
Jam beker berbunyi pukul 06.00 sangat lantang menandakan pagi tiba dan itu artinya Meca harus bangun untuk menjalankan kewajibannya yaitu pergi ke kampus.
Ia segera bangun dan pergi mandi.
Setelah mandi ia mengambil pakaian kesangannya yaitu hoodie warna biru dengan sablon yang tulisannya"i'm cool girl" dan jeans warna hitam.
Setelah itu ia segera berdandan sedikit lalu membentuk rambutnya dengan gaya octopus bun/gaya konde ala korea.
Lalu mengambil tas dan memakai sepatu sneakres.
Saat ia keluar dari kamarnya ia langsung disambut makanan yang siap untuk dimakan.
Ia langsung ke meja makan dan memakan sarapannya tersebut. Ia makan sendiri karena ibunya hari ini membantu tetangganya yang punya hajatan.
Setelah selesai makan ia langsung bergegas pergi menuju halte untuk menunggu bis yang akan ditumpanginya.
Tak selang beberapa menit pun Meca sampai di depan kampusnya. Ia langsung turun dan bergegas menuju ruang kelasnya.
Tetapi saat ia melewati lapangan,tiba-tiba ia mendengar seorang cewek yang sedang bertengkar. Awalnya Meca tak mau ikut campur tetapi ia mendengar kata "lo itu cewek nggak berguna".
Seketika Meca seperti mengingat masa lalunya dulu saat ia pernah mengalami hal yang sama seperti kata yang dilontarkan oleh cewek-cewek tadi.
Lalu ia langsung berjalan menuju sumber suara tersebut. Seketika ia terkejut saat ia melihat tiga orang cewek yang merundung seorang cewek. Cewek yang dirundung itu hanya menunduk dan tak mau menghadap wajah cewek yang sedang bicara terhadapnya.Lalu cewek yang merundungnya itu menarik rambut cewek yang dirundungnya untuk melihat wajahnya menangis. Lalu mereka bertiga tertawa bersama-sama.
Meca tak bisa diam saja. Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk membela orang yang sering ditindas. Ia langsung menghampiri ketiga cewek tersebut.
"Hei apa yang sedang kalian lakukan?"Tanya Meca pada ketiga cewek tadi.
Cewek yang menarik rambut cewek yang dirundungnya tadi lantas melepasnya dan langsung menghampiri Meca.
"Siapa lo, seorang polisi?" Tanya salah satu cewek tadi pada Meca sambil tertawa sinis.
"Gue bukan polisi,tapi gue disini menjalankan amanah polisi untuk menegakkan keadilan." Kata Meca dengan bijaksana.
Lalu cewek itu bertepuk tangan diikuti juga dengan kedua temannya.
"Lo bukan mau menegakkan keadilan tapi lo disini mau mencari musuh,lo pergi deh dari sini sebelum lo gue jadiin musuh yang berikutnya." Tawar cewek itu dengan nada kesal.
Saat cewek itu berbalik badan untuk pergi,Meca dengan beraninya menarik rambut cewek itu. Cewek itupun meronta kesakitan.Kedua temannya menghampiri Meca dan melepaskan tangan dari rambut cewek itu,tetapi tidak bisa karena Meca terlalu kuat.
"Sekarang lo rasain kan gimana sakitnya ditarik gini rambut lo terus lo ngapain nyakitin cewek itu?" Tanya Meca pada cewek itu dengan nada marah.
Setelah cewek itu kesakitan,Meca menghentikan menarik rambut cewek itu.
Saat sudah terlepas dari tangan Meca,cewek itu menampar Meca tetapi Meca menepisnya dengan memegang tangan cewek itu lalu menekuk tangan cewek itu di atas punggungnya.
"Eh,kalian berdua bantuin dong masak diem aja kayak gitu." Kata cewek itu pada kedua temannya.
"Nggak usah kalian bantuin ini nggak sakit kok gue lakuin ini hanya untuk menghindari tamparannya aja." Jelas Meca pada kedua teman cewek itu.
Entah kenapa kedua temannya cewek itu menurut pada Meca dan tidak membantu cewek itu.
"Gue ingetin ya, gue bukan sok jago disini tapi gue nggak tega lihat orang yang ditindas seperti itu.Gue bakal lakuin apa aja buat nglindungin orang itu. Jadi maaf kalau gue kasar sama lo." Jelas Meca pada cewek itu .
Lalu Meca melepaskan cewek itu dan langsung menghampiri cewek yang ditindas tadi untuk pergi meninggalkan ketiga cewek tadi.
Cewek yang dinasehati oleh Meca tadi lantas menggerutu kesal. ia berjanji pada dirinya sendiri akan menjadikan Meca sebagai musuh dan membalas semua perbuatan Meca terhadapnya.
"Kalian berdua punya tugas untuk mencari tentang cewek tadi karena dia adalah musuh baru gue." Kata cewek itu pada kedua temannya dengan senyum yang sinis.