ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Bab 99



Tak butuh waktu 10 menit,akhirnya Bimo dan Meca telah sampai di tempat kerjanya Meca yaitu toserba.


Semula Meca sangat takut,kini Ia bisa bernafas dengan lega setelah berhenti di depan toserba,itu artinya sudah sampai dan yang paling penting tidak dibonceng pakai motor oleh Bimo yang membuat Ia takut bukan main karena kecepatan laju motor Bimo yang tidak biasa.


"Akhirnya...sampai juga..huh.."Ucap Meca sambil membuang nafas dengan lega.


"Elo masih Ok kan?" Tanya Bimo sambil menunjukkan senyum menyeringainya.


"Ish...nyebelin banget sih.." Ucap Meca dengan sewot sambil menatap Bimo dengan tatapan tajam.


Meca lalu turun dari motor Bimo,sedangkan Bimo masih duduk di motornya sambil memandangi Meca yang turun dari boncengan motornya.


"Masih marah?" Tanya Bimo sambil menaikkan kedua alisnya.


"Gue nggak marah,cuma kesel aja sama Kakak. Jangan ngebut-ngebut lagi kalau bawa motornya kalau nanti nabrak orang atau diri kita yang kecelakaan gimana?" Tanya Meca.


"Iya gue akan turutin kata Elo. Untuk yang tadi minta maaf ya..gue lakuin itu biar Elo nggak telat." Ucap Bimo sambil tersenyum riang.


"Bagus kalau gitu...Ya udah gue masuk dulu. Terima kasih untuk tumpangannya tadi." Ucap Meca lalu berbalik dan melangkahkan kakinya untuk pergi.


"Eh..tunggu Mec.." Kata Bimo.


Meca lalu berbalik badan lalu kembali menghampiri Bimo.


"Iya ada apa?" Tanya Meca.


"Mobil gue kan ada dirumah Elo,nanti malam gue ke rumah Elo buat ambil mobilnya." Ucap Bimo.


"Oh...oke. Ya udah gue masuk dulu." Jawab Meca dengan singkat.


Meca pun berbalik badan lalu melangkahkan kakinya untuk pergi,tetapi tak sampai satu langkah Meca sudah dipanggil lagi oleh Bimo.


"Mec..tunggu.. " Kata Bimo.


"Apa lagi sih Kak?" Tanya Meca dengan kesalnya.


"Helm gue masih di kepala Elo noh..." Ucap Bimo sambil menahan tawa.


Meca terkejut lalu memegang kepalanya. Memang benar apa yang dikatakan Bimo dari tadi helm punya Bimo masih menempel di kepalanya. Meca tidak sadar saking buru-buru masuk ke toserba.


"Oh...iya.Nih.." Ucap Meca sambil menodongkan helm pada Bimo yang baru saja Ia lepas dari kepalanya.


Bimo pun menerimanya lalu helm dari Meca Ia tancapkan pada pinggiran boncengan motornya.


"Habis ini jangan panggil gue lagi!!" Ucap Meca.


"Iya..ya udah sana masuk." Timpal Bimo.


Meca lalu berbalik badan dan pergi dari hadapan Bimo. Baru beberapa langkah Ia berjalan,tiba-tiba Meca menghentikan langkahnya dan berlari menghampiri Bimo lagi.


Melihat Meca menghampirinya,Bimo jadi bingung. Padahal tadi marah-marah saat Ia tahan untuk masuk ke toserba.


"Gue cuma mau bilang nanti hati-hati di jalan. Oh..iya dan inget jangan ngebut lagi!!" Ucap Meca dengan penuh penekanan sambil mengacungkan jari telunjukknya pada Bimo.


Mendengar celoteh Meca,Bimo hanya tersenyum riang. Ingin rasanya mencubit pipi Meca karena sudah gemes padanya.


Tapi Bimo mengurungkan niatnya karena pasti Meca akan marah.


"Iya..Ibu Meca." Jawab Bimo.


"Ish..emang gue Ibu Elo apa." Ucap Meca lalu berbalik badan dan pergi dari hadapan Bimo.


Bimo masih belum pergi,Ia masih duduk di motornya sembari melihat Meca yang mulai menjauh darinya.


Senyum terus mengambang di bibirnya setelah mengingat kelucuan Meca tadi.


"Gue selalu senang berada di samping Elo. Gue harap Elo juga ngerasain hal yang sama kayak gue." Gumam Bimo masih dengan memandang Meca yang berjalan masuk ke dalam toserba.


Setelah bergumam,Bimo pun menyalakan mesin motornya lalu setelah menyala Ia pun pergi dari depan toserba.


Sementara itu,Meca segera masuk ke dalam toserba. Di dalam toserba ada bapak pemilik toserba yang sedang menunggu Meca sembari duduk di kursi yang berada di tempat kasir.


Tanpa pikir lama,Meca pun menghampiri Bapak pemilik toserba.


"Permisi pak,saya sudah sampai. Bapak boleh pulang dan istirahat."Ucap Meca begitu sampai di depan tempat kasir.


"Oh..udah sampai ternyata kamu. Lumayan cepat kamu sampai sini. Nggak sampai 10 menit udah sampai. Bagus kalau begitu." Ucap Bapak pemilik toserba sembari melihat jam tangan yang menempel di tangan kirinya.


Lalu Bapak pemilik toserba itu berdiri dan keluar dari tempat kasir.


"Nggak sampai 10 menit pak?" Tanya Meca masih tak percaya.


"Iya paling cuma 8 menitan aja." Ucap Bapak pemilik toserba.


"Bapak pergi dulu ya...jaga toserba dengan baik." Ucap Bapak pemilik toserba.


"Iya Pak...siap." Sahut Meca dengan tegas.


Lalu Bapak pemilik toserba pergi dan keluar dari toserba. Ia menyerahkan toserbanya pada Meca.


Meca masih tak percaya bila Ia sampai toserba hanya 8 menit.


Tiba-tiba Ia teringat dengan perkataan Bimo saat akan mengantarnya tadi, jika Ia bisa sampai toserba hanya butuh waktu 8 menit saja.


Awalnya Meca tidak percaya tetapi ternyata ramalan Bimo memang benar adanya.


Jangan lupa Like dan Vote plisss


Tolong bantuannya ya...supaya author jadi semangat kalau banyak yang nge like ❤❤