ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Bab 101



Selang beberapa menit,Bimo,Meca,dan Ibunya akhirnya sampai di rumah sakit tempat dirawatnya Rengga.


Begitu sampai,mereka pun segera turun dari mobil dan langsung berjalan masuk ke dalam rumah sakit.


Sebelum menjenguk Rengga di kamar inapnya,Ibunya Meca menanyakan kamar nomor berapa Rengga dirawat pada perawat.


"Permisi,mau tanya kamar rawat pasien atas nama Rengga dimana ya sus?" Tanya Ibunya Meca pada perawat.


"Oh..iya bentar saya periksa dulu." Jawab perawa tersebut sambil memeriksa catatan pasien dalam layar komputer.


Setelah memeriksa,perawat itu pun menemukan nama Rengga di layar komputernya.


"Pasien atas nama Rengga berada di kamar Mawar No.21."Ucap perawat itu.


"Baik,terima kasih sus.." Sahut Ibunya Meca.


Setelah tahu alamat kamar inap Rengga,mereka bertiga langsung menuju ke alamat yang diberikan perawat tadi.


Tak lama,Meca,Ibunya dan Bimo pun menemukan ruang Mawar No.21.


Mereka pun langsung masuk ke dalam ruangan tersebut. Tetapi sebelum masuk tak lupa Ibunya Meca mengetuk pintu.


Tok..tok..tok..


Suara ketukan pintu dari ketukan tangan Ibunya Meca.


Tak lama lalu Ibunya Rengga datang untuk membukakan pintu.


"Jeng..silahkan masuk Meca sama temennya juga.." Ucap Ibunya Rengga begitu sampai di depan pintu.


Meca,Ibunya dan Bimo pun masuk setelah dipersilahkan masuk oleh Ibunya Rengga.


Di dalam ruangan terlihat Rengga tengah terbaring di ranjang rumah sakit.


Ia terlihat lemah tak berdaya dengan selang infus di tangannya.


"Bagaimana keadaan Rengga sekarang jeng?" Tanya Ibunya Meca pada Ibunya Rengga.


"Keadaannya masih lemah,tapi dia sudah siuman dari pingsannya." Jawab Ibunya Rengga.


Meca dan Bimo pun ikut mendengarkan percakapan antara Ibunya dan Ibunya Rengga.


Mendengar Rengga sudah siuman,Meca pun mendekati tempat tidur Rengga untuk melihat keadannya.


Melihat Meca melangkahkan kakinya,Bimo pun mengikuti Meca kemana Meca pergi.


Sedangkan Ibunya Meca dan Ibunya Rengga duduk bersama sambil bercakap-cakap.


Meca mendekati Rengga yang sedang memejamkan matanya,Meca pikir Rengga sedang tidur.


Tetapi tiba-tiba Rengga membuka matanya saat Meca tengah melihatnya. Meca pun sedikit tersentak.


"Kaget gue..Gue kira Elo tidur." Ucap Meca sambil membelakkan matanya karena terkejut.


Melihat Meca datang,Rengga langsung beranjak dari tidurnya.


"Jangan bangun..tidur aja. Keadaan Elo kan masih lemah." Ucap Meca.


"Elo sekarang lebih baik kan? Apa masih ada yang sakit?" Tanya Meca dengan khawatir.


Bimo pun langsung menoleh ke arah Meca begitu tahu Meca sangat mengkhawatirkan keadaan Rengga.


"Gue nggak apa-apa kok. Cuma sedikit masih sakit aja kepala gue." Sahut Rengga.


"Oh..gitu. Elo jangan merasa sedih kalau tau penyakit Elo. Elo harus yakin kalau Elo bisa sembuh. Dan inget jangan buat diri Elo stress,karena kalau Elo stress nanti bisa buat kepala Elo tambah sakit." Jelas Meca.


"Iya gue ngerti kok Mec." Ucap Rengga sambil menunjukkan senyum manisnya pada Meca.


Meca pun ikut tersenyum sambil mengacungkan jempolnya pada Rengga untuk menyemangatinya.


Jika Rengga senang saat ini karena mendapat perhatian dari Meca,lain halnya dengan Bimo dari tadi Ia sudah menahan emosi karena cemburu pada Rengga. Kalau saja Rengga tidak sakit pasti Ia sudah mendorongnya agar tidak dekat dengan Meca. Tapi,niatnya tidak bisa karena Rengga sedang sakit.


"Sebenarnya Elo ngerasain gejala apa sih sebel..." Kata Meca terpotong karena Bimo menyela.


Karena Bimo sudah tidak bisa menahan api cemburunya pada Rengga. Ia pun berusaha membuat Meca berhenti memperhatikan Rengga terus-menerus.


"Berhenti!!" Bentak Bimo cukup keras sampai-sampai Ibunya Meca dan ibunya Rengga yang tadinya asyik ngobrol lalu langsung menoleh pada Bimo karena terkejut tiba-tiba Bimo berteriak.


Tak hanya Ibunya Rengga dan Ibunya Bimo yang terkejut,Meca dan Rengga pun sama terkejutnya sehingga mereka berdua menoleh pada Bimo.


"Ada Apa?" Tanya Meca.


"Jan..gan banyak ngajak bicara dulu sama Rengga,dia kan baru siuman." Ucap Bimo sedikit gugup.


"Oh..iya gue lupa." Sahut Meca lalu menoleh pada Rengga.


"Ya udah kita tunggu di luar aja." Ajak Bimo sambil menarik tangan Meca.


"Eh..tunggu Mec,gue sudah nggak apa-apa kok. Elo bisa ngobrol sama gue lagi." Ucap Rengga sambil menarik tangan Meca yang sebelah kanan,karena tangan di sebelah kiri sudah ditarik oleh Bimo.


"Rengga Elo tuh harus istirahat biar kondisi Elo bisa cepet pulih. Ayok Mec.." Ucap Bimo sambil menarik tangan Meca.


"Mec,jangan dengerin kata Bimo. Gue beneran sudah nggak apa-apa kok." Ucap Rengga sambil menarik tangan Meca kembali.


Sekarang Meca bagaikan tali tarik tambang yang diperebutkan oleh dua orang lawan. Kadang ditarik kekanan kadang ditarik ke kiri. Dan yang paling kuat adalah yang menang.


Ibunya Meca dan Ibunya Rengga pun melihat adegan tarik tambang antara Bimo dan Rengga yang memperebutkan Meca.


"Jeng,apa ini yang namanya cinta segitiga?" Tanya Ibunya Rengga.


"Saya pikir iya jeng. Tapi saya nggak habis pikir sama dua orang laki-laki itu,bisa-bisanya memperebutkan Meca yang modelannya kayak gitu." Jawab Ibunya Meca.


"Jeng..kok gitu sama anak sendiri. Meca itu baik jeng terus juga cantik. Siapa yang nggak mau sama putri jeng." Ucap Ibunya Rengga.


"Menurut jeng gitu?" Tanya Ibunya Meca pada Ibunya Rengga.


Ibunya Rengga hanya mengangguk pelan sambil tersenyum.


Sedangkan Ibunya Meca masih tak percaya jika anak putrinya yang biasanya cuek ke laki-laki bisa memenangkan hati dua laki-laki tampan seperti Bimo dan Rengga.


Jangan lupa Like dan Vote pliss 🙁🙁