ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Bab 79



Melihat Meca yang sudah mulai terhuyung akan jatuh kesamping.


Bimo pun segera menangkap Meca dengan cepat.


Untungnya Ia menangkap Meca dengan timing yang tepat.


Saat Bimo menangkap Meca,Ia menghantamkan tubuhnya ke jendela bis unyuk dijadikan sandarannya agar tidak jatuh.


Bimo menghantam jendela dengan keras sampai-sampai kaos yang Ia kenakan sobek karena terkena pinggiran kaca jendela tersebut.


Karena kaos Bimo terlalu tipis sehingga bagian kaos yang robek tadi sampai menggores kulitnya pada bagian bahunya.


Darah pun mulai keluar dari kulitnya yang tergores cukup dalam itu.


Ia pun langsung melepaskan pelukannya dari Bimo setelah melihat bahu Bimo terluka. Apalagi sampai keluar darah.


"Kak,bahu Elo luka." Kata Meca dengan paniknya.


Setelah mendengar ucapan Meca,Bimo langsung melihat bahunya. Dan ternyata benar adanya jika kulit bahunya terluka.


"Oh...ini nggak apa-apa kok. Tapi Elo baik-baik aja kan?" Tanya Bimo.


"Kakak selalu nanyain keadaan gue,padahal Kakak sendiri terluka." Kata Meca.


"Neng,udah sampai di depan kampus nih." Teriak pak supir pada Meca.


Pak supir bis yang ditumpangi Meca memang sudah hafal betul kemana tempat tujuan Meca akan pergi.


Karena setiap hari Meca selalu menaiki bis yang sama yaitu bis yang ditumpanginya saat ini.


"Iya Pak,saya ini mau turun." Timpal Meca pada Pak supir.


"Udah sampai?" Tanya Bimo.


"Iya. Ayo kita turun, sampai kampus nanti ke UKS dulu ya buat obatin luka Kakak." Jawab Meca.


"Nggak usah Mec,nggak parah kok lukanya." Tolak Bimo.


"Nggak parah apanya!! Itu aja lukanya sampai keluar darah. Pokoknya harus diobatin dulu." Omel Meca.


"Tapi....Mec..." Kata Bimo.


"Ayo..." Ajak Meca untuk turun dari bis.


Meca pun menggandeng tangan Bimo untuk keluar dari bis.


Bimo melihat Meca menggandeng tangannya pun tersenyum senang. Jarang-jarang Meca mau menggandeng tangannya seperti ini.


Sebelum keluar dari bis,tak lupa Meca membayar ongkos. Tetapi bukan Meca yang membayar ongkosnya melainkan Bimo.


Sudah beberapa kali Meca menolak,tetapi akhirnya Meca pasrah jika harus dibayar oleh Bimo.


Sesampai di depan kampus,Meca membawa Bimo menuju ruang UKS.


Suara klakson mobil berbunyi di belakang Meca dan Bimo yang sedang berjalan.


Meca dan Bimo pun langsung menoleh ke mobil yang mengklakson mereka.


Pengemudi mobil itu langsung keluar,begitu keluar Meca langsung kesal karena pengemudi mobil itu adalah musuhnya yaitu Angel dan kawan-kawannya.


Meca kesal karena jika ada Angel dan teman-temannya pasti mereka akan membuat masalah dengannya.


Sedangkan sekarang,Ia tidak ada waktu untuk meladeni mereka karena harus segera mengobati luka Bimo sebelum infeksi.


Angel dan teman-temannya pun menghampiri Meca dan Bimo.


Saat mulai mendekati Meca dan Bimo,Angel pun langsung merasa khawatir setelah melihat Bimo terluka.


Ia pun langsung berhamburan mendekati Bimo.


"Bim,Elo kenapa,kok bisa luka gini?" Tanya Angel.


"Gue nggak apa-apa." Jawab Bimo.


"Ayo Mec cepat pergi,jangan ngladenin mereka." Ajak Bimo.


Melihat Bimo akan pergi,Angel pun segera menahannya.


"Tunggu Bim,gue belum selesai ngomong." Kata Angel sambil menarik tangan Bimo.


Melihat tangannya disentuh oleh Angel,Bimo pun langsung memberhentikan langkahnya lalu melepas genggaman tangan Angel dari tangannya.


"Apa lagi sih?" Tanya Bimo denga kesalnya.


"Bim,Elo luka pasti gara-gara nih cewek kan? Nih cewek kan emang pembawa sial." Kata Angel


"Cukup!!" Bentak Bimo pada Angel.


Mendengar bentakan Bimo yang sangat keras,Meca pun terkejut dan bergidik ngeri karena takut melihat Bimo yang sedang marah.


Selama ini Meca tidak pernah melihat Bimo yang begitu marah dan menurut Meca itu sangat menakutkan.


Begitu juga dengan Angel yang dibentak oleh Bimo.


Ia langsung takut dan kedua matanya mulai berkaca-kaca.


"Jangan buat gue marah." Ucap Bimo lalu menarik tangan Meca untuk pergi meninggalkan Angel dan kedua temannya.


Entah kenapa Meca merasa kasihan pada Angel. Walaupun biasanya Angel sangat jahat terhadapnya,tetapi melihat wajah Angel yang terlihat sedih,membuat Meca merasa kasihan.


Meca pikir pasti hati Angel sangat sakit,apalagi Ia dibentak oleh laki-laki yang Ia cintai.


Angel pun hanya diam dan perlahan menetaskan air matanya karena sangat sakit melihat Bimo memarahinya hanya karena melindungi seorang cewek yang disukainya.