ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Bab 103



Ibunya Meca dan Ibunya Rengga masih bercakap-cakap di dalam ruangan inap Rengga.


Disaat mereka bercakap-cakap,tiba-tiba seorang perawat masuk ke dalam ruangan inap Rengga sambil membawa peralatan kesehatan.


Melihat perawat datang,Ibunya Rengga pun langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri perawat itu.


"Ada apa sus?" Tanya Ibunya Rengga.


"Saya mau memeriksa keadaan pasien setelah diberi obat tadi." Jawab perawat itu.


"Oh...iya.Silahkan.." Sahut Ibunya Rengga.


Perawat itu pun langsung menghampiri ranjang Rengga. Terlihat Rengga hanya berbaring dan menutup matanya tetapi bukan tertidur.


Tanpa menunggu lama,perawat itu langsung memeriksa keadaan Rengga. Apakah sudah lebih baik atau memburuk.


Setelah melakukan pemeriksaan,perawat itu pun menghampiri Ibunya Rengga yang dari tadi menunggu di sampingnya.


"Syukur bu...pasien ini sudah lebih membaik. Jaga kesehatannya terus dan jangan buat pasien ini stress. Jika dua hari berikutnya keadaannya terus baik,mungkin sudah boleh pulang." Jelas Perawat itu pada Ibunya Rengga.


"Syukur kalau begitu. Terima kasih sus.." Ucap Ibunya Rengga dengan senangnya.


Mendengar kabar baik tentang keadaan Rengga,Ibunya Meca pun juga ikut senang.


"Iya sama-sama. Tapi,Ibu tolong ke ruang adminitrasi dulu untuk mengurus biaya rawat inap pasien." Ucap perawat itu.


"Iya,saya nanti akan kesana." Sahut Ibunya Rengga.


Perawat itu menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Lalu Ia keluar dari ruang inap Rengga.


"Jeng,saya ke ruang adminitrasi dulu ya..tolong jeng jaga anak saya." Pamit Ibunya Rengga.


"Oh...iya. Jangan kuatir soal Rengga jeng." Sahut Ibunya Meca.


Lalu Ibunya Rengga pun keluar dari ruang inap Rengga untuk pergi ke ruang adminitrasi.


Sedangkan Ibunya Meca menunggu Rengga di dalam sambil duduk.


Saat Ibunya Meca menunggu,tiba-tiba Ia merasa ingin buang air kecil. Ia lalu keluar untuk pergi ke kamar mandi,tetapi sebelum itu Ia berpikir jika Ia keluar,Rengga tidak ada yang menjaga. Padahal tadi,Ibunya Meca sudah diberi tanggung jawab untuk menjaga Rengga.


Lalu Ibunya Meca terpikirkan untuk menghubungi Meca supaya bisa menjaga Rengga. Setelah itu Ia mengambil handphonennya untuk menelepon Meca.


Di lain sisi,Meca sedang duduk di kursi taman cukup lama. Ia melamun dan memikirkan perkataan Bimo tadi.


Tut..tut..tut...


Bunyi handphonenya tiba-tiba membuyarkan lamunannya.


Mendengar handphonenya berbunyi,Meca pun langsung mengambil handphonenya yang berada di saku celananya.


Setelah mendapat handphonenya,Ia langsung melihat layar handphonenya untuk melihat siapa yang meneleponnya.


Ternyata setelah dilihat,tertera nama 'Ibu' di layar handphonenya Meca.


Tak pikir lama,Meca pun langsung mengangkat panggilan telepon Ibunya.


Meca : Halo bu,ada apa?


Ibunya : Meca,kamu ada dimana?


Meca : Oh,aku ada di taman rumah sakit bu..


Ibunya : Kamu tolong ke ruang inap Rengga ya..tolong jagain dia. Soalnya Ibunya Rengga sedang nggak ada,terus Ibu juga mau ke kamar mandi ini.


Meca : Oh..iya bu.Sekarang juga aku kesana.


Ibunya : Iya cepet ya..


Meca : Iya Bu..


Setelah Ibunya menutup panggilannya,Meca pun menyimpan handphonenya kembali di saku celananya.


Lalu Meca langsung bergegas pergi ke ruang inap Rengga.


Tak butuh waktu lama,Meca pun akhirnya sampai di ruang inap Rengga.


Begitu sampai,Meca pun langsung masuk ke ruang tersebut.


"Untung kamu udah sampai. Tolong jaga Rengga dulu,Ibu mau ke kamar mandi." Ucap Ibunya Meca begitu Meca masuk.


