ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Cemburu Buta



Melihat reaksi Rengga yang sepertinya jujur,Bimo pun lega dan untungnya Ia percaya dengan alibi yang dibuat oleh Meca dan Rengga.


Tut....tut...tut....


Tiba-tiba suara handphone Rengga memecah keheningan antara mereka bertiga. Bunyi handphonenya,membuat Ia langsung terkejut,begitu juga dengan Meca dan Bimo yang langsung menoleh ke arah Rengga.


Rengga pun langsung mengambil handphonennya yang berada di saku celananya.


Ia pun melihat layar handphonenya dan ternyata sebuah panggilan telepon dari Ibunya.


Ia pun langsung menekan tombol hijau untuk menerima panggilan dari Ibu nya


Rengga : Halo Bu,ada apa?


Ibu : Rengga,kamu kalau udah selesai kuliah langsung pulang ke rumah ya.


Rengga : Aku udah selesai kuliah ini Bu,aku akan pulang sekarang.


Ibu : Oh ....bagus kalau gitu. Hati-hati pulangnya...


Rengga : Iya bu...


Setelah Ibunya mengakhiri panggilannya,Rengga langsung mematikan handphonenya dan memasukkan ke saku celananya kembali.


"Mec,gue kalau ada waktu mau ngobrol sama Elo lagi." Kata Rengga.


"Enggak boleh." Sela Bimo.


"Gue nggak ngomong sama Elo." Timpal Rengga.


Rengga hanya menatap Bimo dengan tatapan sinis. Begitu juga dengan Bimo. Sedangkan Meca hanya terdiam sambil menoleh secara bergantian pada Bimo dan Rengga.


"Mec,gue pulang dulu." Pamit Rengga.


"Iya." Jawab Meca lalu keluar dari tempat kasir untuk mengantar Rengga keluar.


"Sana pulang,disini ganggu aja." Kata Bimo pada Rengga.


Rengga pun berjalan keluar dari toserba tanpa berpamitan dengan Bimo.


Melihat Meca mengikuti Rengga keluar,Bimo langsung menahan Meca.


"Mau kemana?" Tanya Bimo kepada Meca.


"Kenapa Elo harus nganter dia?" Tanya Bimo.


"Gue juga nglakuin hal yang sama kalau Elo pulang nanti." Jawab Meca.


"Gimana kalau gue nggak bolehin?" Tanya Bimo.


"Terserah." Kata Meca dengan kesalnya lalu berjalan pergi untuk mengantar Rengga ke depan tanpa memerdulikan Bimo.


Karena kesal Meca tidak menuruti larangannya,Bimo pun langsung menarik tangan Meca lalu menempatkan tubuh Meca ke arah tempat kasir lalu mengunci tubuh Meca dengan kedua tangannya yang menahan tubuh Meca agar tidak bergerak sehingga tidak bisa lari darinya.Dan itu artinya Meca tidak bisa mengantarkan Rengga sampai ke depan.


Meca terbelalak matanya karena terkejut oleh ulah Bimo padanya.


"Kak,apa yang elo lakuin?" Tanya Meca dengan masih terkejutnya.


"Apa Elo tahu kalau Elo perhatian sama laki-laki itu gue kesal dan cemburu?" Tanya Bimo dengan tatapan matanya yang tajam.


Meca hanya terdiam dan menatap Bimo dengan tatapan bingung. Meca tiba-tiba melihat Rengga yang sudah masuk mobilnya,dan Ia belum mengucapkan hati-hati padanya. Meca merasa tidak enak,karena Rengga bolos kuliahnya hanya untuk datang menemuinya,dan malah Ia tidak menghargainya.


"Rengga,hati-hat... Kata Meca terpotong.


Cup...


Sebuah kecupan melintas di bibir Meca saat Ia belum selesai mengucapkan hati-hati pada Rengga.


Bimo langsung menciumnya secara tiba-tiba


Dan itu cukup membuat Meca terkejut karena ulah Bimo untuk kedua kalinya sampai membelakkan kedua matanya.


Di sisi lain,mendengar namanya di panggil oleh Meca,Rengga langsung menoleh ke arah Meca.


Awalnya,Rengga sangat senang saat Meca cukup perhatian dengannya,tetapi rasa senang di hati itu seketika pudar,karena melihat Bimo dan Meca yang sedang berciuman.


"Manggil gue,cuma mau nunjukkin hal kayak gitu." Gumam Rengga lalu menoleh kembali ke depan.


Rengga langsung masuk ke mobilnya dengan perasaan kesal sekaligus kecewa dengan sikap Meca padanya.


Tidak tahu mengapa Ia merasa kesal saat Meca bermesraan dengan laki-laki lain. Hatinya seperti hancur.


Rengga pun menghidupkan mesin mobilnya lalu pergi dari toserba.


Tolong Like dan Vote 🤗🤗