ALWAYS COOL GIRL

ALWAYS COOL GIRL
Bab 94



Bimo,Ibunya,dan ayahnya pun bersiap untuk memakamkan Sina.


Setelah semua telah dipersiapkan,Sina pun dibawa ke tempat peristirahatan akhirnya yaitu tempat pemakaman.


Semua tetangga Bimo sudah memenuhi tempat pemakaman,dan juga beberapa teman Bimo.


Khususnya Dio yang sudah berada disana.


Semua tetangga dan teman-teman Bimo mengetahui jika Sina meninggal adalah karena menonton berita di televisi. Para wartawan banyak yang meliput berita tentang kematian Sina.


Bimo tidak ada waktu untuk memberi informasi kepada semua teman-temannya. Ia hanya memberi informasi kepada orang terdekatnya yaitu Dio dan Angel yang masih berpacaran dengan Bimo kala itu.


Banyak orang terkejut atas kematian Sina. Apalagi Sina meninggal karena dibunuh.


Mereka banyak berdatangan ke tempat pemakaman untuk melayat.


Tiba saatnya Sina dikuburkan,saat itu Ibu Vina dan Bimo menangis sejadi-jadinya.


Sedangkan ayah Bimo hanya memasang wajah khawatir.


Setelah Sina selesai dikuburkan,para pelayat dan satu keluarga Bimo mendoakan Sina agar diterima disisinya.


Setelah acara pemakaman selesai, semua pelayat mulai meninggalkan tempat pemakaman,begitu juga dengan Dio dan Angel. Sebernarnya Angel masih mau mendampingi Bimo,tetapi karena Bimo menolak jadi terpaksa Angel harus pulang bersama Dio. Alasan Bimo tidak mau ditemani oleh Angel adalah Ia tidak ingin bila Angel pulang terlalu malam.


Belum lagi setelah acara pemakaman ini,Bimo harus disibukkan dengan penyelidikan kasus penyelidikan kematian Kakaknya bersama polisi.


Ia tidak punya waktu untuk mengantar pulang Angel. Maka dari itu,Angel Ia suruh pulang terlebih dahulu dengan Dio agar Dio yang mengantar Angel pulang.


Semua pelayat telah pergi dari tempat pemakaman itu,yang tersisa hanyalah Bimo,ayahnya dan Ibunya.


Bimo dan ayahnya menunggu Ibu Vina yang enggan meninggalkan tempat pemakaman Sina.


Ibu Vina masih menangisi kematian anaknya itu. Ia duduk berjongkok di depan kuburan anaknya itu.


"Iya Ma..ini udah malam lo..." Sambung Bimo


"Mama nggak bisa Bim..untuk melupakan Sina secepat ini. Mama ingin menemaninya terus disini." Lirih Ibu Vina sambil terus meneteskan air matanya.


"Ma...kita pulang dulu..besok kita kesini lagi ya.." Kata Bimo.


"Tapi Bim...Mama nggak bisa..." Ucap Ibu Vina sambil menangis.


Ayah Bimo dan Bimo pun hanya saling pandang.


Mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan agar bisa membujuk Ibu Vina untuk meninggalkan kuburan Sina.


Bimo pun berpikir bagaimana cara membujuk Ibunya itu. Setelah lama berpikir,akhirnya Bimo menemukan ide.


"Ma...tolong turutin kata Bimo,Bimo tahu Mama sedih,Bimo pun juga merasakan kesedihan yang begitu dalam atas kematian Kak Sina. Tetapi terus-terusan sedih begini nggak bisa buat Kak Sina bangun lagi. Malah nanti buat Kak Sina sedih jika Mama nggak bisa nerima kepergiannya." Jelas Bimo berusaha membujuk Ibu Vina agar pulang dari tempat pemakaman.


Ibu Vina pun akhirnya sadar dengan apa yang dibicarakan Bimo. Ia dapat memahami apa yang dimaksud oleh Bimo.


"Mungkin kamu benar,Mama sedih begini bisa buat Sina sedih disana. Baiklah,Mama harus mencoba ikhlas atas kematian Sina." Ucap Ibu Vina lalu berdiri.


Bimo pun merasa lega,jika Ibunya bisa mengikhlaskan kepergian Kakaknya walaupun masih berat di hati. Begitu juga,dengan Ardiansyah ayah Bimo.


Bimo dan ayahnya pun ikut berdiri yang tadi sebelumnya ikut berjongkok di menemani Ibu Vina.


Lalu mereka bertiga (ayah Bimo,Bimo dan Ibunya) beranjak pergi dari tempat pemakaman tersebut.


Maaf terlalu singkat ceritanya...😌😌


Jangan lupa Like dan Vote ya...😀