Meca pun hanya mengangguk pelan pada Ibunya.


Sementara itu,Meca langsung berjalan menuju kursi untuk duduk.


"Elo baik-baik aja kan?" Tanya Rengga dengan tiba-tiba.


Memang Rengga dari tadi tidak tidur,Ia hanya memejamkan matanya saja. Begitu Meca ada di ruangannya,Rengga langsung membuka matanya untuk melihat Meca. Tetapi saat Ia melihat Meca Ia dapat melihat raut wajah Meca terlihat sedih saat baru masuk ke ruang inapnya. Padahal sebelumnya,Meca sangat ceria saat menjenguknya bersama Bimo tadi.


Meca pun terkejut begitu Rengga bertanya padanya. Ia pun langsung menoleh ke arah tempat tidur Rengga.


"Elo nggak tidur?" Tanya Meca.


"Belum bisa tidur. Elo belum jawab pertanyaan gue,Elo baik-baik aja kan?" Tanya Rengga.


"Nggak apa-apa kok. Kenapa elo nanya gitu?" Tanya Meca.


"Gue lihat muka Elo kelihatan sedih setelah Elo tadi keluar dengan Bimo. Apa Elo dimarahin sama Bimo?" Tanya Rengga.


"Enggak kok. Gue nggak dimarahin sama Kak Bimo. Gue cuma capek aja,makanya muka gue terlihat lesu gini." Jawab Meca.


Meca tak mau jujur soal masalahnya dengan Bimo tadi pada Rengga karena memang Meca lebih suka memendam masalahnya daripada bercerita pada orang lain.


Entah kenapa,Rengga masih tak percaya jika Meca terlihat sedih hanya karena lelah.


Ia berpikir mungkin Meca ada masalah dengan Bimo. Buktinya Bimo juga tidak sedang bersamanya saat ini.


Cekrek...


Suara pintu terbuka,terlihat Ibunya Meca sudah berada di depan pintu.


Ibunya Meca sudah kembali dari kamar mandi.


"Loh,Rengga kok bangun? Apa kebangun gara-gara dengar suara Ibu tadi buka pintu ya?" Tanya Ibunya Meca.


"Nggak kok tante. Saya memang belum bisa tidur dari tadi." Jawab Rengga.


"Oh..gitu. Ibu kira kamu udah tidur dari tadi." Kata Ibunya Meca sambil tersenyum.


Melihat Ibunya datang,Meca pun langsung menghampirinya dan ingin mengatakan sesuatu.


"Ibu,aku mau pulang dulu ya.." Pamit Meca pada Ibunya.


"Loh kamu nggak mau nginep disini,ini udah malem lo." Ucap Ibunya Meca.


"Nggak deh bu..aku mau pulang sekalian ngerjain tugas kuliah juga." Sahut Meca.


"Ya udah kalau gitu. Eh,tapi kamu pulang naik apa?" Tanya Ibunya Meca.


"Eh...itu pulang sama Kak Bimo,tadi dia udah nunggu di parkiran." Bohong Meca.


Terpaksa Ia berbohong pada Ibunya karena jika Ia pulang sendiri pasti Ibunya akan khawatir dan tidak diijinkan pulang ke rumah oleh Ibunya.


"Oh..gitu. Ya udah.. pulangnya hati-hati ya.." Sahut Ibunya Meca.


Meca pun hanya mengangguk pelan sambil tersenyum pada Ibunya.


Setelah mendapat izin dari Ibunya,Meca pun melangkahkan kakinya untuk keluar dari rumah sakit.


Belum sampai Ia berjalan,Rengga sudah memanggilnya.


"Mec,tunggu." Kata Rengga.


Meca pun menoleh ke arah Rengga.


"Apa?" Tanya Meca.


"Elo beneran pulang sama Bimo?" Tanya Rengga.


'Hih..ngapain sih Si Rengga nih. Kayak tau aja kalau gue boong.' Batin Meca sambil menggerutu kesal.


"Iya. Kenapa nggak percaya?" Tanya Meca.


"Nggak kok. Gue cuma tanya aja." Sahut Rengga.


"Huh..ya udah gue pulang duluan ya..Semoga Elo lekas sembuh." Ucap Meca sebelum Ia benar-benar pergi.


"Iya makasih doanya." Sahut Rengga.


Setelah berpamitan,Meca lalu pergi keluar dari ruangan inap Rengga.