ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Meca khawatirkan Bimo



Setelah beberapa menit di dalam mobil,akhirnya Bimo dan Meca telah sampai di depan toserba tempat kerja Meca.


Mereka pun mulai keluar dari mobil satu persatu.


Saat Meca turun,bapak pemilik toserba lari dan menghampiri Meca dengan buru-buru.


"Kamu kemana aja? Ini udah terlambat banget." Marah Bapak pemilik toserba yang dijadikan Meca sebagai tempat kerjanya.


"Maaf pak,tadi saat mau perjalanan kesini saya digangguin sama preman jalanan. Jadi maaf kalau saya terlambat." Kata Meca sambil menundukkan kepalanya karena merasa bersalah.


"Ya ampun...tapi kamu nggak apa-apa kan?" Tanya bapak pemilik toserba.


"Saya nggak apa-apa pak. Untung aja saya ditolongi sama Kak Bimo." Kata Meca sambil melirik Bimo.


"Kamu memang beruntung punya pacar yang bisa diandelin kaya laki-laki ini." Kata Bapak pemilik toserba sambil menepuk-nepuk bahu Bimo yang berada di samping Meca.


Meca menanggapinya dengan senyuman sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


Bimo melihat reaksi Meca setelah bapak pemilik toserba itu mengatakan Bimo adalah pacarnya. Ternyata Meca tidak menyela seperti sebelum-sebelumnya. Dilihat dari ekspresi Meca sepertinya Ia sudah mulai menerima Bimo.


Hal itu membuat hati Bimo menjadi lebih senang.


"Ya udah saya pulang dulu,toserbanya ganti kamu yang jagain." Pamit bapak pemilik toserba.


"Ya pak,hati-hati di jalan Pak." Kata Meca.


Bapak pemilik toserba tadi mengangguk-anggukkan kepalanya menanggapi ucapan Meca.


"Kak,makasih udah anterin gue." Kata Meca.


"Iya,lain kali kalau Elo butuh tumpangan ke manapun hubungin gue aja. Gue usahain bisa anter Elo." Kata Bimo.


Meca menanggapi ucapan Bimo dengan mengangguk-anggukkan kepalanya pada Bimo.


"Inget Elo jangan pernah minta tumpangan lagi ke laki-laki sialan itu! Paham kan?" Kata Bimo mengingatkan.


"Ah...dasar,Kak Elo tuh uda kayak bapak gue aja. Ya udah gue mau masuk ke dalam toserba dulu." Kata Meca.


"Ya udah gue pulang dulu. Pasti banyak kerjaan yang Elo harus lakuin." Kata Bimo.


Bimo lalu berjalan pergi masuk ke dalam mobilnya,tetapi belum sempat sampai ke depan mobilnya,Meca memanggilnya.


Bimo pun langsung menoleh ke Meca.


Meca pun berjalan ke arah Bimo berdiri.


"Ada apa?" Tanya Bimo.


"Luka bekas pukul di wajah itu cepet kompres dengan air es kalau sudah sampai rumah. Cara Itu bisa mengurangi rasa nyeri." Saran Meca.


"Apa Elo khawatir sama gue?" Tanya Bimo sambil menunjukkan senyumannya yang manis.


"Ya iyalah,Kakak terluka karena nyelamatin gue. Masa iya gue nggak khawatir sama sekali." Kata Meca.


"Elo khawatir sama gue hanya karena gue nyelamatin Elo. Jika gue terluka bukan karena Elo. Apa Elo akan khawatir sama gue juga?" Tanya Bimo.


Meca terdiam sesaat setelah mendengar pertanyaan Bimo. Tak lama kemudian,Ia memberanikan diri untuk menjawabnya.


"Mung...kin..i..ya." Gugup Meca.


Bimo mendengar perkataan Meca pun langsung bahagia dengan senyum yang merekah di wajahnya.


"Ya udah,Kakak nanti pulang hati-hati. Gue masuk ke toserba dulu." Pamit Meca dengan terburu-buru karena gugup.


Meca pun berjalan dengan cepat menuju toserbanya.


Saat Ia sampai di depan pintu toserba dan hendak membukanya, Bimo memanggilnya.


"Mec! Tunggu." Teriak Bimo.


'Kenapa manggil gue segala sih. Pasti mau ngejek gue karena perkataan gue tadi.' Batin Meca.


Meca pun lalu menoleh ke arah Bimo


Bimo berjalan menghampiri Meca.


Tiba-tiba Bimo langsung memeluk Meca dengan erat.


Meca langsung membelakkan matanya karena terkejut dengan perilaku Bimo yang secara tiba-tiba memeluknya.