
Hari ini cuaca sangat panas dan terik. Jadwal ke kampus Meca adalah siang.
Meca keluar dari tempat kerjanya yaitu toserba.
Tampak Meca sedang membuang sampah di tempat pembuangan dengan menenteng satu kantong hitam yang isinya penuh sampah di tangan kirinya. Ia lalu memasukkan satu kantong hitam tersebut ke bak sampah.
Setelah membuang sampah Meca pun kembali ke toserbanya lalu ia mengambil tas dan langsung pergi mengunci toserba.
Meca sangat silau dengan sinar matahari yang menerpa wajahnya,lalu ia mengambil inisiatif untuk mengambil topi di tasnya untuk ia pakai. Ia memang selalu menyimpan topi di tasnya untuk berjaga-jaga kalau cuaca sedang panas seperti hari ini.
Ia pun memakainya dengan rambutnya yang diikat. Topi berwarna hitam pun siap melindungi Meca dari panas.
Meca pun siap untuk berangkat ke kampus.
Di kampus
Meca pun sampai di kampusnya. Saat perjalanan menuju ruang kelasnya Meca mendengar desas desus tentang dirinya. Ia pun menghentikan langkahnya untuk mendengar apa yang dikatakan dua orang cewek yang sedang duduk di tempat duduk yang ada di lapangan.
"Eh lu tau nggak kemarin tu ada cewek yang namanya Meca,dia tu beruntung banget bisa digodain Bimo,padahal kan cewek-cewek lainnya berharap kalau bisa foto sama Bimo aja udah beruntung,apalagi digodain sama Bimo." Kata salah satu cewek dengan temannya.
"Ih gue pengen tau deh kayak cewek buat iri aja." Kata temannya.
Setelah mendengar perkataan cewek itu pun Meca langsung mempercepat langkahnya. Meca pun memutuskan pergi ke taman dahulu untuk menenangkan pikirannya.
Di taman
Setelah sampai ditaman Meca pun duduk di kursi.
"Untung aja gue bawa topi hari ini,kalau nggak pasti gue udah dibuat bahan obrolan sama cewek-cewek disini. Ternyata langit juga masih peduli sama gue buktinya hari ini cuacanya dibuat panas supaya gue pakai topi." Kata Meca pada dirinya sendiri.
"Gue harus jauhin Kak Bimo kalau begini,kalau nggak gue bakal terkenal dikampus karena masalah kemarin." Kata Meca sambil berdiri dari kursi yang ia duduki.
Saat ia akan beranjak pergi dari taman tiba-tiba handphonennya berbunyi.
Ia pun mengeluarkan handphonenya dari saku celana jeansnya lalu melihat siapa yang meneleponnya. Ternyata yang meneleponnya adalah Dhira teman barunya. Ia memang telah bertukar nomor handphone dengan Dhira saat ia dan Dhira di rooftop lalu.
Meca pun langsung mengangkat panggilan Dhira tersebut.
"Iya halo Ra, ada apa?" Tanya Meca pada Dhira.
"Panjang ceritanya,lo sekarang dimana? biar gue susulin lo untuk cerita tentang masalah gue." Kata Meca.
"Gue ada di kantin gue sedang makan." Kata Dhira.
"Oh oke gue kesana sekarang." Kata Meca sambil menutup panggilannya dengan Dhira lalu memasukkan handphonennya ke saku celananya.
Meca pun pergi dari taman itu untuk menemui Dhira di kantin.
Di kantin
Meca melihat kanan kiri untuk menemukan seorang Dhira. Dari kejauhan terlihat Dhira sedang berbicara dengan tiga cewek. Meca melihat ketiga cewek itu tidak lain adalah cewek-cewek yang suka bikin masalah dengan Dhira dan Meca kemarin. Meca pun langsung menghampiri Dhira untuk menolongnya.
Saat Meca akan menghampiri Dhira,tiba-tiba salah satu cewek itu pun menumpahkan air minumannya di makanan Dhira. Meca pun kesal dan langsung menghampiri ketiga cewek itu.
"Ganti makanannya." Kata Meca pada salah satu cewek yang menumpahi minumannya ke dalam makanan Dhira.
"Eh pahlawan kesiangan ada disini. Gue nggak mau ganti terus gimana?" Tanya cewek itu pada Meca dengan nada bicara yang manja.
Meca tak ambil pusing untuk meladeni cewek itu.Lalu Ia pun melihat minuman Dhira yang ada diatas meja lalu mengambilnya dan menyiramkan minuman tersebut ke baju cewek itu.
"Hei apa yang lo lakuin? Bersihin nggak?" Kata cewek itu pada Meca.
"Kalau gue nggak mau bersihin gimana?" Kata Meca dengan nada bicara yang manja. Ia meniru apa yang cewek itu lakuin sebelumnya.
Orang-orang yang ada dikantin itu pun tertawa karena perilaku Meca yang lucu.
"Syukurin,dibalik juga kan perkataan lo." Kata salah satu cowok yang ada di kantin itu.
"Diem lo!" Marah cewek itu sambil menoleh ke cowok yang mengoloknya.
Meca pun hanya tersenyum melihat cewek itu marah.
Cewek itu pun kesal lalu langsung pergi dari kantin karena malu banyak orang yang menertawainya.
"Inget ya gue bakal bikin perhitungan sama lo." Kata cewek itu sambil menunjuk Meca dengan jari telunjukknya lalu pergi dengan kedua temannya yang dibelakangnya.