
"Ma aku pulang." Kata Bimo dengan lantang pada mamanya sambil menenteng tas di salah satu pundaknya.
"Eh anak mama udah pulang sini makan dulu." Kata Mamanya dengan sabar.
Lalu Bimo langsung menuju meja makan dan menarik kursi untuk duduk.
"Nak kamu tau nggak tadi mama habis kejambretan." Kata Mamanya sambil melihat Bimo yang melahap makanannya.
Seketika Bimo kaget dan menghentikan makannya.
"Mama nggak papa kan tapi nggak ada yang luka?" Tanya Bimo pada mamanya.
"Tadi untung aja ada cewek yang nolongin mama. Ceweknya pemberani banget Bim." Jelas mamanya.
Lalu Bimo berpikir dan tiba-tiba ia teringat pada kejadian siang tadi saat ia menolong Meca yang mau dibunuh maling. Ia berpikir apa iya Meca yang menolong ibunya yang kejambretan.
Lalu Bimo bertanya pada ibunya.
"Ma nama ceweknya itu siapa?" Tanya Bimo pada mamanya.
"Kalau nggak salah Meca namanya,dia satu kampus sama kamu.Apa kamu kenal sama dia?" Tanya Mamanya penasaran.
Bimo tak menjawab pertanyaan mamanya. Ia kaget dan senyum-senyum sendiri. Ternyata dugaan ia benar, yang menolong ibunya adalah Meca. Ia tau Meca adalah cewek yang baik.
Lalu Bimo meninggalkan makanannya dan bergegas ke kamarnya untuk menelepon Meca.
Setelah sampai ke kamar,ia langsung mencari telepon dan mencari nomor handphone Meca.
Saat Meca mau ke kamar mandi tiba-tiba Hpnya berdering. Ia awalnya tak mau mengangkatnya karena ia sudah kebelet mau buang air kecil,tetapi saat ia lihat dari Bimo,ia langsung mengangkatnya. Ia teringat saat Bimo berkata kalau ia tak masuk karena ijin atau masuk ia harus meneleponnya. Ia mengira kalau Bimo akan bertanya ia besok masuk ekstra apa tidak.
"Halo kak,maaf besok gue besok masuk ekstra kok.Gue nggak ijin atau sakit,tetapi agak terlambat sedikit karena gue harus kerja,udah dulu ya kak." Jelas Meca singkat pada Bimo.
Lalu Meca mematikan teleponya tanpa mendengar sepatah kata pun dari Bimo.
Bimo bingung saat bertelepon mau berkata apa karena Meca berbicara sangat cepat. Ia menelepon Meca bukan mau menanyakan itu. Ia menelepon untuk mengucapkan terima kasih padanya karena sudah menolong ibunya.
"Ni cewek aneh tapi juga unik kalau biasanya cewek pada modus sama gue,lah malah gue yang kayaknya modus sama dia." Kata Bimo pada dirinya sendiri.
"Gue harus deketin dia,karena menurut gue dia adalah cewek pilihan gue." Batin Bimo dengan wajah yang senyum-senyum sendiri.
Bimo mungkin berpikir mendekati Meca adalah hal yang mudah tetapi Meca tak seperti gadis lainnya yang mudah baper (bawa perasaan) saat dirayu oleh laki-laki.
Meca adalah gadis yang cuek dan dingin saat dirayu atau didekati oleh laki-laki.
Ia tak begitu suka kalau ia ditaksir oleh laki-laki.Ia lebih memilih suka pada laki-laki dulu ketimbang laki-lakinya yang suka padanya.
Ia merasa risih saat diikuti laki-laki apalagi diikuti saat ia pergi kemana saja.
Bimo selalu berhasil membuat hati cewek meleleh karena wajahnya yang tampan. Tapi sepertinya ia tak bisa menggunakan wajahnya saat ia nanti akan mendekati Meca,karena Meca tak suka orang yang sombong dengan apa kelebihan yang dimiliki orang tersebut.