
...----------------...
Saat Xio sudah sampai kembali di kerajaannya ia baru ingat kalau Aslan masih berada di Kerajaan Greenland.
'Biarlah Nanti juga pulang sendiri.' pikir Xio.
"Sebas Apakah anak-anak sudah pulang?" Tanya Xio pada sebas yang kebetulan ada disana.
"Belum Yang Mulia." Jawab Sebas.
"Baiklah kalau mereka berdua sudah pulang suruh bertemu denganku." Ucap Xio kemudian langsung berjalan menuju taman dan duduk di gazebo yang ada disana sambil memperhatikan benih yang diberikan oleh Chalawan.
"System apakah kamu bisa menganalisis benih apa ini?" Tanya Xio pada System.
[Memulai Analisis.... ]
[Analisis Selesai. Benih Yang ada di tangan anda bernama Benih pelacak, Benih tersebut jika sudah tumbuh menjadi pohon akan keluar roh yang dapat menunjukan lokasi tepat seseorang berada. hanya sekali pemakaian]
Xio terkejut bukan main dengan apa yang baru saja System Jelaskan, Karena itu berarti ia bisa bertemu dengan Ellisa kembali. Namun tiba-tiba saja ia teringat kembali kalau ia juga harus mencari Azril.
"Lagi-lagi aku harus dihadapkan dengan pilihan Yang sulit." Ucap Xio dengan kedua tangan memegang kepalanya sendiri seperti sedang pusing.
Saat sedang berpikir dengan kerasnya tiba-tiba saja ada angin yang lumayan kencang menerpa dirinya berbarengan dengan suara bisikan yang jelas Xio mengenali Suara tersebut.
"Carilah istri dan anakmu." Begitulah suara bisikan tersebut yang terdengar seperti suara Azril.
"Kakek!" Xio terkejut kemudian melihat ke sekitarnya untuk mencari suara siapa barusan namun tidak ada siapa-siapa disekitarnya.
"Mungkinkah barusan sungguh suara kakek?, Apakah kakek menyuruhku untuk mencari Ellisa terlebih dahulu?" Ucap Xio bertanya-tanya.
"Kalau memang iya kakek menurutku mencari Ellisa terlebih dahulu aku sungguh berterimakasih karena sudah mengerti perasaanku." Lanjutnya.
"Oh iya System apakah ada syarat khusus untuk menumbuhkan benih ini?" Tanya Xio.
[Syarat nya yaitu harus disiram dengan Air yang telah dicampur dengan Air mata Siren dan darah pegasus]
Xio Langsung saja masuk kembali kedalam istana untuk mengumpulkan para bawahannya agar Mereka membantu Xio untuk mencari bahan-bahan yang diperlukan karena saat ini Xio sangat bersemangat tidak sabar ingin bertemu kembali Dengan Ellisa.
Tidak butuh waktu lama para bawahan Xio pun sudah berkumpul semua diantaranya yaitu para dosa besar dan juga para kebajikan, Leon dan lena kebetulan sudah pulang dari misi mereka jadinya mereka berdua juga ikut berkumpul.
"Baiklah, Aku mengumpulkan kalian disini untuk membantu ku mencari bahan-bahan. Aku akan membagi kalian menjadi dua kelompok dan harus campuran antara dosa dengan kebajikan." Ucap Xio membuka pembicaraan.
"Kelompok pertama bertugas untuk mencari Siren kemudian mengambil air matanya, Dan kelompok kedua bertugas mencari pegasus dan mengambil sedikit darahnya. Apakah kalian Paham?!" Lanjut Xio menjelaskan tugas mereka.
"PAHAM YANG MULIA!" Jawab mereka bersamaan.
"Papah memangnya untuk apa bahan-bahan itu?" Tanya Leon diangguki oleh para bawahan Xio karena mereka juga sebenarnya penasaran untuk apa bahan-bahan itu.
"Papah akan memberitahunya kalau bahan-bahannya sudah terkumpul." Jawab Xio.
"Kalau begitu kita juga ingin ikut mencari Pegasusnya." Kata Lena.
"Tapi kan ini sudah Malam sayang, Lena dan Kak Leon tunggu Saja disini yah?" Ujar Xio mengelus kepala Lena.
