ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Meca Marah Dengan Bimo



Seorang cewek menggerutu kesal setelah melihat Bimo dan Meca berjalan bersama sambil bergandengan tangan.


Siapa lagi kalau bukan Angel yang selama ini iri terhadap hubungan Meca dan Bimo.


Ada dua orang temannya juga yang melihat Bimo dan Meca yaitu Dea dan Lina. Mereka berdua melihatnya sangat terkejut sambil memandang satu sama lain.


"Ngel,sepertinya memang bener kalau Meca pacaran sama Bimo." Kata Dea kepada Angel.


Angel tidak menggubris perkataan Dea,Ia terlanjur kesal lalu pergi meninggalkan Dea dan Lina.


"Ngel....mau kemana?" Teriak Lina pada Angel yang mulai berjalan menjauh darinya dan Dea.


Dea dan Lina pun langsung lari untuk menyusul Angel yang pergi menjauh dari mereka.


..............


Bimo dan Meca pun akhirnya sampai di parkiran mobil Bimo.


"Kak,lepasin tangan gue! Kita udah sampai parkiran." Kata Meca dengan nada bicara pelan.


Bimo melihat Meca yang sepertinya sudah lelah dari tadi karena Ia ajak berlari. Lantas Ia pun melepaskan genggaman tangannya dari Meca.


Terlihat membekas merah pada tangan Meca karena genggaman tangan Bimo yang sangat erat sekali.


"Mec,maafin gue karena bikin tangan Elo sakit." Kata Bimo.


Meca hanya mengehela nafasnya dengan gusar. Ia tidak tahu lagi apa yang harus Ia lakukan kepada Bimo.


"Meca!" Teriak seseorang laki-laki dari kejauhan.


Meca pun langsung menoleh ke sumber suara itu. Begitu juga dengan Bimo.


Bimo langsung kesal setelah melihat laki-laki yang memanggil Meca adalah Rengga.


Flashback On


Rengga sedang menuruni tangga untuk keluar dari kampus. Ia juga sudah waktunya untuk pulang setelah menyelesaikan pendaftarannya dan diajar oleh dosen di ruang kelasnya tadi.


Ia menuruni tangga satu demi satu langkah,tiba-tiba Ia terkejut karena melihat Bimo dan Meca yang sedang berjalan bersama dan bergandengan tangan.


"Sangat tidak romantis,tapi anak-anak kampus kenapa pada lihatin mereka berdua? Apa mereka pasangan yang terkenal di kampus ini?" Gumam Rengga sambil melihat ke bawah tangga.


Saat Ia akan ke parkiran mobilnya,Ia melihat Bimo dan Meca yang sepertinya sedang bertengkar. Ia berpikir begitu,karena melihat wajah Meca yang murung dan wajah Bimo yang merasa bersalah.


Lantas Ia pun berinisiatif untuk menghampiri mereka.


Flashback Off


"Ahhh....Sialan ini lagi." Umpat Bimo karena kedatangan Rengga.


"Mec,Elo nggak apa-apa kan?Gue lihat dari jauh muka Elo murung." Tanya Rengga.


"Reng,gue bisa minta bantuan sama Elo nggak?" Tanya Meca.


Bimo yang mendengar Meca meminta bantuan pada Rengga pun langsung terkejut karena tidak menyangka Meca akan berkata seperti itu pada Rengga.


"Boleh kok,tapi Elo harus minta ijin sama pacar Elo dulu supaya dia nggak marah." Kata Rengga sambil melirik Bimo.


"Dia bukan pacar gue. Jadi gue nggak ada kewajiban buat minta ijin sama dia. Ayo...gue harus cepet-cepet pulang." Timpal Meca.


"Oh...begitu. Ya udah ayo..." Kata Rengga sambil melirik Bimo dengan senyuman seperti sedang mengejek.


"Hei! Elo mau ngejek gue ya?" Tanya Bimo sambil mencekeram baju Rengga.


"Kak Bimo,berhenti!" Teriak Meca dengan mata berkaca-kaca.


Bimo mendengar Meca berteriak pun langsung menatap wajah Meca. Ia sedikit terkejut karena melihat mata Meca yang berkaca-kaca.


Ia pun langsung melepas cengkramannya dari baju Rengga. Dan langsung menghampiri Meca.


"Mec,Elo nangis ya? Maafin gue." Kata Bimo.


Meca hanya menggeleng-gelengkan kepalanya menanggapi perkataan Bimo.


"Rengga,ayo ke parkiran mobil Elo!" Ajak Meca.


Rengga pun langsung mengangguk lalu berjalan duluan,lalu diikuti Meca dibelakangnya.


Bimo tidak tahu harus berbuat apa. Ia hanya diam dan mematung melihat Meca lebih memilih pulang bersama Rengga.


Ia merasa bersalah pada Meca,karena sudah membuat Meca menangis.