
Flasback off
"Sekarang Elo harus makan!" Suruh Bimo kepada Meca sambil membuka kotak makan Meca.
"Kak,tadi masalah gue sama Angel gimana?" Tanya Meca pada Bimo.
"Jangan tanya hal yang nggak penting dulu. Mending Elo bangun terus makan."Kata Bimo.
"Apa nggak penting?" Tanya Meca sambil bangun dari tidurnya.
"Kak,Elo udah menyebabkan rumor itu semakin jelas kebenarannya,apalagi Kakak tadi bilang sama Angel kalau Kakak jatuh cinta sama gue." Kata Meca dengan nada bicara agak kesal.
"Kenapa Elo selalu khawatir dengan rumor gue sama Elo? Apa Elo beneran nggak suka ada di deket gue? Tanya Bimo pada Meca dengan wajah yang serius.
"Enggak kok. Gue cuma mau hidup nyaman di kampus ini. Jadi tolong jangan bilang sama semua orang kalau Elo jatuh cinta sama gue,biar rumor itu nggak beredar lagi!" Jelas Meca dengan tatapan yang serius Bimo.
" Kalau Gue ngomong gue cinta sama Elo. Apa lu percaya?"tanya Bimo
Meca hanya terdiam dan terkejut mendengar ucapan Bimo. Ia tidak tahu ucapan Bimo itu sungguhan atau cuma main-main dengannya.Tetapi entah kenapa mereka bisa Melihat kesungguhan ucapan Bimo dari manik-manik matanya.
"Kak,gue nggak kayak cewek lainnya kalau di nyatakan cinta sama cowok kayak elu bakal seneng.Jadi jangan bercanda dengan ucapan Elo sama gue!" Kata Meca.
"Gue beneran Mec.Apa lu ingat gue dulu pernah ngomong sama elu Kalau gue suka perhatian sama elu hanya sebagai adik Junior gue?" Tanya Bimo.
Meca mencoba mengingat ucapan Bimo tadi. Memang saat di rooftop Bimo pernah bicara pada Meca,jika ia perhatian dengan mereka hanya sebatas juniornya dalam ekstrakurikuler yang diampu Bimo. Setelah bisa mengingatnya Meca pun menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Bimo.
"Saat itu gue mau bilang kalo gue suka suka perhatian sama Elo,karena gue sayang sama Elu.Gue nggak mau Elo kenapa-napa." Jelas Bimo.
"Karena gue tahu waktu itu lo masih nggak suka sama gue."Jawab Bimo sambil menundukkan kepalanya.
Meca hanya bisa terdiam dan tidak bisa berkata-kata lagi pada Bimo. Meca juga tidak bisa menjawab langsung pernyataan cinta Bimo kepadanya,karena Meca merasa masih tidak mempunyai perasaan suka pada Bimo.
"Kak...." Kata Meca terpotong karena Bimo menyela.
"Ya udah,gue ke kelas dulu.Nih makanannya jangan lupa Elo makan karena nanti kalau lo sakit lagi,gue bakal khawatir sama elu."Kata Bimo sambil meletakkan kotak makan yang tadinya berada di kedua tangannya lalu ia letakkan pada pangkuan Meca
Bimo langsung meninggalkan ruang UKS itu.
Bimo memutuskan untuk meninggalkan Meca sendiri di saat seperti ini,karena Ia tidak ingin Meca tahu betapa gugupnya Bimo saat mengungkapkan perasaannya pada Meca.
Setelah keluar dari ruang UKS,Bimo menutup pintu lalu menyenderkan tubuhnya di pintu UKS itu.
"Huh...akhirnya Gue mengungkapkannya. Gue harap setelah ini semuanya akan baik-baik saja." Kata Bimo dengan lega.
Setelah mengontrol napasnya,Bimo akhirnya memutuskan untuk pergi ke kelasnya.
Di UKS
Meca sedang melamun karena masih tak percaya dengan pengakuan cinta Bimo padanya.
" Huh...Ini pertama kalinya gue ditembak sama cowok. Kenapa Gue ingin nangis ya?" gumamnya sambil mengusap air matanya yang mulai jatuh di pipinya.
"Mending gue makan aja." Gumam Meca sambil menyodorkan nasi ke mulutnya.
Meca pun akhirnya melahap makanannya sampai habis.