan Xio hanya tersenyum saja lalu membantu Ellisa naik ke dalam kereta disusul olehnya. Sebas pun langsung melajukkan keretanya setelah dirasa Xio dan Ellisa sudah duduk dengan nyaman.



...----------------...


...BERSAMBUNG...