ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Bab 80



Meca pun segera membawa Bimo pergi ke ruang UKS.


Beberapa menit berjalan,akhirnya Bimo dan Meca telah sampai di ruang UKS.


Mereka pun langsung masuk. Meca segera menyuruh Bimo untuk duduk dan Ia mencari petugas UKS untuk mengobati luka Bimo.


Meca mencari petugas UKS ke seluruh ruangan UKS,tetapi hasilnya nihil. Ia tidak menemukan satu pun petugas UKS yang sedang berada di ruangan tersebut.


Meca melihat ada seorang cowok yang berbaring di tempat tidur sambil memainkan handphonenya.


Meca pun menghampirinya dan bertanya kemana perginya petugas UKS.


"Permisi..." Kata Meca.


Laki-laki itu pun langsung beranjak dari tidurnya setelah mendengar kata permisi.


"Ada apa?" Tanya laki-laki itu.


"Maaf ganggu,Elo tahu nggak petugas UKS kemana perginya?" Tanya Meca to the point.


"Oh...tadi petugasnya nganter orang pingsan ke rumah sakit." Jawab laki-laki itu.


"Oh...gitu ya..Ya udah makasih ya.." Kata Meca.


Laki-laki itu pun menganggukkan kepalanya setelah Meca berterimakasih padanya.


Lalu Meca pun menghampiri Bimo.


"Kak,petugas UKSnya itu lagi nganter orang pingsan ke rumah sakit. Jadi kita ke rumah sakit aja ya..." Kata Meca.


"Tapi,bentar lagi kan Elo masuk kelas. Nanti Elo bisa terlambat gara-gara nganter gue kesana." Kata Bimo.


"Gue hari ini nggak masuk kuliah aja. Luka dikulit Kakak kalau nggak cepet di obati nanti bakal infeksi. Jadi ayo...cepet ke rumah sakit." Kata Meca.


"Beneran nggak apa-apa kalau Elo nggak kuliah?" Tanya Bimo memastikan sekali lagi pada Meca.


"Enggak apa-apa kok." Jawab Meca.


Meca pun segera memapah Bimo untuk keluar dari UKS.


Meca dan Bimo pun berangkat ke rumah sakit. Mereka kesana menggunakan taksi agar lebih aman.


Setelah beberapa menit,akhirnya mereka sampai di rumah sakit.


Meca segera mengajak Bimo untuk cepat memasuki rumah sakit.


Meca segera membawa Bimo ke ruangan UGD.


Bimo pun bingung karena Meca membawanya ke ruang UGD,hanya untuk mengobati luka kecil di bahunya itu.


Sebelum mereka malu,Bimo segera menghentikan Meca.


"Mec,kok ke ruang UGD? " Tanya Bimo.


"Emangnya kemana seharusnya?" Tanya Meca balik.


Bimo hanya menghembuskan nafasnya gusar karena ulah Meca.


"Jadi,Elo itu nggak tau harus kemana?" Tanya Bimo.


Meca pun hanya menggelengkan kepalanya dengan polosnya.


"Mec,ruang UGD itu hanya untuk orang yang sakitnya parah aja kayak kecelakaan atau serangan jantung." Jelas Bimo.


"Oh...gitu.Jadi,kemana seharusnya gue bawa Kakak sekarang?" Tanya Meca.


"Ayo,sekarang ke ruang poli umum aja." Ajak Bimo.


Bimo dan Meca pun pergi mencari ruang poli umum. Tak lupa Bimo menanyakan dahulu dimana letak ruangan tersebut pada perawat disana.


Setelah tahu,Bimo pun segera mengajak Meca ke ruangan yang Bimo maksud itu.


Meca pun hanya mengikuti kemana Bimo pergi,karena Ia tidak pernah ke rumah sakit. Jadi,Ia tidak tahu seluk beluk ruang-ruang yang ada dirumah sakit.


Setelah mencari ruang poli umum cukup lama,akhirnya Meca dan Bimo sampai di ruangan tersebut.


Bimo pun segera masuk ke ruangan tersebut.


Disana langsung disambut oleh para perawat wanita yang akan mengobatinya.


Para perawat wanita itu sangat senang kedatangan pasien yang tampan seperti Bimo.


Mereka segera menghampiri Bimo dengan senyum yang di wajah mereka yang mereka.


Tidak satu atau dua perawat yang ingin mengobati Bimo,melainkan 5 orang perawat wanita yang berebut untuk bisa mengobati pasien yang tampan itu.


Meca pun langsung terkejut dengan para perawat itu yang sifatnya sangat kecentilan.


Sama halnya dengan Meca,Bimo pun terkejut tiba-tiba semua perawat menghampirinya. Bimo pun merasa risih dengan semua perawat yang kecentilan itu padanya.


Bimo pun segera melirik Meca. Ia mengkode Meca untuk segera menolongnya dari para perawat yang kecentilan itu.


"Mec,tolong gue!!" Ucap Bimo tanpa bersuara. Ia hanya membuka mulutnya untuk mengisyaratkan perkataannya itu pada Meca.


Untungnya Meca langsung paham maksud Bimo. Ia segera melihat mulut Bimo yang bergerak itu.


Meca pun mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti.


Meca pun segera menghampiri Bimo dan para perawat yang kecentilan itu.


"Permisi,sebaiknya yang mengobati dua orang aja biar cepet selesai." Kata Meca pada para perawat itu.


"Saya aja!!" Teriak semua perawat pada Meca.


Meca pun kaget bukan main,saat semua perawat ingin mengobati Bimo.


"Ehmm....kalau gitu biar pasiennya sendiri yang milih." Kata Meca lalu menoleh pada Bimo.


"Kalau gitu....dua perawat yang ada di depan saya aja." Putus Bimo sambil menunjuk dua orang perawat yang ada di depannya.


"Iya...mas..." Kata dua perawat itu dengan senangnya.


Melihat yang ditunjuk Bimo adalah bukan salah satu dari mereka. Para perawat yang tidak dipilih Bimo pun kecewa lalu pergi duduk kembali sambil memperhatikan Bimo dari jauh.


Dua perawat yang ditunjuk Bimo tadi pun,segera mengobati luka Bimo.


Meca memutuskan untuk pergi dan duduk menunggu Bimo diobati.


Tetapi saat Meca hendak melangkahkan kakinya,Bimo langsung menarik tangannya.


"Ada apa?" Tanya Meca dengan bingungnya.


"Sayang,jangan pergi...tungguin gue disini biar gue nggak kesakitan saat diobati nanti." Ucap Bimo secara tiba-tiba dengan begitu manja pada Meca.


Meca pun bingung dengan perilaku Bimo yang aneh menurutnya.


"Apa yang Kakak katakan?" Tanya Meca dengan suara yang lirih.


Dua perawat yang sedang mengobati Bimo pun terkejut. Ternyata laki-laki yang digoda tadi sudah mempunyai pacar dan pacarnya adalah perempuan yang dari tadi sampingnya.


Dua orang perawat itu pun langsung menundukkan kepalanya karena malu. Wajah mereka berubah masam yang semulanya senyum bahagia.