
Sinar matahari menyongsong ke arah timur.Waktu silih berganti,itu artinya waktu pagi pun tiba.
Saat ini Meca telah bangun dari tidurnya dan telah selesai mandi.
Setelah keluar dari kamar mandi,Meca langsung memilih pakaian yang akan dipakainya.
Tidak seperti wanita lainnya,jika memilih baju yang akan dipakai membutuhkan waktu lama. Lain halnya dengan Meca,tanpa pikir lama Ia langsung bisa memilih pakaian yang akan Ia kenakan untuk tiap harinya.
Meca mengambil hoodie warna merah dan celana kotak-kotak warna hitam.
Setelah mengambil pakaian yang dipilihnya,Meca segera berganti pakaian yang sebelumnya hanya memakai kaos panjang dan celana jeans pendek menjadi sangat rapi dengan hoodie dan celananya yang formal.
Setelah semua siap,Meca pun kembali menata lemarinya yang sedikit berantakan karena mengeluarkan celana yang Ia ambil tadi.
Saat merapikan,Meca menemukan sebuah jaket yang ukurannya lumayan besar.
Dan jika dilihat-lihat jaket itu adalah jaket laki-laki.
Meca terheran bagaimana jaket laki-laki itu ada di lemarinya.
Jika itu jaket Kakak laki-lakinya juga tidak mungkin,Kakak laki-lakinya sudah pindah dari rumahnya dan menetap di rumah istrinya kurang lebih selama 2 tahunan ini.
Tidak mungkin pakaian kakak laki-lakinya bisa ketinggalan di lemarinya.
Meca pun masih memikirkan jaket siapa yang bergantung di lemarinya itu.
Setelah lama berpikir,akhirnya Meca menemukan jawaban dari pertanyaannya itu.
"Oh...iya ini kan jaket Kak Bimo. Dia ngasih jaketnya ke gue karena gue kedinginan waktu di pegunungan itu." Gumam Meca.
Sudah beberapa hari jaket itu Meca gantung di lemarinya. Tetapi,baru sekarang Ia lihat jaket milik Bimo itu.
Meca lupa untuk mengembalikannya pada Bimo.
"Gue harus kembalikan sekarang sebelum nanti gue lupa lagi." Gumam Meca.
Setelah memutuskan untuk mengembalikan jaket milik Bimo saat ini juga,Meca langsung mengambil jaket Bimo lalu Ia masukkan dalam tas kertas.
Ia berencana mengembalikan jaket Bimo saat bertemu di kampus nanti.
****
Sekitar satu jam dari rumahnya,akhirnya Meca telah sampai di tempat kampusnya.
Sesampai kampus Meca langsung terpikirkan oleh satu tujuan yaitu segera mengembalikan jaket milik Bimo.
"Gue harap Kak Bimo ada di kampus." Gumam Meca.
Saat Meca melihat-lihat,dengan kebetulan Ia melihat Bimo sedang memarkir mobilnya di halaman parkir.
Melihat Bimo ada di parkiran,Meca segera berlari menghampiri Bimo sebelum Bimo pergi.
"Kak Bimo!!" Teriak Meca dari kejauhan.
Sementara itu,Bimo langsung menoleh ke arah suara yang memanggilnya itu.
'Meca,ngapaian nyamperin gue?' Gumam Bimo dalam batinnya.
"Kak,ini jaket yang pernah Kakak pinjemin ke gue. Tapi,gue lupa mau kembaliin. Mumpung gue inget,gue kembaliin nih jaket Kakak." Ucap Meca begitu sampai di depan Bimo.
"Elo nyamperin gue cuma mau kembaliin jaket? Huh...sepertinya Elo udah lupain soal kemarin." Sahut Bimo dengan perasaan yang kecewa.
Setelah mengatakan ucapan tadi,Bimo langsung pergi begitu saja tanpa menghiraukan Meca yang berada di depannya.
Sedangkan Meca hanya diam dan memikirkan perkataan Bimo tadi.
"Oh..mungkin Kak Bimo masih marah sama gue gara-gara kemarin. Gue lupa lagi.." Gumam Meca setelah mengerti maksud Bimo tadi.
"Kak Bimo tunggu!!" Teriak Meca pada Bimo yang mulai menjauh darinya.
Di samping itu,Angel dan kedua temannya baru keluar dari mobil Angel.
Saat mereka keluar,mereka dikejutkan dengan Meca yang teriak-teriak pada Bimo.
"Ayo kita halang dia!!" Suruh Angel pada Dea dan Lina.
Dea dan Lina pun menuruti perintah Angel. Mereka berdua lalu mengikuti Angel di belakangnya.
Begitu Meca melewatinya,Angel dan kedua temannya langsung menghadang Meca.
"Mau kemana sih? Mau kejar Bimo? Katanya Elo nggak pernah goda Bimo,tapi kok malah ngejar-ngejar dia.." Ucap Angel pada Meca.
Meca sebenarnya malas meladeni Angel,tapi Angel dan kedua temannya menghadang Ia untuk mengejar Bimo.
Meca harus cepat menemui Bimo sebelum Bimo masuk ke dalam kelasnya.
"Gue nggak ada urusan sama Elo." Ucap Meca lalu mencoba menerobos hadangan Angel dan kedua temannya.
Saat Meca ingin menerobos,Angel langsung mendorong Meca dengan sekuat tenaga hingga Meca jatuh tersungkur ke tanah.
Bruk...
Meca terjatuh dengan posisi duduk menyamping.
Meca merasa kesal dengan perilaku Angel padanya. Ia pun langsung bangun lalu berdiri di hadapan Angel dengan tatapan marah.
"Elo tau kan kalau orang sabar itu ada batasnya?" Tanya Meca dengan tatapan tajam.
Karena takut pada Meca,Angel mundur-mundur.
Meca pun terus menatap Angel dengan tatapan tajam.
"Gue bisa aja bales perilaku Elo tadi lebih kejam." Ucap Meca.
"Aaaaa....ampun Meca gue takut jangan sakitin gue." Teriak Angel dengan kerasnya sehingga orang-orang yang lewat menatap Angel dan Meca.
Orang-orang itu akan mengira jika Meca lah yang jahat,padahal kenyataanya Angel lah yang tak henti-hentinya menganggu Meca.
Tidak hanya orang-orang yang sedang lewat disekitar saja,bahkan Bimo pun bisa mendengar teriakan Angel.
Angel merasa puas dengan aktingnya yang mampu mengalabuhi orang-orang yang ada di sekitarnya.
Angel pikir orang-orang akan menyangka jika Meca adalah orang yang jahat.
Sementara itu,Meca bingung dengan maksud Angel berteriak seperti itu.
Meca dapat merasakan orang-orang yang lewat sedang memandangnya dengan tatapan sinis.
Angel mendekati Meca lalu berbisik padanya.
"Elo masih berani ancam gue?" Tanya Angel dengan nada yang licik.
Meca sudah sangat marah pada Angel. Tanpa Ia sadari telapak tangannya mulai mengepal.
Setelah berbisik,Angel mengejek Meca lagi dengan menjulurkan lidahnya.
Karena sudah tidak kuat lagi menahan amarahnya,Meca mengangkat tangan kanannya lalu Ia ayunkan ke arah pipi Angel.
Sebelum telapak tangannya mendarat di pipi Angel,tiba-tiba tangan Meca dicekal oleh seseorang agar tidak menampar pipi Angel.
Meca terkejut saat tangannya ditahan oleh seseorang.Apalagi orang itu adalah orang yang pernah Ia kenal.