
Setelah mengurus biaya adminitrasi perawatan anak kecil itu. Akhirnya anak kecil itu sudah dibolehkan untuk pulang dari rumah sakit.
Seperti janji Meca kepada anak kecil itu untuk membelikan makanan untuknya dan adiknya.
Meca,Bimo dan anak kecil itu pun masuk kedalam mobil Bimo.
Di Dalam Mobil
Seperti biasa Bimo dan Meca didepan sedangkan anak kecil itu di kursi belakang.
"Kak,nanti jangan kayak tadi lagi ya!" Ucap Meca.
"Iya. Dek kamu jangan lupa pakai sabuk pengamannya!" Suruh Bimo pada anak kecil itu.
"Iya Kak." Jawab anak kecil itu.
Tanpa sadar Meca sedikit kagum pada Bimo karena sifatnya yang perhatian kepada anak kecil itu. Senyum menyeringai di wajah Meca.
Bimo pun melihat senyuman Meca yang tulus.
Mata mereka pun saling pandang dan sedikit senyuman terukir di wajah mereka.
"Kok nggak jalan Kak?" Tanya anak kecil itu dengan polosnya.
Meca dan Bimo pun tersadar dan segera menghadap depan.
Bimo segera menghidupkan mesin mobilnya.
Suasan hening terjadi di mobil setelah kejadian pandang-memandang tadi.
Meca pun akhirnya memutuskan untuk bertanya pada anak kecil itu untuk memecahkan keheningan ini.
"Kamu suka makanan apa?" Tanya Meca pada anak kecil itu.
"Aku semua suka kok Kak. Yang penting bisa dimakan." Jawab anak kecil itu.
"Ya udah nanti beli nasi goreng aja. Kak beli nasi goreng yang ada di pinggir jalan depan itu aja." Kata Meca sambil menunjuk warteg yang menjual nasi goreng.
Bimo pun langsung mengarahkan mobilnya menuju warteg yang menjual nasi goreng itu.
Bimo turun dari mobil untuk membeli nasi goreng,tetapi ditahan oleh Meca.
"Kak,biar gue aja yang beli. Kakak tinggal beri gue uang aja." Saran Meca
"Kenapa nggak bareng aja belinya?" Tanya Bimo.
"Nggak papa kok Kak. Di dalam mobil juga aman." Kata Anak kecil itu.
"Oh... begitu. Ya udah ayo." Ajak Meca.
Bimo dan Meca pun akhirnya turun dari mobil untuk membeli nasi goreng.
Warteg itu sangat ramai dengan pembeli,sehingga Meca dan Bimo hanya bisa menunggu.
"Beli di tempat lain aja." Saran Bimo.
"Jangan Kak,kita tunggu aja sambil duduk." Saran Meca pada Bimo sambil duduk di kursi yang disediakan oleh penjual warteg.
Bimo hanya bisa pasrah dan menyetujui saran Meca. Ia pun ikut duduk di kursi samping Meca.
Dari jauh ada yang sedang memfoto Meca dan Bimo yang sedang duduk bersama.
Cekrek....
Setelah memfoto Meca dan Bimo,orang itu langsung pergi.
Tak lama kemudian Meca dan Bimo dilayani oleh penjual nasi goreng itu.
"Bang,mau beli nasi goreng dua bungkus." Kata Meca pada penjual nasi goreng yang berjenis kelamin laki-laki.
"Iya siap neng." Kata abang penjual nasi goreng itu.
Meca melihat warteg itu juga menjual minuman air mineral. Lantas Meca langsung mengambil dua air mineral itu.
Selang beberapa menit,nasi goreng yang dipesan Meca sudah siap.
"Neng ini sudah jadi. Semuanya jadi 20.000." Kata abang penjual nasi goreng itu.
"Eh,bang ditambah dua air mineral. Jadi berapa bang?" Tanya Meca.
"Oh.. jadinya semua 25.000 Neng." Kata abang penjual nasi goreng itu pada Meca.
Bimo yang mendengar total biayanya pun,Ia langsung membuka dompetnya lalu mengeluarkan uang 50.000 dan langsung kembalian 25.000 diberikan abang penjual nasi goreng itu pada Bimo.
Meca dan Bimo pun langsung kembali ke mobil untuk lanjut pergi ke rumah anak kecil itu.
Maaf chapter iki kurang seru,karena memang disesuikan sama judulnya.