ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Bab 147



Tak terasa tiga hari sudah berlalu sejak Bimo mengetahui keberadaan Meca.


Setelah Bimo mengetahui keberadaan Meca,Bimo memilih untuk tidak memberitahu Rengga jika Ia sudah menemukan Meca. Bukan karena alasan Ia cemburu kepadanya,melainkan untuk membiarkan Meca tenang terlebih dahulu. Jika,Ia memberitahu Rengga,pasti Rengga akan langsung mencari Meca dan menemuinya.


Bimo takut jika Meca merasa sedih,apalagi pergi menjauh lagi darinya dan Rengga setelah Rengga tahu keberadaanya.


Maka dari itu,Bimo terpaksa memendamnya sendiri tanpa memberitahu Rengga.


Dalam tiga hari ini,Rengga juga sudah mulai lelah untuk mencari Meca. Sepertinya Rengga akan menyerah dan tak bisa terus-menerus mencari keberadaan Meca sampai melupakan kewajibannya yaitu kuliah.


Perlahan Rengga mulai melupakan misinya yaitu mencari Meca. Tetapi,tidak untuk melupakan Meca. Ia masih saja menunggu Meca kembali.


Beda halnya dengan Bimo saat ini,Ia sungguh teringin sekali menemui Meca dan melihat wajahnya.


Kerinduannya pada Meca sudah tidak bisa dipungkiri lagi.


Akhirnya Ia memilih untuk menemui Meca, tetapi tidak langsung bertatap muka dengannya,melainkan melihatnya dari kejauhan seperti sebelumnya.


*****


Sementara itu di tempat lain,Meca akan pergi keluar rumah karena ingin membeli keperluannya di toserba.


Saat Meca baru keluar dari pintu rumah Kakaknya,Ia mendongak ke atas setelah menyadari jika siang hari ini cuacanya agak redup. Setelah Ia mendongak ke atas,ternyata awan sedang mendung dan berwarna hitam.


Walaupun cuacanya mendung,tetapi tidak mengurungkan niat Meca yang hendak pergi ke toserba. Ia tetap bersikukuh untuk pergi,karena Ia pikir jika awan mendung belum tentu hujan. Apalagi,siang-siang begini.


Setelah itu,Meca pun langsung bergegas pergi ke tempat tujuannya yaitu toserba.


Tidak butuh waktu lama,Meca pun telah sampai di toserba. Memang jarak rumah Kakaknya dengan toserba tidaklah jauh,jadi berjalan kaki sebentar saja sudah sampai.


Begitu sampai,Meca pun langsung masuk ke dalam toserba itu dan membeli keperluannya.


Setelah semua keperluannya sudah Ia masukkan ke dalam keranjang belanja,kini tinggal membawa barang belanjaanya itu ke kasir.


Saat Meca membawa barang belanjanya di kasir,Ia menoleh ke luar toserba dan melihat jika hujan mulai turun rintik-rintik.


Perkiraanya ternyata salah,awan mendung tadi memang membawa hujan dan bukan sekedar awan hitam yang menggumpal saja.


Sebelum hujan semakin deras,Meca pun segera keluar dari toserba itu setelah membayar barang belanjanya di kasir tadi.


Meca pun segera berlari sambil membawa tas tote-nya ke atas kepala sebagai payung supaya tidak basah kuyup terkena air hujan.


Meca memilih untuk menerobos hujan,karena Ia pikir Ia tak akan basah kuyup sampai rumah Kakaknya nanti. Apalagi,jarak rumah Kakaknya dan toserba juga cukup dekat. Jadi,Ia juga tak membeli payung atau menunggu di toserba sampai hujan reda.


Tiba-tiba.....


"Butuh payung?" Tanya seorang laki-laki yang berdiri di belakang Meca sambil memayungi Meca dari belakang.


Meca pun langsung menghentikan langkah kakinya dan diam seketika di tempat Ia berdiri. Ia cukup terhenyak dengan suara laki-laki yang ada di belakangnya itu.


Bagaimana tidak?


Meca seperti mengenal suara khas laki-laki yang bersedia memayunginya itu.


Meca tahu betul,jika laki-laki yang ada di belakangnya saat ini adalah Bimo.


Meca pun segera berbalik badan dan menghadap ke arah Bimo yang sedang memayunginya itu.


