ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Bab 63



Setelah melihat kedua laki-laki itu pergi,Bimo langsung menghampiri Meca.


"Elo nggak apa-apa?" Tanya Bimo dan Meca dengan serempak antara satu sama lain.


Mereka berdua terkejut karena menanyakan hal yang sama pada satu sama lain.


"Harusnya gue yang tanya gitu sama Kakak,Kakak babak belur karena gue." Timpal Meca.


"Gue nggak apa-apa. Elo nggak diapa-apain kan sama laki-laki tadi?" Tanya Bimo balik pada Meca.


"Nggak diapa-apain kok." Jawab Meca.


"Kok Elo jalan kaki. Bukannya tadi Elo diantar sama laki-laki sialan itu?" Tanya Bimo dengan nada bicara agak meninggi.


"Siapa yang Kakak maksud dengan laki-laki sialan?" Tanya Meca dengan ekspresi bingung.


"Ren..gga." Jawab Bimo.


Bimo memang sangat tidak suka menyebut nama musuhnya itu.


"Oh....Gue minta turun tadi di jalan ini." Kata Meca.


"Haahhh? Kenapa Elo minta turun? Atau Elo mau diapa-apain sama laki-laki sialan itu?" Tanya Bimo.


"Gue nggak mau diapa-apain kok sama Rengga,gue nya aja yang minta turun karena...." Kata Meca yang tidak diteruskan karena masalahnya menyangkut Bimo.


"Karena apa?" Tanya Bimo.


"Rengga ada urusan mendadak,gue-nya nggak enak sama dia,terus gue minta turun disini." Bohong Meca pada Bimo.


"Tapi seharusnya laki-laki sialan itu nggak nurunin di tempat sepi kayak gini.


Gue besok mau buat perhitungan sama dia." Kata Bimo.


"Jangan Kak! Ini bukan salahnya Rengga,ini itu salahnya kedua laki-laki itu tadi. Jadi jangan bikin masalah sama Rengga lagi." Kata Meca mengingatkan.


Bimo hanya menjawabnya dengan anggukan kepalanya.


"Kak makasih udah nolong tadi. Gue duluan ya..." Pamit Meca lalu melangkahkan kakinya untuk pergi dari hadapan Bimo.


"Elo nggak mau gue anterin?" Tanya Bimo.


Meca pun menghentikan langkahnya setelah mendengar pertanyaan Bimo dan menghadap ke arah Bimo.


"Emang boleh?" Tanya Meca dengan polosnya.


"Kak Elo tuh,orangnya terus terang banget." Kata Meca.


Bimo menanggapi Meca dengan menaikkan kedua alisnya dengan percaya dirinya.


"Ayo naik mobil gue!" Ajak Bimo sambil menggandeng tangan Meca dan mengaitkan jari-jarinya dengan jari-jari tangan Meca.


Entah kenapa Meca tidak memberontak ketika tangannya digenggam oleh Bimo. Malah Ia membalas genggaman tangan Bimo dengan mengaitkan jari-jari tangannya ke sela jari tangan Bimo.


Meca merasa genggaman tangan Bimo tidak terlalu kuat dari sebelumnya saat di kampus tadi.


Memang Bimo menggenggam tangan Meca dengan pelan supaya tidak melukai tangan Meca lagi dan pastinya Meca juga akan merasa nyaman saat Ia genggam tangannya.


Bimo menggandeng tangan Meca dan membawa Meca untuk masuk ke dalam mobilnya yang terparkir di tepi jalan yang keberadaannya tidak jauh dari mereka.


Setelah sampai di depan mobil Bimo,Bimo membukakan pintu mobil untuk Meca.


"Kak,membukakan pintu mobil untuk cewek itu adalah cara untuk mencari perhatian dari cewek ya?" Tanya Meca dengan tiba-tiba saat Bimo menarik gagang pintu mobil.


"Kenapa tiba-tiba tanya itu?" Tanya Bimo.


"Rengga juga selalu bukakin pintu mobil untuk gue. Gue ngerasa dia mau cari perhatian dari gue,dia ngerasa gue bakal seneng diperlakuin kayak gitu,terus gue bakal suka sama dia.Padahal gue sama sekali nggak suka." Jawab Meca.


Prok....prok...prok.....


Suara tepukan tangan keluar dari tangan Bimo.


Meca heran mengapa Bimo tiba-tiba bertepuk tangan dan raut mukanya yang senang.


"Kenapa Kakak tepuk tangan?" Tanya Meca dengan heran.


"Gue bangga dengan sifat cuek Elo ke laki-laki sialan itu. Gue harap Elo bisa cuek gini ke laki-laki lain juga." Jawab Bimo.


"Kakak emang orang nggak jelas banget." Kata Meca lalu masuk kedalam mobil dan menutup pintu mobil. Ia meninggalkan Bimo yang masih di luar mobil.


"Hei! Mec,gue nyuruh Elo cuek ke laki-laki lain. Kenapa Elo juga cuek ke gue?" Tanya Bimo sambil memasukkan kepalanya ke jendela mobil yang didalamnya ada Meca.


Meca kesal lalu menutup kaca jendela dengan menekan tombol yang ada disebelahnya.


Bimo lalu langsung memundurkan kepalanya dan menggeram kesal karena perilaku Meca.


"Mec! Apa yang Elo lakuin?" Teriak Bimo yang tak digubris oleh Meca.


Ia lalu memutuskan untuk masuk kedalam mobilnya.