Lena Malah cemberut dengan memalingkan wajahnya.
"Kita akan berangkat sekarang, Leon jaga adik kamu. dan untuk kalian kalau sampai Leon dan Lena kenapa-napa makan kalian akan menanggung akibatnya." Ucap Xio menatap kelompok yang akan pergi bersama Leon dn Lena sehingga membuat mereka merinding dengan tatapan Xio yang sepertinya sangat bersungguh-sungguh.
"Tunggu Tuan aku juga ingin ikut!" Kata Azco yang sedang menjadi naga kecil dengan terbang terburu-buru.
"Kamu ikut saja bersama Leon dan Lena." Jawab Xio dijawab anggukan oleh Azco.
Setelah beberapa jedaan barusan, merekapun langsung pergi ketempat tujuan mereka masing-masing. Xio bersama dengan kelompok pertama terbang bersama kearah Lautan sedangkan Kelompok Leon dan Lena mencari di dataran tinggi sesuai arahan Azco.
Tidak butuh waktu Lama Xio bersama kelompoknya saat ini sedang terbang diatas Lautan yang Luas. Dan saat ini mereka sedang bingung harus mulai dari mana mencarinya di lautan yang sangat luas itu.
'system apakah ada alat yang bisa memancing siren keluar dari air?' Tanya Xio dalam hati.
[Guzheng Lautan, Alat musik ini dapat membuat makhluk laut apa saja terpancing dengan suara yang dilantunkannya.
Harganya 200.000 Ps]
Setelah mendengar penjelasan System Xio pun memutuskan untuk membeli alat tersebut. Selesai pembelian, Xio langsung duduk bersila di langit kemudian mengeluarkan Guzheng yang baru saja ia beli dihadapannya.
"Kalian Perhatikan kebawah, Kalau ada Siren yang muncul langsung tangkap Saja." Ucap Xio diangguki oleh para bawahannya. Tanpa menunggu Lebih lama Lagi Xio Langsung saja memulai memainkan Alat musiknya dengan melantynkan nada-nada yang indah mungkin bukan hanya mahkluk lautan saja yang akan terpancing dengan indahnya lagu yang Xio mainkan.
Para bawahan Xio juga merasa hati mereka menjadi tenang mendengar lantunan musik Xio, namun mereka kembali teringat saat ini bukan waktunya bersantai mereka harus fokus ke bawah untuk menangkap Siren.
Dari tempat mereka berdiri mereka dapat melihat banyak sekali ikan yang mulai berloncatan keluar permukaan laut, Dari berbagai macam jenis ikan mulai yang kecil bahkan yang besar tertarik dengan suara musik Xio. Lama mereka menunggu namun Siren tersebut belum menampakkan dirinya juga sampai akhirnya ada sesosok Hiu yang berenang bersampingan dengan makhluk mirip seperti manusia dengan Ekor dan sisik ikan di tubuhnya yang kemungkinan besar makhluk itu merupakan Siren yang mereka cari.
Dengan Cepat semua bawahan Xio melesat kebawah untuk menangkap makhluk tersebut. Awalnya mereka kesulitan karena siren tersebut sangat lincah ketika didalam air Namun akhirnya mereka berhasil menangkapnya berkat Leviathan yang bisa mengubah air menjadi es sehingga siren tersebut kesulitan bergerak karena skitarnya dikelilingi oleh es.
Xio yang melihat siren itu berhasil ditangkap pun berhenti memainkan musik nya kemudian mendekat kearah para bawahan nya.
"Yang Mulia bagaimana cara membuatnya menangis?" Tanya Mikhael. Xio berpikir sejenak karena ia juga tidak tahu bagaimana cara membuatnya menangis.
"Tolong Jangan apa-apakan Temanku." Ucap Siren tersebut yang ternyata bisa berbicara bahasa manusia.
"Teman?, Apakah maksudmu hiu ini?" Tanya Xio karena ingat tadi siren tersebut berenang berdampingan dengan seekor hiu.
"Benar, Temanku masih kecil jadi biarkan ia kembali. Kalian boleh menangkapku saja."
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG