ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Bab 119



Meca pun mencoba melepas pelukan dari laki-laki itu dan menatap wajah laki-laki itu.


"Kak Bimo?" Ucap Meca setelah berhasil melepas pelukan dari laki-laki yang Ia sangka adalah Bimo.


"Mec,Elo nggak apa-apa kan?" Tanya Bimo sambil memegang pundak Meca dengan kedua tangannya.


Ya...laki-laki yang menyelamatkan Meca adalah Bimo.


Tetapi Meca dibuat bingung oleh Bimo.


Meca pikir,Bimo sudah melupakannya dan tidak mau mencampuri urusannya lagi setelah Bimo bilang padanya jika Ia akan melupakannya.


Tetapi saat ini,Bimo masih terlihat peduli padanya sampai raut wajahnya terlihat khawatir saat Ia tersesat.


"Kak,Elo masih peduli sama gue?." Tanya Meca sambil melihat Bimo dengan tatapan serius.


Bimo pun sedikit tersentak dengan pertanyaan Meca barusan.


"Huh..nggak tau kenapa gue selalu ingin perhatiin Elo,bahkan gue tadi nyuruh semua orang untuk nyari Elo. Gue takut kehilangan Elo,Mec. Jawaban kenapa gue masih peduli sama Elo adalah karena gue nggak bisa lupain Elo dan gue masih cinta sama Elo." Ucap Bimo dengan nada bicara serius.


Lalu Bimo pun memeluk Meca kembali dengan erat.


Bimo merasa tak ingin kehilangan Meca lagi. Kini janji yang Bimo buat sendiri sudah Ia ingkari mulai malam ini.


Mulai hari ini atau esok,Bimo tak akan pernah melupakan Meca apalagi meninggalkannya.


"Maaf.." Lirih Meca.


Mendengar perkataan minta maaf dari Meca,Bimo pun melepas pelukannya.


Bimo bingung mengapa Meca meminta maaf padanya.


"Maaf? Untuk apa?" Tanya Bimo.


"Karena gue udah nglukain hati Kakak. Gue merasa menyia-nyiakan ketulusan Kakak selama ini. Gue selalu marah dan cuek sama Kakak disaat Kakak perhatian sama gue. Gue memang perempuan bodoh yang nggak ngerti cinta sama sekali,sampai gue nglukain hati Kakak. Sekali lagi maaf..." Ucap Meca dengan mata berkaca-kaca dan tertatih-tatih.


Bimo mencoba mencerna setiap perkataan yang dilontarkan oleh mulut Meca.


Ada perasaan senang sekaligus sedih saat Meca meminta maaf padanya.


Bimo merasa senang,akhirnya Meca merasakan ketulusan perasaan cintanya selama ini.


Tetapi Ia juga merasa sedih melihat Meca menangis dan memohon maaf padanya.


"Gue tau kalau selama ini Elo pasti risih karena gue selalu ngikutin Elo dan..." Kata Bimo terpotong karena disela oleh Meca.


"Enggak.." Ucap Meca dengan nada meninggi.


Bimo pun terkejut tiba-tiba Meca membentaknya sambil berkata tidak.


Bimo pun bingung dengan maksud Meca yang secara tiba-tiba membentaknya itu.


Meca pun juga merasa bingung dengan ucapannya barusan.


Entah kenapa saat Bimo mengatakan jika Ia risih berada di dekatnya,Meca ingin menyangkal ucapan Bimo tersebut.


"Sebenarnya gu..e ng..gak risih kok saat sama Kakak. Jadi,Kakak jangan berpikir kalau gue risih saat deket sama Kakak." Ucap Meca dengan gugupnya.


Meca pun merunduk dan tidak berani menatap wajah Bimo,karena masih gugup setelah mengatakan ucapan yang baru Ia katakan itu.


Bimo pun terdiam sesaat,lalu memikirkan ucapan Meca barusan.


Tiba-tiba senyum mengembang di wajahnya setelah Ia memahami ucapan Meca tadi.


Apa itu artinya Meca telah jatuh cinta padanya?


Satu pertanyaan itu membuat hati Bimo berbunga-bunga.


Merasa suasana makin canggung,Meca pun akhirnya memutuskan untuk pergi.


"Kak,ayo cari jalan pulang." Ajak Meca lalu pergi dari hadapan Bimo.


Tetapi saat Meca baru melangkahkan kaki,tiba-tiba Bimo menarik tangannya lalu mendorongnya ke pohon dan memojokkanya.


Meca pun terkejut bukan main dengan membelalakkan kedua matanya saking terkejutnya.


"Kak..kenapa.." Ucapan Meca tidak terlesaikan karena saking gugupnya setelah melihat tatapan mematikan Bimo padanya.


"Apa Elo udah jatuh cinta sama gue?" Tanya Bimo dengan senyuman manis di wajahnya.


Pertanyaan Bimo itu membuat Meca tidak bisa menjawabnya.


Mulut Meca terbuka,tetapi entah kenapa tidak bisa membuatnya berbicara.


Mulut dan lidahnya terasa kelu untuk mengeluarkan suara.


Meca hanya bisa menatap wajah Bimo dengan kepanikan dan kegugupannya.


Sedangkan Bimo sepertinya tidak merasa gugup,jika dilihat dari wajahnya yang saat ini terlihat tenang dan tercetak senyum di bibirnya.


"Mec,larilah kalau nggak mau." Ucap Bimo dengan penuh keseriusan.


Lagi-lagi Meca dibuat bingung dan terkejut dengan ucapan Bimo yang dilontarkannya barusan. Ia tidak mengerti dengan maksud Bimo yang menyuruhnya untuk lari.


Otaknya pun seperti berhenti berputar saat Ia mencoba mencerna perkataan Bimo di pikirannya.


Dan lebih anehnya lagi,Bimo memajukan wajahnya lebih dekat pada Meca sambil memiringkan kepalanya.


Semakin dekat,dekat,dan...


Eits,digantung dulu ya.. biar pada penasaran 😁😁


Tolong like dan Vote ya..


Tekan tombol πŸ‘ini untuk meningkatkan popularitas novel ini.


Happy Reading 😍