Setelah berhadapan dengan Bimo dan menatap kedua mata masing-masing,kedua insan ini hanya diam dengan tatapan mata sayu tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. Suara yang terdengar hanyalah suara bunyi hujan yang turun di atas payung yang dibawa Bimo untuk memayungi Meca dan Bimo.


Entah apa yang dipirkan oleh Meca maupun Bimo. Setelah lama tidak berjumpa,mereka hanya bertatapan dari mata ke mata tanpa ingin mengeluarkan ungkapan kerinduannya pada satu sama lain.


Flashback On


Bimo pun telah pulang dari kampusnya siang ini. Setelah pulang dari kampus,Ia berencana untuk pergi menemui Meca hanya untuk melihat wajahnya saja dari kejauhan.


Saat Bimo mengendarai mobilnya di jalanan yang sudah dekat dengan rumah Kakak laki-lakinya Meca,tiba-tiba hujan mulai turun. Dari kaca depannya terlihat hujan rintik-rintik yang cukup membuat kaca mobilnya basah karena air hujan itu.


Sebelum hujan mulai deras,Bimo pun segera mencari toserba untuk membeli payung,karena Ia juga tidak membawa payung di mobilnya. Tidak mungkin,jika nanti Ia hujan-hujanan saat akan melihat Meca,apalagi Ia selalu bersembunyi di balik pohon untuk melihat Meca dari jauh.


Walaupun saat ini hujan tidak terlalu deras,tetapi yang Bimo takutkan semakin lama hujan akan semakin deras.


Maka dari itu,Bimo membutuhkan payung agar nanti Ia tidak basah karena air hujan.


Setelah mobilnya berjalan cukup lama,akhirnya Bimo pun berhasil menemukan toserba yang kebetulan juga cukup dekat dengan rumah Kakak laki-lakinya Meca.


Lalu,Bimo pun langsung menghentikan mobilnya dan langsung turun sambil berlari kecil hingga sampai ke toserba.


Setelah memilih payung,Ia pun membayarnya di kasir.


Selepas itu,Ia keluar dari toserba menuju mobilnya kembali.


Bimo pun menaruh payung yang Ia beli tadi disamping tempatnya duduk.


Lalu,Bimo pun menyalakan mesin mobilnya.


Saat mobilnya sudah siap untuk dijalankan,Bimo pun menangkap seorang cewek yang masuk toserba yang Ia kunjungi tadi.


Senyum bahagia pun langsung menghiasi wajah Bimo.


Bagaimana tidak?


Cewek yang dirindukannya dan akan ditemuinya itu,kebetulan sudah ada di depan matanya tanpa harus Ia cari-cari lagi.


Ya,cewek yang baru masuk toserba tadi,adalah Meca.


Maka dari itulah,Bimo merasa bahagia,karena Meca sekarang ada di depan matanya,walaupun Ia hanya bisa melihatnya dari kejauhan.


Bimo pun segera mematikan mesin mobilnya dan memilih untuk duduk di mobilnya untuk melihat Meca dari dalam mobilnya itu.


"Gue yakin,Elo pasti akan nunggu hujan reda dulu. Dan gue bisa lihat Elo dari sini." Gumam Bimo sambil terus memandang ke arah toserba dengan wajah sumringahnya.


10 menit kemudian,Meca terlihat keluar dari toserba walaupun sedang hujan.


Bimo pun langsung terkejut,karena Ia sangka Meca akan menunggu di toserba sampai hujan reda. Tetapi,mengapa Meca malah memilih hujan-hujanan seperti itu?


Entah apa yang dipikirkan Bimo,Ia pun langsung mengambil payung yang Ia beli tadi lalu keluar dari mobilnya.


Sepertinya,Bimo mulai melanggar janjinya lagi untuk tidak menemui Meca.


Bimo malah berlari menghampiri Meca dan memayunginya dari belakang agar Meca tidak basah.


Bimo tidak memikirkan lagi,bagaimana reaksi Meca nanti saat Ia menemuinya.


Yang Bimo pikirkan adalah rasa peduli dan perhatiannya kepada Meca.


Benar-benar cinta mati,sepertinya Bimo ini.


Flashback Off


Gimana menurut readers nih???


Akankah nanti Meca dan Bimo akan baikan setelah ini,atau malah memperburuk hubungan mereka??


Jika penasaran,ikutin terus ceritanya.....🥰🥰


Jangan lupa klik ikon 👍🏻untuk menaikkan popularitas novel saya.