ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Membujuk Bimo



Meca tak tau jika Citra akan meminta tolong kepadanya untuk membujuk Bimo agar Bimo bisa datang ke taman depan kampus itu. Padahal Meca sudah tidak mau berhubungan lagi dengan Bimo,tetapi ia malah harus bicara dengan Bimo dan lebih parah lagi mengajak Bimo ke taman nanti malam.


"Kak,apa nggak ada cara lain? Gue nggak mau nanti ada orang lihat gue sama Kak Bimo lagi bicara,terus nanti ada yang fotoin lagi." Kata Meca khawatir.


"Ya Lo cari tempat yang sepi saat mau bicara sama Bimo,kan nanti nggak ada yang tahu." Suruh Citra pada Meca.


"Tapi...." belum sempat Meca selesai bicara, Citra sudah memohon padanya dengan wajah yang menyedihkan dan sambil merapatkan kedua telapak tangannya yang artinya memohon pada Meca untuk bisa membantunya.


Meca pun hanya membuang nafasnya dengan gusar lalu menganggukkan kepalanya sebagai bukti kalau ia mau membantu Citra.


"La gitu dong,ya udah gue latihan dan siap-siap dandan untuk malam nanti.Bye..." Kata Citra senang.


Citra pun pergi dari hadapan Meca sambil melambaikan tangannya. Meca pun hanya tersenyum menanggapi Citra.


Saat Citra sedang bahagia-bahagianya lain halnya dengan Meca,ia bingung bagaimana untuk meminta Bimo agar pergi ke taman nanti malam.


Meca tak memikirkan itu dulu karena ia hampir telat masuk kelasnya. Ia pun langsung lari menuju kelasnya.


Tak terasa waktu kelas Meca sudah selesai. Ia pun keluar dari kelasnya dengan wajah yang bingung karena ia belum memikirkan cara untuk meminta Bimo agar pergi ke taman nanti malam.


Ia berjalan tidak mengahadap ke depan melainkan menghadap lantai sambil memikirkan cara.


Dari kejauhan terlihat Bimo sedang bercengkrama dengan teman-temannya. Bimo pun menoleh pada seorang cewek yang memakai topi hitam dengan berjalan sambil menundukkan kepalanya. Tanpa sadar senyum merekah di bibirnya saat melihat cewek itu adalah Meca. Tanpa pikir panjang ia pun langsung menghampiri Meca.


"Apa uang Lo jatuh?" Kata Bimo pada Meca.


Meca pun menoleh pada seorang cowok yang berbicar padanya. Ia pun langsung terkejut saat ia melihat cowok itu Bimo.


Meca pun langsung menarik tangan Bimo untuk meninggalkan tempat yang cukup ramai itu. Ia takut nantinya ada yang mengetahui kalau selama ini Ia dan Bimo masih berhubungan.


"Eh,mau kemana?" Tanya Bimo bingung.


Meca tak menggubris pertanyaan Bimo,ia terus menariknya untuk berada di tempat yang lumayan sepi.


Di UKS


Meca pun membawa Bimo ke UKS karena biasanya UKS sepi disaat jam kuliah akan habis.


"Lo sakit ya?" Tanya Bimo lagi pada Meca.


Tetapi tetap Meca tidak mau menjawabnya.


Meca pun melihat-lihat kesana kemari untuk memastikan tidak ada orang yang melihatnya dengan Bimo.


"Hei! Lo kenapa bawa gue kesini?" Tanya Bimo pada Meca dengan suara yang cukup lantang.


Meca pun langsung mengacungkan jari telunjuknya dibibirnya pertanda untuk tidak berisik.


"Oh...gue tau Lo mau....." Kata Bimo sambil menatap Meca dengan tatapan menggoda.


"Jangan mengira yang nggak-nggak." Bentak Meca pada Bimo.


"Hei ! Siapa yang nggak akan berpikir begitu. Lo narik gue ke tempat sepi terus nggak boleh berisik." Kesal Bimo pada Meca.


"Bener juga sih ya,ah.... sialan gue emang bodoh banget." Batin Meca dengan menyalahkan dirinya sendiri.


"Tunggu,apa bener yang gue bilang?" Tanya Bimo penasaran.


"Kak,itu 100 persen salah. Gue bawa Kakak kesini karena gue nggak mau nanti ada yang lihat gue sama Kakak lagi ngobrol." Jawab Meca.


"Kenapa?" Tanya Bimo lagi.


"Kakak udah lupa ya? Rumor tentang gue sama Kakak,gara-gara itu sekarang gue itu banyak dibicarain sama anak-anak kampus ini. Makanya gue cari tempat sepi untuk bicara sama Kakak terus...." belum sempat selesai Meca menjelaskan Bimo sudah menghentikannya.


"Ya udah iya-iya. Sekarang apa tujuan lo bawa gue kesini?" Tanya Bimo.


"Nanti malam temuin gue di taman depan kampus." Suruh Meca dengan santainya.


"Mau apa? Lo mau nyuruh gue gendong Lo lagi? Lo tu sebanarnya suka sama gue tapi Lo.. " Perkataan Bimo terpotong karena Meca tak mau mendengar kepedean seorang Bimo.


"Gue mau belajar teknik dasar taekwondo ke Kakak,karena waktu itu kan gue sakit." Jelas Meca dengan wajah yang datar.


"Gue nggak mau." Kata Bimo dengan santainya.


"Kalau nggak mau ya udah gue pergi dulu." Kata Meca sambil melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan Bimo.


Tetapi Bimo menghentikannya.


"Tunggu,Lo tu nggak jelas banget sih. Lo tu dah narik-narik gue terus..." Perkataan Bimo terpotong lagi karena Meca tak mau mendengar celotehan Bimo.


"Kak,mau nggak jadinya?" Tanya Meca.


"Mau,nanti telepon gue kalau Lo udah nyampe taman." Kesal Bimo sambil pergi meninggalkan Meca.


Meca pun hanya melihat Bimo dengan tatapan yang tak berdosa. Setelah Bimo lumayan jauh dari hadapannya,ia pun tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan Bimo yang kesal padanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Menurut Meca Bimo sangat lucu saat ia sedang kesal.