
Setelah kegiatan hari ini selesai Meca pun pulang ke rumahnya.
Sampai rumah Meca langsung masuk kamarnya,lalu mengambil handuk untuk mandi.
Setelah mandi dan ganti baju Ia pergi ke kamar untuk beristirahat.
Meca pun merebahkan badannya ke ranjangnya sambil melihat atap-atap rumahnya.
Perlahan mata Meca terpejam menandakan Ia sudah terlelap dalam tidurnya.
Di Rumah Citra
Citra sedang memilih baju yang akan ia pakai saat ia akan bertemu Bimo nanti.
Ia pun akhirnya memilih dress warna biru dengan bagian pundak yang terbuka.
Ia pun lantas langsung memakainya dan langsung duduk didepan kaca untuk berdandan.
Setelah selesai berdandan Ia pun memutuskan untuk menelepon Meca.
Citra mencari handphonenya dan langsung mencari nomor Meca untuk memulai panggilan.
Di Rumah Meca
Meca masih tertidur dengan lelapnya sampai-sampai Ia lupa kalau Ia harus segera pergi ke taman untuk menemui Bimo.
Tiba-tiba handphone Meca pun berbunyi pertanda ada panggilan masuk.
Meca pun perlahan membuka matanya dan meraih handphonenya yang terletak di meja.
Meca pun langsung mengangkatnya tanpa melihat siapa yang meneleponnya.
Ia melakukan itu karena matanya masih berat untuk melihat cahaya setelah tidur.
Meca : Halo siapa ya ?
Citra : Mec,gue ini Citra. Eh gimana Lo udah sama Bimo belum?
Mata Meca pun langsung terbelalak karena Ia baru menyadari kalau Ia lupa untuk menemui Bimo di taman.
Citra : Halo Mec,Lo masih disana kan?
Meca : Ah.. ya Kak ini gue masih dijalan. Nanti kalau Bimo udah di taman gue telpon. Dah dulu ya Kak.
Citra : Eh,iya Mec....
Belum sempat Citra selesai bicara di telepon,Meca sudah mematikan panggilannya.
Tanpa pikir lama Meca pun langsung menghubungi Bimo. Panggilan mereka pun langsung terhubung.
Meca : Halo Kak,sekarang di taman ya gue tunggu.
Bimo : Gue dah di taman dari tadi
Meca : Baguslah kalau begitu
Bimo : Hei! Lo dima....
Meca pun langsung mematikan panggilan Bimo. Memang Meca tidak suka orang cerewet.
Setelah mendengar Bimo sudah di taman,Meca pun memutuskan untuk menelepon Citra lagi.
Ia pun menelepon Citra
Meca : Halo Kak,Kak Bimo udah ada di taman sekarang. Sebaiknya Kakak cepat kesana.
Citra : Ok gue akan kesan sekarang. Lo juga kesana ya!
Meca : Lah buat apa Kak?
Citra : Buat vidioin gue sama Bimo. Pokoknya harus mau.
Meca : Tapi....
Sekarang gantian Meca yang dipotong pembicaraanya oleh Citra.
Meca hanya menghela nafas gusar. Ia hanya pasrah,karena hanya cara ini yang bisa membuat rumor Ia hilang.
Ia pun bersiap pergi dengan mengikat rambutnya keatas lalu tak lupa memakai topi hitamnya untuk menyamarkan wajahnya agar tidak dilihat oleh Bimo saat ia akan memvidio nanti.
Ia pun bergegas pergi ke taman.
Di Taman
Tampak Bimo sedang duduk di kursi taman. Ia sedang menunggu kehadiran Meca.
"Dasar,tu cewek lama banget. Nggak ngerti apa gue disini udah digigitin nyamuk." Gumam Bimo kesal pada Meca sambil memukul kulitnya karena banyak nyamuk yang menggigitnya.
Dari kejauhan terlihat seorang cewek dengan penampilan feminim datang menghampiri Bimo.
"Ah.. jadi dia lama karena ini.." Gumam Bimo dengan wajah yang senang.
Perlahan cewek itu mendekatinya dan Bimo kaget karena cewek itu bukanlah Meca melainkan Citra.
"Hai" Sapa Citra pada Bimo dengan melambaikan tangannya.
Bimo pun hanya diam dan tertegun melihat Citra.
Citra pikir Bimo terpesona melihatnya lantas Ia pun senyum-senyum sendiri.
"Kok bisa Lo?" Tanya Bimo.
"Emangnya gue nggak boleh kesini?" Tanya Citra balik.
"Bukannya nggak boleh,tapi gue ada janji sama Meca disini. Terus Lo ngapain kesini?" Tanya Bimo.
"Sebenarnya gue yang mau ketemu Lo,Meca hanya nolong gue." Jelas Citra yang membuat Bimo naik pitam.
"Apa? Jadi,Lo nyuruh Meca untuk bohongin gue supaya gue bisa ketemu sama Lo. Gue nggak nyangka ya Lo bisa ngelakuin hal kayak gini." Kata Bimo marah.
"Nggak gitu Bim,jadi tu.... Kata Citra terpotong karena Bimo sudah menyelanya.
"Gue kecewa sama Lo Cit,Gue harap Lo bisa minta maaf sama Meca besok." Kata Bimo sambil pergi meninggalkan Citra.
Citra pun tak bisa menahan Bimo karena Bimo sudah marah kepadanya.
Apa yang ia rencanakan selama ini hanya sia-sia.
Citra hanya bisa menangis sendu di taman sendiri.