
Meca sedang berjalan menuju ruang kelasnya. Saat Ia akan melangkahkan kakinya menuju pintu kelasnya,tiba-tiba handphonennya berbunyi. Tetapi bukan menandakan sebuah panggilan,melainkan ada sebuah chat masuk.
Meca pun memberhentikan langkahnya,lalu mengambil handphonennya di dalam saku celananya.
Ia melihat layar handphonenya untuk melihat siapa yang mengirim chat untuknya.
"Kak Bimo? Mau ngapain lagi nih?" Gumam Meca sambil melihat layar handphonenya.
Kak Bimo
Mec,pulang nanti Elo gue anter. Jangan pulang duluan! 😡
Meca pun membacanya sambil sedikit tertawa karena emoticon yang Bimo berikan padanya.
"Haissh...Kak Bimo nih udah kayak bapak-bapak ke anaknya aja,ngatur banget jadi orang." Gumam Meca
Meca pun membalas chat dari Bimo.
Meca
Iya.
Setelah mengetik hanya 3 huruf,Meca pun segera mengirimnya. Setelah terkirim,Ia pun memasukkan handphonenya ke sakunya kembali,lalu masuk ke ruang kelasnya.
..........
Rengga melihat ruangan-ruangan yang ada di kampus tersebut.
Ia tidak tahu harus ke ruangan apa untuk mendaftarkan diri di kampus ini.
Ia terus berjalan sambil melihat setiap ruangan yang dilewatinya.
Kebetulan ada seorang cewek yang berjalan kearahnya. Tanpa pikir panjang,Rengga pun segera menghampiri cewek itu untuk bertanya dimana ruangan untuk mendaftar.
"Eh...maaf mau tanya,kalau mau daftar buat masuk kampus ini daftarnya di ruang apa ya?" Tanya Rengga pada cewek itu.
"Oh...Elo bisa ke ruang paling depan itu." Ucap cewek itu sambil menunjuk ke ruang yang dimaksud.
"Oh...iya-iya. Makasih ya...udah mau bantuin." Kata Rengga.
"Iya sama-sama." Kata cewek itu dengan ramah.
"Ya udah,gue duluan ya..." Kata Rengga.
Cewek itu pun hanya menganggukkan kepalanya untuk menanggapi Rengga.
Cewek itu pun hanya memandang punggung Rengga dari kejauhan.
.........
Tak terasa waktu kelas Meca sudah habis, itu artinya waktu pulang tiba.
Meca membereskan barang-barangnya yang ada diatas mejanya.
Setelah selesai,Ia pun berjalan keluar dari ruang kelasnya.
Saat Ia berjalan,didepannya ada dua orang cewek yang sedang bisik-bisik.
"Dia nunggu siapa ya? Pacarnya?" Tanya salah satu cewek pada temannya.
"Jika pacarnya,berarti pacarnya sangat beruntung banget." Jawab teman cewek itu.
Meca pun hanya mengeleng-gelengkan kepalanya sambil berdecak karena melihat dua cewek itu yang suka bergosip.
Saat Meca berjalan ke arah pintu,tiba-tiba Ia dikejutkan oleh seorang laki-laki yang sedang berdiri di depan pintu ruang kelasnya.
Siapa lagi kalau bukan Bimo yang sejak tadi menunggu Meca keluar dari ruang kelasnya untuk mengajaknya pulang bareng.
"Hahhh...gue kaget Kak." Kata Meca sambil membelalakkan matanya karena terkejut.
"Lama benget sih Elo...Ayo!" Ajak Bimo lalu menggandeng tangan Meca agar Meca mengikutinya.
"Kak,lepasin tangan gue! Banyak yang ngelihat." Suruh Meca.
"Kak...Kak.." Teriak Meca sambil berusaha melepaskan genggaman tangan Bimo dari tangannya.
Bimo tidak menggubris kemauan Meca,Ia tetap menggandeng tangan Meca,bahkan genggamannya lebih erat.
Ia tidak memperdulikan orang-orang bicara tentangnya dan Meca.
Sedangkan Meca hanya bisa pasrah digandeng Bimo. Untuk sekedar melepaskan genggaman tangan Bimo pun tak bisa karena genggamannya sangat erat kepada tangan Meca.
Meca hanya bisa menundukkan kepalanya agar orang-orang yang disekitarnya tidak begitu jelas melihat wajahnya.
Hanya cara itu yang bisa Ia lakukan sekarang.
Tolong Like dan Vote 🤗🤗