Cross The World With System

Cross The World With System
Hujan deras



...----------------...


"Tenanglah aku orang baik dan namaku Rose Rossler" Ucap wanita tersebut memperkenalkan namanya.


Aku berpikir sejenak karena nama itu aku seperti sudah pernah mendengarnya.


"Nenek Rose!!" Ucapku terkejut karena baru ingat kalau aku pernah mendengar namanya dari cerita paman Erick.


(Ellisa POV end)


"Haha jadi kamu sudah tahu aku." Ucap rose tertawa.


"Nenek Rose, bolehkah aku ikut dengan nenek?" Tanya ellisa.


"Memangnya kenapa?, bukankah sebentar lagi kamu akan menikah?" Kata Rose.


"Sebelumnya, apakah nenek sudah tahu kalau aku bukan berasal dari bumi?" Tanya Ellisa.


"Aku sudah tahu, karena Azril pernah bilang kalau dibumi tidak ada yang memiliki warna mata Seperti yang kamu miliki." Jawab rose.


"Baiklah Kalau begitu aku akan menceritakan semuanya...." Ellisa mulai memberikan tentang keadaan dirinya tanpa ada yang ditutup tutupi karena entah kenapa Ellis merasa sangat mempercayai Rose.


"Aku takut kalau Xio menemukanku, dia akan menggugurkan bayiku." Lirih Ellisa.


"Hmm tidak apa-apa aku juga mengerti perasaanmu." Ucap rose.


"Karena dulu aku juga meninggalkan Azril karena ternyata aku tidak bisa memiliki anak dan aku takut Azril akan kecewa dan membenciku jadi aku bersembunyi darinya." Jelas rose.


"Tapi biarkan nenek bertanya sekali lagi, apakah kamu yakin dengan pilihanmu?" Tanya rose.


Ellisa terdiam sejenak dan menatap keluar jendela mobil yang terguyur oleh derasnya hujan, Ellisa sebenarnya berasa bersalah pada Xio tapi Ellisa selalu bermimpi ada seorang anak yang tersenyum padanya.


"Aku sudah yakin dengan keputusanku, dan aku akan menjadikan anakku sebagai bukti kalau aku sangat mencintai Xio." Ucap Ellisa sungguh-sungguh.


"Baiklah kamu boleh ikut dengan nenek, dan kamu tenang saja Xio tidak akan bisa menemukanmu, nenek juga berjanji akan merawat anakmu tumbuh bahagia." Kata rose.


"Terimakasih nenek." Jawab Ellisa.


"Baiklah kita sudah sampai" Ucap rose menghentikan mobilnya.


"Kita akan kemana?" Tanya Ellisa karena dia dapat melihat sudah ada pesawat yang terpampang jelas didekat mobil.


"Kita akan pergi ke Jepang karena rumah nenek ada dijepang. sekarang ayo turun!" Ucap rose turun dari mobil menggunakan payung kemudian memayungi Ellisa dan berjalan masuk pintu pesawat.


Di tempat lain~


Ditengah derasnya air hujan Xio sedang mencari Ellisa kesegala penjuru kota tapi dia tetap tidak bisa menemukannya karena sayangnya Ellisa sudah naik pesawat.


"Aku yakin Ellisa belum jauh dari kota ini, tapi kemana lagi aku harus mencarinya ditengah hujan seperti ini aku takut Ellisa kenapa-kenapa." lirih Xio.


"Kenapa kamu pergi sebelum kita menikah, aku bahkan belum membuktikan kalau sungguh-sungguh mencintaimu, kenapa?, kenapa tuhan selalu memberikan cobaan yang sangat berat padaku yang bahkan aku tidak bisa mengatasinya."


"Aku tidak butuh kekuatan ini, aku tidak butuh semua kekayaanku, aku hanya ingin orang yang aku cintai terus berada di sampingku dan terus mendukungku bahkan hingga ajal menjemputku aku akan tetap mencintainya."


"Kenapa kamu menyuruhku untuk mencari penggantimu, perkataanmu yang seperti itu hanya membuatku ingin membunuh semua wanita didunia ini, Aku tidak membutuhkan pengganti yang aku butuhkan hanya kamu."


Tiba-tiba Ada mobil yang berhenti dihadapannya tapi Xio masih tidak menghiraukannya karena pikirannya sekarang hanya Ellisa.


pintu mobil itu terbuka, dan ternyata Jhonatan yang keluar dari mobil tersebut sambil menggunakan payung dan berjalan kearah Xio.


"Xio ini sudah tengah malam dan kamu juga sudah basah kuyup ayah khawatir kalau kamu sakit, kita lanjutkan saja mencari Ellisa besok pagi." Ucap Jhonatan memayungi Xio.


"Lalu bagaimana kalau Ellisa sendirian diluar sana, aku tidak peduli dengan kesehatanku, aku lebih takut Ellisa kedinginan diluar sana tanpa ada seorangpun yang menemani." lirih Xio.


"Tap-" ucapan Jhonatan terpotong.


"Tinggalkan aku sendiri, aku akan mencari Ellisa lagi, aku tidak mau manjadi sepertimu yang tidak mempedulikan orang yang dicintainya." ucap Xio dan langsung masuk kedalam bayangan kembali meninggalkan Jhonatan.


Sementara itu, saat ini ditempat pesta Adam sudah menangkap pelayan yang tadi memberikan minuman pada Ellisa dan membawa pelayan tersebut keruangan yang sudah terdapat Arthur dan Chris disana.


"Katakan siapa yang menyuruhmu?" ucap Adam menodongkan pistolnya dikepala pelayan tersebut.


"Tunggu dulu aku tidak mengerti apa yang dimaksud." Ucap pelayan tersebut pura-pura.


Dorr!


Adam menembak kaki pelayan itu.


"Cepat katakan!" sentak Adam.


"Akkh aku tidak tahu apa-apa." Ucap pelayan tersebut meringis kesakitan.


"Terlalu lama." Arthur langsung maju dan menyentuhkan jarinya di perut pelayan tersebut.


Pelayan itu langsung merasa kalau darah didalam perutnya mendidih dan perutnya bergolak seakan-akan dapat meledak kapan saja. Arthur sebenarnya menggunakan skillnya yaitu Crimson blood, skill ini dapat mengendalikan darah yang ada pada orang yang disentuhnya.


"Baiklah, baiklah nona Bella yang menyuruhku." ucap pelayan tersebut karena tak kuasa lagi menahan sakit.


Duarr!


Crashh!


Perut pelayan tersebut langsung meledak dan darah berhamburan kemana-mana.


.


.


.


.


.


Bersambung


Maaf baru up soalnya kemarin daring dan ada tugas juga 😁😁