ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Tamu Meca



Setelah beberapa menit di dalam mobil,akhirnya Meca dan Bimo sampai di tempat tujuannya yaitu rumah Meca.


Setelah sampai,Meca dan Bimo langsung turun dari mobil.


"Kak,maksih udah nganterin. Gue masuk dulu." Kata Meca.


Saat Meca hendak melangkahkan kakinya untuk pergi,Bimo menarik tangan Meca untuk melarang Meca pergi dahulu.


"Mec,jangan nangis lagi ya." Kata Bimo


"Iya." Ucap Meca sambil menunjukkan senyumannya.


"Ya udah gue masuk ya,Kakak hati-hati pulangnya." Kata Meca.


Bimo pun mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar ucapan Meca


Setelah itu,Meca segera pergi masuk ke dalam rumahnya.


"Sepertinya Meca orang yang perhatian." Kata Bimo sambil senyum-senyum sendiri.


Lalu Bimo pun memutuskan untuk masuk kedalam mobilnya lalu pulang. Ia pun masih senyum-senyum sendiri karena ucapan Meca yang perhatian tadi.


Kembali ke Meca


Meca pun masuk kedalam rumahnya.


Saat Ia masuk,sudah ada orang-orang yang sedang bercakap-cakap.


Meca pikir sepertinya itu tamu yang dimaksud ibunya tadi di telepon.


Meca pun langsung disambut oleh Ibunya yang menghampiri Ia yang sedang berdiri di depan pintu masuk.


"Mec,kamu udah pulang ya. Ayo Mec,kesana ada yang mau kenalan sama kamu." Kata Ibu Meca.


Meca pun melihat seorang ibu dengan anak laki-lakinya yang sedang melihatnya. Ibu dan anak laki-lakinya itu sedang duduk di kursi sofa yang berada di ruang tamu.


Anak laki-lakinya itu seumuran dengan Meca,sedangkan Ibunya juga seumuran dengan Ibu Meca.


"Bu,kok Meca nggak tau kalau kita punya saudara Ibu dan anak laki-lakinya itu?" Tanya Meca bingung.


"Itu teman Ibu. Kamu harus bersifat sopan ya!" Ingat Ibu Meca.


Meca menatap Ibunya dengan tatapan bingung.


Meca dan Ibunya pun sampai di ruang tamu lalu duduk di kursi sofa tersebut.


"Ini anak perempuan saya. Ayok nak perkenalkan diri kamu." Kata Ibu Meca dengan ramah.


"Kenalin nama gue Rengga Adi Putra. Biasa dipanggil Rengga. Salam kenal." Kata laki-laki yang menjadi tamu Meca saat ini.


"Apa gue minta Elo kenalan tadi?" Tanya Meca


"Meca,nggak boleh kayak gitu. Dia itu kesini kan mau kenalan sama kamu. Wajar kalau Nak Rengga ini ngenalin dirinya sama kamu." Marah Ibu Meca.


"Ibu,Meca mau bicara empat mata sama Ibu. Ayo ke kamar aku dulu." Ajak Meca pada Ibunya sambil menggandeng tangan Ibunya agar mengikutinya ke kamar.


"Eh mau ngapain? Kamu nggak sopan banget. Disini ada tamu. Kamu mau tinggalin gitu aja?" Kata Ibu Meca sambil menahan tangan Meca yang hendak menggandengnya.


"Justru itu bu,aku nggak enak kalau mau ngomong di depan tamu,karena ini hal pribadi." Jawab Meca.


"Ya udah,kalau mau ngomong sebentar silahkan. Jangan sungkan-sungkan." Kata Ibu Rengga.


"Ya udah,sebentar aja tapi...kasian nanti tamunya nunggu." Kata Ibu Meca


Meca hanya menganggukkan kepalanya,lalu pergi dari ruang tamu untuk menuju kamarnya. Diikuti juga Ibunya dibelakangnya.


Di Kamar


Meca dan Ibunya telah sampai di kamar Meca.


"Ada apa sih Mec? Nanti kan bisa diomongin. Kenapa sekarang?" Tanya Ibu Meca dengan heran.


"Ibu,sebenarnya aku tau maksud Ibu datangin laki-laki ke rumah. Pasti Ibu mau cariin aku jodoh.Ibu,sudah berapa kali aku ngomong,aku belum mau pacaran. Aku mau nerusin cita-cita aku dulu." Jelas Meca


"Kamu memang serba tau. Tapi Mec,Ibu cuma khawatir kalau nggak ada yang mau sama kamu,karena kamu udah berumur." Kata Ibu Meca


"Berumur? Ibu aku itu baru berumur 20 tahun. Masih muda bu...,lagipula ada kok yang mau sama aku." Kata Meca.


"Siapa? Kamu itu terlalu cuek kalau sama cowok." Kata Ibu Meca menantang.


"Ada kok. Dia adalah Kak Bimo." Jawab Meca dengan nada bicara pelan.


"Siapa? Bimo yang nganterin kamu pulang waktu itu?" Tanya Ibu Meca dengan ekspresi wajah yang kaget.


"Kenapa Ibu kaget gini? Bukannya Ibu suka sama Kak Bimo?" Tanya Meca.


"Ibu sangat bingung sama kamu Mec. Kenapa kamu nggak cerita sama Ibu? Bagaimana dengan anak laki-laki temen Ibu tadi?" Kesal Ibu Meca pada Meca.


"Ini sebabnya Ibu nggak mau tanya dulu sama aku. Jadinya Ibu sendiri yang bingung." Jawab Meca dengan santainya.


Ibu Meca terlihat bingung dan memikirkan sesuatu di kepalanya.