
Bimo terus menggandeng Meca walaupun sudah tak ada lagi di tempat mading itu. Meca pun bingung dengan Bimo.
"Mau kemana?" Tanya Meca pada Bimo sambil menghentikan langkahnya.
"Ke rooftop." Jawab Bimo singkat.
"Nggak mau. Gue mau ke kelas." Kata Meca sambil melepaskan genggaman tangan Bimo darinya.
Bimo pun menarik tangan Meca lagi dan terus menariknya menuju rooftop. Meca berusaha melepaskan genggaman tangan Bimo tetapi tidak bisa karena terlalu kuat.
Mereka pun menaiki tangga menuju rooftop.
"Kak,lepasin!!" Bentak Meca pada Bimo
"Lo kan ada janji sama gue kemarin kalau lo harus nemuin gue di rooftop." Jelas Bimo pada Meca sambil terus menarik tangan Meca untuk mengikutinya ke rooftop.
Meca pun bingung dengan apa yang dikatakan Bimo padanya. Ia merasa tak pernah berjanji pada Bimo. Dia coba mengingat,tetapi ia tetap tak bisa mengingatnya. Karena seingat Meca ia kemarin marah dengan Bimo sampai-sampai tak mau membalas telepon ataupun chat dari Bimo.
Akhirnya mereka pun sampai di rooftop.
"Kak,gue kan nggak punya janji apa-apa.Apalagi kemarin aja gue marah sama kakak." Jelas Meca pada Bimo.
"Lo lupa ya gue kan kemarin ngirimin chat buat lo kalau gue mau jelasin sesuatu. Terus lo baca chat gue,ya gue anggep lo dah janji sama gue kalau lo mau nemuin gue di rooftop." Kata Bimo dengan nada bicara yang cepat.
Meca pun hanya geleng-geleng kepala melihat perilaku Bimo.
"Kak, bukan berarti gue baca chat kakak itu,gue mau nemuin kakak di rooftop." Jelas Meca .
"Ya udah lah,nggak usah repot-repot. Lagian kan lo udah ada disini dan lo harus dengerin penjelasan gue!" Kata Bimo dengan santainya.
"Penjelasan apa sih kak? Kakak itu nyuruh-nyuruh itu lah,ini lah. Gue tegasin ya kak. Gue bukan hewan peliharaan lo." Kata Meca dengan menegaskan ucapannya.
Meca pun pergi dari hadapan Bimo.
Saat ia akan pergi tiba-tiba Bimo menarik tangan Meca lalu menempelkan badan Meca ke dinding rooftop. Tangan Bimo yang menghantam ke dinding membuat Meca bergidik ngeri.
"Lo bisa nggak sih Mec,jangan bikin gue marah. Cukup dengerin perkataan gue!" Tegas Bimo sambil melihat Meca dengan wajah yang serius.
"Gue nggak pernah jadiin lo hewan peliharaan gue. Gue suka nyuruh-nyuruh lo karena gue perhatian sama lo." Kata Bimo.
"Kenapa mau perhatian sama gue?" Tanya Meca dengan polosnya.
"Ya karena gue....." kata Bimo terpotong karena ia hampir keceplosan bilang kalau ia suka sama Meca.
Bimo pun langsung menjauh dari Meca dan berbalik badan supaya tidak terlihat gugup di hadapan Meca.
Meca pun melihatnya bingung dan langsung bertanya pada Bimo.
"Gue apa?" Tanya Meca pada Bimo.
Bimo pun langsung balik badan menghadap Meca.
"Gu..e anggap lo sebagai adik gue. Kan lo ikut ekstra taekwondo dan gue senior lo otomatis gue juga bertanggung jawab atas keselamatan lo." Kata Bimo dengan gugup.
"Oo... terima kasih Kak." Kata Meca pada Bimo dengan santainya.
"Ni cewek emang nyebelin banget dah,masa iya jawabnya singkat kaya gitu nggak pakek tanya-tanya apa lagi gitu." Batin Bimo.
"Ya,jadi lo nggak boleh nyebut lagi kalau lo hewan peliharaan gue." Suruh Bimo pada Meca.
Meca pun mengangguk lalu langsung pergi meninggalkan Bimo tanpa berkata satu patah kata pun.
"Mau kemana lo?" Tanya Bimo.
"Ke kelas lah kak." Kata Meca
"Owh yaudah." Kata Bimo dengan santainya.
Meca pun geleng-geleng kepala melihat kelakuan Bimo yang nggak jelas.
Ia pun pergi dari rooftop itu dan kembali ke kelasnya.
"Dasar cewek dingin,bisa-bisanya gue suka sama cewek kayak gitu." Kata Bimo pada dirinya sendiri sambil mengacak-acak rambutnya.