ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Bab 109



Waktu silih berganti,malam hari pun tiba.


Sekitar jam 20.00 WIB,Meca pulang dari tempat kerjanya yaitu toserba.


Seperti biasa Meca pulang naik bus,setelah itu lanjut berjalan sekitar 5 menitan untuk sampai ke rumahnya.


Begitu sampai rumah,Meca langsung masuk dan melepas kedua sepatunya.


"Ibu...aku pulang.." Ucap Meca begitu masuk ke dalam rumahnya.


"Iya..Sini Mec,makan dulu.." Sahut Ibunya Meca yang berada di tempat yang biasanya dipakai untuk menyantap makanan.


Ibu Meca sedang duduk di kursi sambil memakan nasi beserta lauk pauk.


Tak lupa Ia juga menyiapkan makanan untuk anak kesayangannya yaitu Meca.


Meca yang sebelumnya didepan pintu,kini Ia mengahampiri Ibunya yang sedang berada di ruang makan.


"Aku lagi nggak laper bu..Aku mau langsung ke kamar aja." Ucap Meca.


"Kenapa nggak mau makan? Kamu sakit?" Tanya Ibunya Meca yang mulai mengkhawatirkan anaknya.


"Nggak kok bu..cuma nggak lagi laper aja. Besok juga aku mau makan lagi." Jawab Meca.


Ibunya Meca hanya bisa menganggukkan kepalanya,Ia tidak bisa melawan anaknya yang cukup keras kepala itu.


Setelah mendapat persetujuan Ibunya,Meca pun langsung melangkahkan kakinya untuk pergi ke kamar.


Tetapi baru dua langkah Ia berjalan,Ibunya sudah memanggilnya lagi.


"Eh,Mec..tunggu.." Ucap Ibunya Meca.


Meca pun menghentikan langkahnya lalu menoleh pada Ibunya dengan malas.


"Apa lagi bu?" Tanya Meca.


"Rengga udah dibolehin pulang dari rumah sakit,Ibunya Rengga minta tolong sama kamu untuk jagain kondisi dia di kampus nanti." Ucap Ibunya Meca.


"Apa maksud Ibu aku harus disampingnya terus gitu?" Tanya Meca.


"Ya..kayak gitu lah.."Jawab Ibunya Meca.


Sebenarnya Meca tidak keberatan jika harus menjaga Rengga,tetapi yang Meca khawatirkan adalah perasaan Bimo saat melihat Ia dan Rengga selalu bersama.


Secara Meca tahu jika Bimo sedang patah hati karenanya. Meca tak mau jika Bimo nanti berpikir jika ia tak bisa membalas perasaannya karena Rengga.


Apalagi karenanya Bimo dan Rengga sering bertengkar.


Meca bingung apa yang harus Ia lakukan saat ini.


"Emang kamu nggak mau jagain Rengga?" Tanya Ibunya Meca yang dari tadi melihat Meca diam dan seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Mau kok bu..Ya udah ya bu..aku mau mau ke kamar dulu." Ucap Meca lalu melangkahkan kakinya menuju kamar.


Ibunya Meca dapat merasakan jika Meca sedang dilanda perasaan yang khawatir.


******


Matahari menyinari bumi,pergantian waktu pun mulai berlangsung.


Pagi yang cerah diselumuti kehangatan yang dipancarkan oleh sinar matahari pagi yang belum terlalu menyengat.


Pagi ini Meca langsung bergegas pergi ke kampusnya setelah menjalankan rutinitas paginya seperti mandi,sarapan dan rutinitas yang dilakukan pagi lainnya.


Sekitar 20 menitan berangkat dari rumahnya,Meca pun telah sampai di depan kampus.


Begitu sampai,Ia langsung menuju kelasnya untuk mendapatkan ilmu dari para pengajarnya.


Saat Ia berjalan dengan santainya,tiba-tiba Ia menghentikan langkah kakinya setelah namanya dipanggil beberapa kali.


Setelah mendengar namanya dipanggil,Meca pun langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut.


Setelah tahu orang yang memanggilnya,Meca pun melempar senyum pada orang tersebut.


Orang itu pun tidak sendiri,Ia ditemani seorang laki-laki seumuran dengan Meca.


Ya..mereka adalah Ibunya Rengga dan Rengga.


Mereka pun menghampiri Meca dengan senyum di wajahnya.


"Selamat pagi tante..." Ucap Meca dengan ramahnya.


"Selamat pagi...Mec,kamu pasti tahu kenapa tante nyamperin kamu sepagi ini." Ucap Ibunya Rengga sambil melempar senyuman pada Meca.


"Maksud tante?" Tanya Meca.


"Ibu kamu nggak bilang kalau tante mau minta tolong sama kamu untuk jagaian Rengga?" Tanya Ibunya Rengga.


Meca pun berpikir sejenak untuk mengingat obrolan Ibunya dengan dirinya semalam. Dan benar saja Ibunya memang menyuruhnya untuk menolong Ibunya Rengga.


"Oh...iya.Ibu bilang sama aku kok tante..tapi akunya aja yang lupa he...he.." Jawab Meca sambil tertawa pelan.


"Meca,tante minta tolong ya sama kamu untuk jagain Rengga. Kalau ada apa-apa dengan Rengga segera hubungi tante ya..


Sebenarnya tante khawatir banget jika membiarkan Rengga pergi ke kampus,tapi ni anak ngeyel aja. Terpaksa tante turutin kemauannya." Ucap Ibunya Rengga


"Ibu...aku udah sehat. Jangan kayak anak kecil gini lah..nyuruh Meca jagain segala." Kata Rengga dengan kesalnya.


Ibunya Rengga tidak menghiraukan ocehan anaknya itu. Ia berusaha memohon pada Meca untuk menolongnya.


Meca pun tidak bisa menolak,Ia pun akhirnya setuju dengan permintaan Ibunya Rengga untuk menjaga Rengga.


Meca juga tahu perasaan seorang Ibu yang merasa khawatir jika anaknya sakit dan tidak mau kehilangan anaknya yang telah dirawat dan diberi kasih sayang dari kecil hingga dewasa.